Ringkasan Khotbah

12
Jun 2022
Yohanes 16:1
Bp. Bambang Sulistyo

Ada yang mengatakan bahwa rasa kecewa adalah hal yang manusiawi seperti perasaan sedih, senang, dll. Pernyataan tersebut seakan memandang bahwa kecewa adalah sesuatu yang biasa, namun sebenarnya kalau kita belajar dalam Firman Allah, kecewa itu bahaya, kecewa itu harus disikapi dengan sangat serius. Salah satu pesan pengajaran dari Yesus dalam Yohanes 13-17 adalah bahwa Yesus akan naik ke Sorga dan pada waktu itu murid-murid akan menghadapi banyak tantangan, namun murid-murid tidak perlu takut karena Yesus akan mengirimkan Roh Kudus ke atas mereka, Yesus juga menasihati murid-murid agar jika semua itu terjadi maka mereka tidak kecewa dan menolak Dia. Yesus tahu bahwa kekecewaan dapat membuat orang menolak apa pun termasuk Yesus sendiri. Karena itulah kecewa begitu berbahaya. Saat seseorang mengalami kekecewaan, ia seperti orang yang sedang terperangkap hatinya, dari luar mungkin kelihatan baik-baik saja tetapi hatinya bisa dikuasai kekecewaan. Iblis sangat senang membuat orang percaya kecewa (Wahyu 12:17). Iblis depresi karena tidak dapat mengalahkan Yesus, maka para pengikut-Nya yang dicari oleh Iblis untuk dihancurkan. Siapapun bisa mengalami kekecewaan tapi jangan takut karena sebenarnya Iblis telah dikalahkan oleh Yesus (Pengkotbah 12:13-14). Orang yang kecewa membentuk sebuah paradigma dalam pikirannya dan paradigma yang terbentuk itu tentunya jauh dari firman Allah karen kepahitan dalam hatinya. Karena itulah kekecewaan harus diatasi. Bagaimana cara mengatasi kekecewaan?

1. Jangan melawan kecewa dengan kemarahan. Semakin marah maka hati akan semakin pahit. Semakin marah, akan semakin sulit keluar dari kekecewaan. Contoh: Absalom kecewa pada Daud karena Amnon yang memperkosa Tamar sehingga akhirnya ia memberontak kepada Daud. Ahitofel kakek Batsyeba kecewa pada Daud sehingga ia menghasut Absalom untuk melakukan kudeta.

2. Jadikan kecewa sebagai alat untuk mengalami lagi perjumpaan dengan Allah seperti pertama kali kita bertemu. Pengalaman lahir baru membawa sukacita dan damai sejahtera dalam batin kita. Lawatan Allah sanggup mencabut akar kecewa yang ada di dalm hati kita. Yesus pernah merasakan kecewa saat Ia merasa ditinggalkan Bapa di kayu salib, saat Ia ditinggalkan murid-murid yang dikasihi-Nya, namun Ia menang atas kekecewaan itu. Karena itu, Yesus tahu persis apa yang kita rasakan dan Ia pun sanggup memulihkan dan melepaskan kita dari kekecewaan. Datanglah pada Yesus dan akui saja kekecewaan yang kita rasakan, maka Yesus akan mengangkat kekecewaan itu dari kita dan kita beroleh kemenangan.Amin. Tuhan memberkati!

26
Jun 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
19
Jun 2022
Bp. Natanael Sugiarto
12
Jun 2022
Bp. Bambang Sulistyo
5
Jun 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.