Ringkasan Khotbah

25
Agu 2019
Mazmur 16:1:1-22
Pdt. Julius Anthony

Ayub adalah contoh orang yang takut dalam Tuhan yang menyukakan hati Tuhan? Apakah kesalehan kita membuat bebas dari masalah? Bisakah kita bebas dari persoalan? Masalahnya, bagaimana kita bisa bahagia di dalam masalah? Bagaimana kita bisa bahagia dalam kesalehan kita?

Kata "saleh" dalam Perjanjian lama dari kata "temimim" dan "tsadiq" yang berarti taat kepada kehendak Allah, sungguh-sungguh, segenap hati, dan tak bercacat cela. Jadi orang yang saleh akan bertemu dengan Tuhan.

Kata "saleh" dalam Perjanjian Baru dari kata "eusebeia" yang berarti sikap ibadah yang sungguh-sungguh atau ketaatan penuh hormat terhadap hukum-hukum Tuhan. Jadi orang yang saleh mau menjadi berkat bagi banyak orang, oleh karena anugerah Allah dari Allah kepada kita, bukan dengan kekuatan kita sendiri.

Jadi saleh berkaitan erat dengan: A. Iman (proses mempercayai Tuhan dan berkaitan dengan pertumbuhan iman) B. Pertobatan (berbalik dari kehidupan yang gelap/membelakangi dosa) C. Doa (untuk menjangkau jiwa-jiwa, memenangkan kota, menyejahterakan kota). D .Kasih (saling mengasihi sesama sebagai bukti iman, pertobatan dan jawaban doa).

Bahagia dalam kesalahan mengajarkan kepada kita:

1. Untuk tidak berhenti memperdalam pengenalan kita kepada Tuhan (2 Pet. 1:3).  Kalimat "segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh" yaitu berbicara tentang iman, keselamatan, sorga dan kebahagiaan.

2. Untuk tidak mengabaikan Tuhan melalui ibadah-ibadah setiap hari (1 Tim. 3:16). Makna "Ibadah" yang sesungguhnya adalah hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Jadi ibadah dapat mengangkat kita dalam kemuliaan.

3. Untuk tidak mempermainkan keselamatan yang Tuhan telah anugerahkan kepada kita melalui darah-Nya (Ibr. 7:25-26). Saleh berarti menerima keselamatan yang sempurna yang diberikan kepada kita oleh Tuhan. Amin!

26
Jan 2020
di Ruang Ibadah
Pkl. 09:00
19
Jan 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
12
Jan 2020
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
5
Jan 2020
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
29
Des 2019
Ps. Andreas Soestono (Jakarta)