Ringkasan Khotbah

17
Mar 2024
1 Timotius 1:15-16
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Ada satu hal yang unik yang dapat kita baca dalam empat Injil. Masing-masing penulis memiliki “signature” atau “tanda tangan” berupa menyebutkan seorang tokoh khusus dalam Injil yang mereka tulis yang adalah diri mereka sendiri. Seperti penulis membubuhkan tanda tangan, atau yang lebih tersamar adalah teknik atau gaya melukis setiap orang berbeda. Mereka menggambarkan dirinya masing-masing dengan cara yang unik. Umumnya sisi buruk diri mereka yang mereka gambarkan.Kita mengerti siapa penulis keempat Injil dari murid langsung para Rasul yang hingga hari ini gereja-gereja yang mereka dirikan masih berdiri.

Matius: Matius 9:9. Matius memiliki nama lain Lewi. Ia menggambarkan masa lalunya sebelum mengikut Yesus, ia pernah bekerja sebagai seorang pemungut cukai. Sebuah pekerjaan yang dibenci oleh orang-orang Yahudi pada masa itu karena dianggap sebagai antek Romawi yang memeras bangsa sendiri. Markus:Markus 14:50-52. Lukas:Lukas 24:13, 18. Menurut sejarah gereja-gereja yang didirikan langsung oleh para rasul menurut keterangan murid-murid langsung para rasul, seorang murid yang lain yang disebut dalam ayat tadi adalah Lukas sendiri. Lukas adalah salah satu dari 70 murid Yesus bersama dengan Markus dan Kleopas. Ingat ada 12 murid, ada 70 murid.Yohanes: Yohanes 13:23. Mereka menggambarkan diri mereka masing-masing di dalam Injil yang ditulis mereka dengan deskripsi yang unik sebagai signature mereka. Ada satu lagi yang unik yaitu Paulus, ia mendeskripsikan dirinya sebagai orang yang paling berdosa di dalam surat nya kepada Timotius. Jauh lebih buruk dari berbagai macam orang berdosa yang lain yang ia sebutkan! Di bagian awal suratnya ia berkata: 1 Timotius 1:8-10. Lalu ia menunjukkan rasa syukurnya karena di satu titik dalam hidupnya ia mengalami pertobatan dan diterima serta didewasakan oleh Tuhan(1 Timotius 1:12-14). Paulus merasa bahwa ia telah menerima anugerah yang sangat besar dari Tuhan.

Ini kisah yang kurang lebih serupa dengan yang dialami oleh seorang perempuan yang terkenal berdosa pada masa Tuhan Yesus: Kita dapat memahami apa yang Tuhan Yesus ajarkan kepada orang Farisi yang bernama Simon. Mengapa sampai ada perempuan yang terkenal hidup dalam dosa melakukan tindakan pengabdian dan berterima kasih yang tampak ekstrim di mata Simon (Lukas 7:37-38).Reaksi Simon: Lukas 7:39-40. Lalu apa yang ia dengar? Lukas 7:41-43, Lukas 7:43-48.Orang yang merasa bahwa ia menerima anugerah yang besarlah yang dapat memberi pengabdian yang murni dan kuat kepada Tuhan serta kebaikan kepada orang lain dengan murah hati!Apakah Simon merasa menerima anugerah yang besar dari Tuhan? Ternyata belum. Coba renungkan perbandingan perlakuan Simon dan perempuan itu kepada Tuhan Yesus. Untuk mencapai titik kesadaran seperti ini ternyata Paulus memerlukan waktu yang cukup lama. Berapa lama waktunya? Cukup lama sampai ia dapat berkata kepada Timotius bahwa ia adalah orang yang paling berdosa. Cukup lama sampai ia mengakui Markus bisa bertobat melalui proses Tuhan dalam hidupnya. Awalnya ia tidak dapat tahan/toleran dengan kesalahan yang dibuat oleh Markus. Tetapi pada akhirnya, di satu waktu pada masa tuanya, ia sadar dan menerima Markus dan bahkan mengakui perubahan hidup Markus (Kisah Para Rasul 15:37-39,2 Timotius 4:11). Ok, kita melihat dengan jernih bahwa ada satu kesamaan yang khas dari masing-masing “signature” tokoh-tokoh Perjanjian Baru yang barusaja kita bicarakan. Dan dari semua signature yang mereka tampilkan, kita dapat mengerti mengapa mereka semua menjadi pengikut Kristus yang sangat setia dan gigih dalam melayani, mengalami perubahan hidup yang signifikan di dalam perjalanan hidup mereka, bahkan rela mati dalam pelayanan mereka yang dilakukan untuk Tuhan!

Dari kenyataan tersebut, ada dua pertanyaan yang perlu kita renungkan untuk diri kita masing-masing:

1. Sejauh mana saya mengenal kasih dan kesabaran Tuhan?

Kasihdan kesabaran Tuhan untuk saya? Paulus akhirnya mengerti bahwa tanpa ia sadari ternyata ia patut dikasihani, padahal sebelumnya ia merasa hebat dan baik-baik saja.Awalnya ia mengandalkan pengetahuannya akan Taurat, kehebatannya mentaati Taurat, dll.Akhirnya ia menyadari bahwa ia telah jatuh dalam kesombongan rohani dan itu mengerikan.Paulus akhirnya mengerti bahwa selama ini ada orang-orang yang bersabar atas kekerasan hati dan pikirannya. Minimal orang-orang percaya yang pernah dia sakiti, Markus, Barnabas, dll.Kita perlu waktu masing-masing untuk mengerti sesuatu dan bertumbuh, demikian juga orang lain.

Kasih dan kesabaran Tuhan untuk orang lain? Kisah Para Rasul 13:18, Yunus 4:10-11. Ada banyak orang yang berjuang dengan penuh kesabaran untuk mengusahakan pertobatan orang-orang yang mereka kasihi. Sebab mereka memandang orang-orang itu sebagai pribadi yang berharga yang perlu diselamatkan. Bagaimana cara kita memandang orang-orang yang Tuhan tempatkan di dalam hidup kita untuk kita tolong memperbarui hidup? Meskipun sulit, tetaplah mengasihi dan mendoakan agar tangan Tuhan berkarya dalam hidupnya(1 Timotius 2:1-4).

2. Sejauh mana hidup ini menjadi saksi kemurahan Tuhan? Perubahan hidup Paulus adalah contoh/bukti kemurahan Tuhan yang disediakan bagi semua orang, yang ditanggapi dengan benar menghasilkan perubahan yang luar biasa.Apa yang dia saksikan telah menginspirasi hidup sangat banyak orang.Masa lalunya: 1 Timotius 1:13. Tadinya Paulus adalah seorang yang perilakunya menghina kekristenan dan Tuhan Yesus. Ia biasa menyakiti/mempersekusi anak-anak Tuhan secara kasar, penuh kekerasan verbal serta dalam tindakan, mempermalukan, arogan, dll.Jika bertemu orang seperti ini dan selama bertahun-tahun Anda melihatnya baik-baik saja, bagaimana perasaan Saudara? Lalu bagaimana perasaan Anda ketika melihatnya berubah tetapi dengan sisa-sisa karakter lama yang belum diubah sepenuhnya? Paulus tidak hanya diubah dan dimaafkan, tetapi hidupnya dipakai Tuhan untuk memberkati banyak orang! Tuhan tidak kekurangan cara untuk berbicara kepada orang-orang yang dikasihi-Nya! Demikian Tuhan tidak kekurangan cara untuk berbicara dan mengubah kita. Pertanyaannya adalah apakah kita mau membuka hati dan mengijinkan Tuhan membawa kita pada versi terbaik dari diri kita? Tuhan dapat memakai hidup kita memberkati hidup banyak orang. Terus berjalan bersama Tuhan. Meskipun sulit itu lebih baik daripada mengalami kesulitan karena hidup di jalan yang salah!Perubahan hidup para rasul adalah “signature” dari Tuhan yang menjadi contoh bahwa jika kita mau membuka hati senantiasa untuk kasih dan kebaikan-Nya maka hidup kita akan diubah-Nya membawa berkat bagi banyak orang. Sebuah kehidupan yang mulia dan bernilai tinggi.

Amin. Tuhan memberkati!

24
Mar 2024
Bp. Natanael Sugiarto
17
Mar 2024
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
10
Mar 2024
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
3
Mar 2024
Pdt. Imanuela Sri R.