Ringkasan Khotbah

7
Feb 2021
Kisah Rasul 1:21-23
Bp. Bambang Sulistyo

Setiap kita pasti punya pengalaman pribadi dengan Tuhan. Misalkan ketika sakit lalu Tuhan sembuhkan, maka saat Allah menyembuhkan, kesembuhan total yang akan diterima. Ketika orang akhirnya sadar dan bertobat ikut Tuhan dengan sungguh-sungguh, ketika menerima pertolongan dan jamahan Tuhan, dll. Pengalaman-pengalaman itulah yang harus kita bagikan dan saksikan pada orang lain. Murid-murid ingin menjadi saksi atas kebaikan Tuhan. Saksi artinya orang yang mendengar dan melihat sendiri (mengalami). Kesetiaan (mentes) adalah syarat menjadi saksi (Ams. 20:6, Ams. 19:22). Bersaksi bukan berarti menceritakan suatu karangan, tetapi sungguh-sungguh membagikan tentang apa yang dialami.

Ada ayat Alkitab yang berkata: kesaksian kita membungkam kekuatan lawan. Lawan yang dimaksud adalah Iblis. Orang yang mendengar kesaksian kita bisa menjadi dikuatkan, dipulihkan, dan dibangun, itulah tujuan mengapa kita bersaksi. Karena itulah Allah rindu agar kita menjadi saksi-Nya. Kesaksian kita itu penting sekali. Kesetiaan kita dalam mengikut dan mengiring Tuhan itu adalah modal besar bagi kitauntuk menjadi pribadi-pribadi yang dipakai Tuhan dalam membagikan kebaikan Tuhan di hidup kita. Kita senantiasa harus bergaul dekat dengan Tuhan agar hidup kita dipenuhi dengan pengalaman-pengalaman bersama Tuhan.

Fokus inkarnasi Yesus ke dunia adalah untuk menyelamatkan dan memerintah manusia. Yesus ingin agar kita selamat dan menjadi dewasadalam iman. Setelah Yesus naik ke Surga, maka fokus ini harus diteruskan oleh murid-muridYesus dan berlanjut ke generasi-generasi berikutnya, itulah yang disebut dengan regenerasi. Berawal dari Tuhan Yesus berlanjut ke dua belas murid-Nya, lalu ke bermilyar-milyar orang percaya. Bertumbuh dalam kelompok-kelompok kecil, dari situlah iman dibangun.

Gereja yang sehat dan kuat harus terdiri dari 2 wujud, yaitu ibadah raya dan kelompok kecil. Kelompok kecil bukan program gereja, tetapi unit dasar pembentuk gereja. Banyak gereja yang telah sadar membentuk kelompok kecil, ada yang namanya family altar, house of family, komsel, CARE, dll. Melalui kelompok-kelompok kecil inilah jemaat dapat bertumbuh, saling menguatkan, dan berbagi. Kita harus bergabung dan setia dalam CARE sebagai satu tubuh (1 Kor. 12: 12, 14). Tidak ada satu bagian yang paling penting dalam tubuh, semua anggota tubuh memiliki fungsinya masing-masing dan semuanya bekerja sama dalam satu tubuh. Karena itu, terlibatlah dalam CARE sehingga kita dapat 100% bertumbuh, melayani, dan menjadi saksi. Selagi masih ada kesempatan, mari kita melayani Tuhan dan memberi diri sebagai saksi Tuhan. Amin. Tuhan memberkati!

11
Apr 2021
Bp. Bambang Sulistyo
4
Apr 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
28
Mar 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
21
Mar 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.