Ringkasan Khotbah

15
Mar 2020
I Kor. 10:31
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
Pergumulan Jemaat di Korintus adalah jemaat yang tidak setia dan tidak taat kepada Tuhan. Di satu sisi mereka menaati Tuhan, namun di sisi yang lain mereka hidup menurut hawa nafsu. Paulus menasihati jemaat supaya fokus kepada Tuhan dan jangan menyembah berhala (1 Kor. 10:11). Pada masa akhir zaman ini, manusia dapat melakukan apa saja. Paulus mengajarkan agar jangan ikut-ikutan penyembahan berhala. Bagaimana dengan makan sesajen atau persembahan berhala, boleh apa tidak? Pertanyaan ini sudah dijawab oleh Rasul Paulus. Jemaat di Korintus memercayai bahwa jika mereka memberikan persembahan makanan kepada dewa-dewa dan kemudian memakan persembahan tersebut setelah selesai upacara, maka akan membawa berkah bagi mereka. Ada yang berpikir bahwa setelah makan makanan sesajen tersebut, mereka akan lebih sukses, lebih sehat, lebih kaya, dll. Paulus berkata bahwa ini adalah pengertian yang salah. Dengan pengertian yang benar, bahwa makan makanan yang dipersembahkan kepada berhala bukan untuk mencari berkah, namun hanya sebagai makanan biasa saja, barulah itu tidak apa-apa untuk dilakukan, asalkan ketika  memakannya juga tidak menjadi batu sandungan bagi mereka yang mungkin belum dewasa rohani. Pada dasarnya, kita harus memberi pengertian mengenai pertimbangan yang benar bahwa ketika mungkin kita harus makan makanan persembahan, maka bukanlah untuk mencari berkah atau apapun.
 
Mengenai jemaat di Koritus, Paulus menggambarkannya dalam 2 perbandingan parallel dengan orang Israel. Orang Israel kuno diperbudak di Mesir, kemudian diselamatkan oleh Musa, dibawa menyeberang Laut Merah, masuk padag gurun Sinai, dan berjalan menuju tanah Kanaan. Itu menggambarkan kehidupan orang percaya yang tadinya diperbudak dalam kehidupan yang berdosa, dilepaskan oleh Tuhan Yesus Kristus, dibaptis (digambarkan seperti orang Israel kuno dalam Laut Merah dan awan), orang percaya dibaptis dalam Tuhan Yesus, berjalan dalam dunia ini digambarkan seperti padang gurun, bahkan masuk ke langit, bumi yang baru, yaitu surga yang sesungguhnya.
 
APA HIKMAH YANG DAPAT KITA PELAJARI?
 
1. Keputusan yang kita ambil jangan menyebabkan orang lain berbuat dosa (1 Kor. 10:23).
 
2. Keputusan yang kita ambil harus memuliakan Allah (1 Kor. 9:19-22).
 
Ketika kita akan mengambil keputusan, kita perlu berpikir lebih dulu, bukan hanya mengenai mana yang lebih baik, mana yang buruk, mana yang benar, mana yang salah, tapi juga mengenai keputusan mana yang lebih dapat memuliakan nama Allah dan mana yang tidak menjadi batu sandungan. Setelah itu barulah kita ambil keputusan. Tuhan Yesus Memberkati!
5
Jul 2020
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
28
Jun 2020
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
21
Jun 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
14
Jun 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.