Ringkasan Khotbah

8
Mei 2022
2 Timotius 4:2-3
Bp. Bambang Sulistyo

Sikap kita terhadap firman Tuhan, itu jugalah sikap kita kepada Tuhan (Yoh. 1:1). Firman adalah Allah itu sendiri. Bagaimana Allah berfirman kepada kita, begitulah akan menunjukkan bagaimana ketaatan dan respon kita terhadap firman yang secara tidak langsung akan menunjukkan bagaimana sikap dan hormat kita kepada Allah. Sebagai contoh, dari jemaat di Galatia (Gal. 1:6-8, 4:16) kita melihat bagaimana jemaat Galatia adalah jemaat yang mendengar firman dan percaya pada Yesus. Namun ketika ada berbagai ajaran yang salah dan informasi yang memborbardir mereka akhirnya mereka goyah dan meninggalkan iman mereka kepada Yesus. Paulus menegor jemaat Galatia melalui surat yang dikirimnya ke jemaat Galatia tersebut. Karena terlalu kuat dibombardir oleh informasi dan ajaran yang salah, jemaat di Galatia pun sampai menolak tegoran Paulus dan bahkan memusuhinya.

Firman Tuhan hari ini akan mengajarkan kita untuk melakukan bagian kita kepada orang lain, yaitu dari kita bagi orang lain, saatnya kita bangkit dan melakukan bagian kita. Cuti telah selesai! Apa yang bisa kita lakukan? Dalam 2 Timotius 4:2-3, Paulus mengajarkan untuk menegor dan menasihati agar jemaat menjadi kuat. Firman Allah berkata bahwa kita harus mau ditegor dan menegor, dinasihati dan menasihati. Mereka yang mau ditegor berarti sedang menerima ajaran yang sehat dan mereka yang mau menegor berarti sedang melakukan ajaran sehat. Kata “ditegor” dalam bahasa aslinya berarti ditelanjangi kesalahannya. Respon orang yang ditegor pasti tidak senang karena ditelanjangi kesalahannya, inilah yang kadang membuat orang menjadi enggan untuk menegor karena takut hubungannya dengan orang tersebut menjadi rusak. Menegor memang pekerjaan yang tidak nyaman, sehingga kita juga harus imbangi dengan menasihati. Menasihati dalam bahasa aslinya memiliki arti: berdiri di samping untuk memberi nasihat dan menghibur orang, mendampingi atau memotivasi supaya kuat.

Bagaimana cara menegor atau menasihati yang sesuai firman?

1. Dengan kesabaran. Sabar yaitu dengan ketekunan dan ketabahan, seperti orang yang sedang dalam tekanan rasanya ingin segra melepas beban namun harus tekun dan tabah menanggung beban agar orang yang ditegor dan dinasihati bisa berubah lebih baik.

2. Dengan pengajaran teori dan praktek. Bila orang yang ditegor dan dinasihati sudah paham terhadap teorinya itu sangat baik, namun harus melakukakn prakteknya juga, barulah perubahan hidup terjadi.

Mari bersama-sama kita belajar menjadi orang yang tidak hanya mau ditegor dan dinasihati tetapi juga mau melakukan bagian kita dalam menegor dan menasihati orang lain. Amin. Tuhan memberkati!

26
Jun 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
19
Jun 2022
Bp. Natanael Sugiarto
12
Jun 2022
Bp. Bambang Sulistyo
5
Jun 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.