Ringkasan Khotbah

14
Jun 2020
1 Yohanes 4:1
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
Sub tema kita dalam 2 bulan ini adalah “biblical”, atau Alkitabiah. Segala keputusan, tindakan, dan perkataan kita lahir dari ketaatan pada firman Tuhan yang dimengerti dengan benar. Untuk mengerti firman Tuhan dengan benar, kita perlu menguji pemahaman kita. Melalui surat ini, Rasul Yohanes mengajar jemaat bahwa mereka perlu menguji setiap roh. Perlu diperhatikan bahwa kata “roh” tidak selalu berarti nyawa manusia, tetapi dapat berarti sesuatu yang lain, seperti: A. Semangat yang lahir dari pengajaran atau kepentingan. Contoh: Roh dari organisasi itu adalah kebersamaan. Kata “roh” di sini berarti semangat yang dimiliki oleh setiap anggota organisasi tersebut. Ada juga roh “Asal Bos Senang”. Seorang Raja Israel bernama Ahab memiliki sifat “hanya ingin mendengar yang menyenangkan telinganya”. Orang-orang yang ada di sekitarnya memahami perangai atau watak raja Ahab. Ahab dikelilingi 400 orang nabi palsu yang dikuasai roh “asal bos senang” (1 Raja-raja 22:5-8). Sebenarnya Ahab mengetahui para penjilat dari orang-orang yang ada di sekitarnya. Tetapi meskipun demikian ia tidak mempermasalahkan hal tersebut, yang penting hatinya senang. Ahab benci kepada satu nabi yang bernama Mikha Bin Yimla, karena Mikha selalu mengatakan yang buruk tentang dia. Sebenarnya justru Mikha lah yang benar, lihat saja hidup Ahab yang jauh menyimpang dari firman Tuhan, pantas jika Mikha mengatakan yang buruk tentang Ahab. Gaya bahasa Mikha ketika menyampaikan teguran kepada Ahab menggunakan majas ironi, yaitu majas yang menyatakan atau menyampaikan sesuatu dengan makna yang berlawanan dengan memberikan sedikit sindiran (1 Raja-raja 22:19-22). Mikha membongkar kebusukan para nabi palsu yang berwatak penjilat di depan Raja Ahab dengan gaya bahasa ironi. B. Makhluk supra natural. Contoh: Malaikat dan roh jahat. Di balik tindakan manusia kadang ada roh jahat yang memengaruhinya sehingga manusia melakukan hal tersebut. Roh jahat mengenali kelemahan manusia, lalu menggunakannya sebagai celah untuk menjatuhkan manusia dalam dosa (Yohanes 13:27). Kerasukan artinya dikuasai oleh roh jahat. Iblis tahu bahwa Yudas memiliki kelemahan dalam hal uang. Ini dikenali oleh murid-murid dan oleh Tuhan Yesus sendiri (Yohanes 12:6). Tuhan Yesus tahu bahwa Yudaslah yang mengkhianati-Nya. Lalu Yudas diperingatkan agar bertobat. Ketika Tuhan Yesus memimpin Perjamuan Kudus pada saat itu, Ia memperingatkan bahwa Yudaslah yang mengkhianati-Nya. Tetapi ketika ditegur, Yudas mengeraskan hatinya, itulah sebabnya ia kerasukan Iblis di tengah Perjamuan Kudus. Rasul Petrus tanpa sadar juga pernah dipergunakan untuk menggagalkan rencana penebusan. Tuhan Yesus berkata kepada Iblis di balik perkataan Petrus untuk pergi. Puji Tuhan Petrus bertobat. Rasul Yohanes melihat bahwa jemaat sedang menghadapi tantangan besar, yaitu penyesatan yang dilakukan oleh nabi-nabi palsu. Maka sang rasul mengajar jemaat untuk “menguji setiap roh”. Apakah maksud menguji setiap roh?
1. Tidak menelan mentah-mentah perkataan yang kita dengar. Dalam hal ini jemaat diajarkan untuk tidak menelan mentah-mentah ajaran sesat yang diajarkan oleh nabi-nabi palsu (1 Yohanes 4:2-3). Jemaat sedang menghadapi sebuah ajaran yang mengatakan bahwa Yesus bukan Tuhan. Rasul Yohanes mengatakan bahwa ajaran semacam itu jelas tidak berasal dari Allah. Firman Tuhan harus dimengerti secara hati-hati sesuai konteksnya. Alkitab jika dimengerti dengan benar dari Kejadian sampai Wahyu tidak ada satupun ayat yang berlawanan dengan ayat lainnya. Ingat saat Adam dan Hawa berdosa, Tuhan membuat pakaian dari kulit binatang untuk menutupi ketelanjangan Adam dan Hawa. Binatang yang tidak bersalah dikorbankan untuk menutupi ketelanjangan manusia. Ini merupakan sebuah pewahyuan bahwa Yang Tidak Bersalah, yaitu Tuhan, akan datang ke dunia melalui rahim seorang perawan untuk berkorban bagi pengampunan dosa manusia. Yesus bukan utusan biasa! Nabi dan rasul adalah utusan Allah untuk menyampaikan pesan dan ajaran kepada manusia. Tetapi mereka adalah manusia biasa. Mendengar dan mempelajari dengan cerdas sangatlah penting. Keseluruhan Alkitab harus dimengerti agar pemahaman lengkap dan benar. Bacalah Alkitab secara utuh dan urut sesuai jadwal bacaan harian, lalu ikuti renungan Reborn setiap hari untuk mendapat tuntunan memahami Alkitab dengan benar. Anda akan menemukan benang merah yang tidak terputus yang terbentang dari Kitab Kejadian sampai Wahyu. Tindakan praktis dalam keseharian: A. Berhati-hatilah mendengar informasi. Jangan ditelan mentah-mentah. Dianalisa dahulu, dipikirkan berulang-ulang, didiskusikan dengan orang-orang yang tepat, barulah mengambil kesimpulan dengan hati-hati. Hoax bertebaran di mana-mana, dan yang menjadi korban hoax sangatlah banyak. Berhati-hati lah. B. Berhati-hatilah mendengar pendapat orang lain tentang diri kita. Pengajar sesat pada zaman para rasul malah menuduh bahwa rasul-rasul Tuhan Yesus yang asli malah sesat, mereka mengatakan jemaat tersesat, padahal para nabi palsu itulah yang sesat. Seperti kisah seekor belalang yang telah lama terkurung dalam sebuah kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut. Di perjalanan dia bertemu dengan seekor belalang lain. Namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya. Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya, "Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia ataupun bentuk tubuh?". Belalang itu pun menjawabnya dengan pertanyaan, "Di manakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan". Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas. Kadang-kadang kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan yang beruntun, perkataan teman atau pendapat tetangga, seolah membuat kita terkurung dalam kotak semu yang membatasi semua kelebihan kita. Lebih sering kita memercayai mentah-mentah apapun yang mereka voniskan kepada kita tanpa pernah berpikir benarkah Anda separah itu? Benarkah Anda tidak bisa berubah? Bahkan lebih buruk lagi, kita lebih memilih memercayai mereka daripada memercayai firman Tuhan. Beruntung sebagai manusia kita dibekali Tuhan kemampuan untuk berjuang, tidak hanya menyerah begitu saja pada apa yang kita alami. Karena itu teruslah berusaha mencapai apapun yang benar. Sakit memang, lelah memang, tapi bila Anda sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar. Kehidupan Anda akan lebih baik kalau hidup sesuai dengan firman Tuhan. Bukan cara hidup seperti yang dikatakan orang untuk Anda.
2. Memeriksa buah kehidupan kita. Di dalam ayat-ayat selanjutnya Yohanes mengajak jemaat untuk memeriksa hidup mereka sendiri juga, bukan hanya memeriksa ajaran orang lain. Semangat yang tumbuh dari ajaran yang dipercaya sebagai kebenaran akan sangat memengaruhi hidup manusia. Kita mengenalnya sebagai buah kehidupan. Jika kita tinggal dalam ajaran yang benar dari Allah, maka buah yang muncul adalah kasih yang murni. Ajaran yang salah akan menghasilkan pribadi yang menyimpang dalam tindakan dan perilakunya. Kita melihat bahwa jemaat diajak untuk melihat mana ajaran yang berasal dari Allah dan mana yang tidak, lalu jemaat diajak untuk melihat hidup yang berasal dari Allah dan yang tidak. Maksudnya melihat hidup mereka (1 Yohanes 4: 7-8). Jemaat bukan lagi diajak untuk fokus pada berapa banyak pengetahuan yang mereka miliki, tetapi seberapa banyak mereka melakukan firman Tuhan, dalam hal ini mengasihi sesamanya. Apakah perbuatanmu sungguh-sungguh berasal dari Allah? Atau hanya perasaanmu saja? Berbuat kasih bukan untuk mendapatkan pahala, berkat, keselamatan, sebab semua itu artinya dilakukan untuk diri sendiri, tetapi harus berbuat kasih benar-benar untuk menyenangkan hati Tuhan. Apakah motivasi kita ketika berbuat baik kepada orang lain? Untuk diri sendiri? Mari menguji setiap roh dengan cara: Tidak menelan mentah-mentah perkataan orang dan memeriksa buah kehidupan kita (Matius 7:15-18). Amin!
2
Agu 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
26
Jul 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
19
Jul 2020
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
12
Jul 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.