Ringkasan Khotbah

14
Nov 2021
Ibrani 5:1-6
Bp. Bambang Sulistyo

Sejak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, maka manusia harus hidup berdampingan dengan masalah. Masalah pasti akan kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari, dan tentunya harus kita selesaikan. Walaupun kita harus hidup berdampingan dengan masalah, janganlah kita menjadi takut karena kita adalah orang-orang percaya yang Tuhan ciptakan untuk menang atas masalah.

Lalu apa tugas dan tanggung jawab kita sebagai orang percaya dalam hidup berdampingan dengan masalah?

Dalam Ibrani 5: 1-3, kita bisa melihat bahwa dalam Perjanjian Lama, Allah memilih umat Israel sebagai umat pilihan Allah. Sebagai umat pilihan Allah, bangsa Israel juga tidak lepas dari masalah. Mereka pun ingin keluar dari masalah-masalah yang mereka hadapi dalam kehidupan mereka. Karena itu,agar mereka memperoleh jawaban pertolongan dari Allah maka Allah menetapkan imam-imam di tengah bangsa Israel sebgai perantara antara Allah dan bangsa Israel. Melalui perantara imam-imam inilah Allah memberi tahu bangsa Israel ketetapan, kehendak, dan jawaban-Nya atas setiap permasalahan yang ada. Imam juga menjadi perantara bagi bangsa Israel untuk mempersembahkan korban ucapan syukur kepada Tuhan. Jadi kita dapat melihat bahwa tugas seorang imam sangatlah penting.

Di daiam Perjanjian Baru, status keimaman berpindah pada pribadi Yesus sendiri, Sang Imam Besar atas hidup kita. Setelah Yesus naik ke Surga, lalu keimaman pindah kepada siapa? Imam itu adalah setiap orang yang percaya pada Yesus, bukan hanya orang dengan jabatan tertentu seperti pastor, pendeta, gembala sidang, dll. Fungsi imam sesungguhnya adalah mewakili manusia di hadapan Allah.

Dalam 1 Petrus disebutkan bahwa kitalah imamat yang rajani. Seorang imam memang punya tugas yang luar biasa namun sebagai seorang manusia, imam sendiri juga punya kelemahan. Maka dari itu, setelah kita menyadari status kita sebagai imam di hadapan Allah, selain kita berdoa bagi keperluan orang lain, kita juga perlu berdoa bagi diri kita sendiri. Maksudnya ialah, selain kita berdoa minta pemulihan bagi orang lain, kita sendiri juga perlu dipulihkan terlebih dahulu. Karena kita menyadari bahwa kita pun rentan untuk dapat melakukan dosa maupun kesalahan dan terluka saat diperhadapkan dengan berbagai masalah dalam hidup kita. Marilah kita mengerjakan tugas keimaman kita dengan kesungguhan hati dan tidak lari ataupun menolak panggilan kita sebagai imam di hadapan Tuhan (Ibrani 5:11-12). Amin. Tuhan memberkati!

21
Nov 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
14
Nov 2021
Bp. Bambang Sulistyo
7
Nov 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
31
Okt 2021
Bp. Natanael Sugiarto