Ringkasan Khotbah

1
Feb 2015
Hakim 11:30-31
Ps. Wahyudi Handaya
Nazar, menurut kamus besar bahasa Indonesia, berarti ‘janji hendak berbuat sesuatu jika maksud atau keinginannya tercapai’.
 
Nazar (Ibrani, נָדַר- NADAR), dalam Alkitab selalu menyebut nama Allah. Nazar bisa merupakan kehendak melaksanakan suatu tindakan (Kejadian 28:20) atau menjauhkan diri dari suatu tindakan (Mazmur 132:2) untuk memperoleh belas kasihan Allah (Bilangan 21:1-3), atau dalam hal menyatakan kegairahan atau penyerahan diri kepada Allah (Mazmur 22:25).
 
Jadi Nazar  dapat disimpulkan suatu komitmen kita untuk memuliakan Tuhan, bukan suatu balas jasa kepadaTuhan.(Bilangan 30:2)
 
Biasanya nazar diucapkan karena orang yang mengucapkan nazar tersebut mempunyai keinginan yang besar agar permohonannya dikabulkanTuhan. —Tapi perlu diingat bahwa ketika nazar diucapkan maka nazar itu harus ditepati karena kalau tidak nazar itu akan menjadi dosa (Ulangan 23:21).
 
1. Hati-hati dengan perkataan doa Nazar kita
Yefta gagal dalam menjaga perkataannya akibatnya ia berada dalam kesukaran besar dengan mempersembahkan putrinya kepada Tuhan.. Amsal  21:23   –Lidah yang tidak terkendali cenderung mendatangkan kesukaran dan malapetaka. Banyak terjadi pertengkaran disebabkan oleh ketidak mampuan mengendalikan lidah. 
Mematuhi firman Tuhan lebih baik dari persembahan bakaran dan persembahan manapun
◦I Samuel  15:22 Tetapi jawab Samuel: "ApakahTUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama sepert ikepada mendengarkan suaraTUHAN?  Sesungguhnya, mendengarkan (versi KJV= obey = mematuhi) lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik daripada lemak domba-domba jantan.
 
2.  Melakukan dengan hikmat Tuhan
Dari doanya menunjukkan bahwaYefta adalah orang yang tergesa-gesa, gegabah/kurang berhikmat dan –akibatnya Yefta menjadi salah langkah (Amsal  19:2). Orang yang kurang berhikmat cenderung tidak berpikir panjang tentang apa yang akan dilakukannya dan dampak dari perbuatannya itu sehinga dia terjerat dengan perkataannya sendiri yang tentunya bukan saja merugikan dirinya tetapi juga merugikan orang lain (Pengkhotbah  9:18). Bertindak dengan hikmat adalah bertindak dengan senantiasa mendengarkan Firman Tuhan dan tidak bertindak gergabah/terburu-buru. Berhati-hati dalam doa nazar dapat kita lakukan dengan berhati-hati dalam berkata kata dan dengan melakukannya dengan penuh hikmat.
 
Amin. Tuhan Yesus Memberkati!
 
 
22
Jan 2018
di Ruang Rehat
Pkl. 18:00