Ringkasan Khotbah

27
Agu 2017
Bilangan 23:18-24
Ps. Benny Yulianto, S. Th.

Tantangan terbesar dalam hidup orang percaya adalah iman. Karena orang pecaya hidup oleh iman (Rm1:17). Ketika seseorang kehilangan iman maka mereka akan berubah menjadi tidak setia. Nama Bileam cukup terkenal dikalangan para nabi dan para rasul diantaranya Petrus, Yakub dan Yohanes yang menyebutkan nama Bileam dalam surat-suratnya berkenaan dengan Israel. Bileam selain orang yang tidak berani mengutuki Israel atas perintah Balak raja Moab disebabkan karena takut akan TUHAN, dia juga adalah orang yang sempat menyesatkan hati Israel untuk menyembah Baal-Peor.

Dari kisah Bileam ini kita dapat melihat bahwa umat Israel adalah umat yang dilindungi oleh Tuhan dan tidak ada satu kuasa manapun yang mampu untuk menghancurkannya, hal ini dapat dilihat dari sanjak-sanjak Bileam yang dibuat untuk Balak. Namun sebaliknya dengan tipu daya Bileam untuk menyembah kepada Baal-Peor maka Israel berubah setia kepada Tuhan dan mendapat murka dari Tuhan, inilah yang selalu ditulis oleh para nabi dan para rasul untuk memperingatkan umat Tuhan akan pentingnya setia kepada Tuhan.

Langkah untuk memelihara iman agar tetap setia kepada Tuhan adalah:

1. Mempercayai janji-janji Tuhan (ay. 18-19). Tuhan bukanlah manusia yang dapat berubah setia. Bileam meyakini bahwa Tuhan bukanlah manusia yang dapat berubah setia, sekali memberkati tidak akan pernah mengutuki dan tidak ada yang diizinkan untuk mengutuki. Kita harus mempercayai bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang setia kepada janji-Nya (Mzm. 107:8). Bila Tuhan telah membuat janji pasti digenapi. Tuhan yang disembah umat adalah Tuhan yang tidak pernah ingkar janji (Yos. 23:14). Dalam keadaan apapun hendaknya kita tetap mempercayainya dan tidak menjadikan iman kita goyah melainkan tetap mengucap syukur (1 Tes. 5:18).

2. Mempercayai bahwa Tuhanpenjaga umat-Nya (ay. 20-23). Tidak ada satu kuasa manapun yang mampu menjamah umat-Nya tanpa seizin Tuhan. Hal ini dibuktikan bahwa umat-Nya dijagai dari Balak Raja Moab yang berusaha memakai Bileam si petenung untuk mengutuki umat-Nya tetapi Bileam tidak berani. Hal inilah yang harus kita percayai bahwa  sebagai orang Kristen yang telah menjadi milik Tuhantidak akan dapat terjamah oleh kuasa mana pun kecuali mereka berubah setia kepada Tuhan. Sesungguhnya Tuhan tidak pernah membiarkan umat-Nya berjalan sendiri di dalam kesukaran melainkan menyertainya (Yos. 1:5). Apakah janji penyertaan Tuhan hanya berlaku kepada orang zaman Perjanjian Lama saja? Tentu tidak. Janji penyertaan Tuhan sampai kekal (Mat. 28:20).

3. Mempercayai bahwa kita adalah umat lebih dari orang yang menang (ay. 24). Bileam menyaksikan bahwa bangsa Israel seperti singa betina dan tegak seperti singa jantan yang tidak membaringkan dirinya sebelum memakan mangsanya. Mengambarkan sebuah kekuatan dan keperkasaan umat Tuhan yang tidak mudah putus asa dalam menghadapi musuh-musuhnya. Rasul Paulus mengatakan bahwa kita umat lebih dari pemenang. Kita harus memiliki keyakinan yang kokoh bahwa orang percaya adalah umat lebih dari orang yang menang (Rm8:37). Tidak mudah digoyahkan dengan situasi dan kondisi apapun. Sakit penyakit, kebangkrutan, bahkan ancaman kematian pun tidak dapat menguasai hati kita dan mencabut iman percaya kita kepada Tuhan (Rm8:34-39). Orang percaya harus memiliki iman yang kuat agar tidak mudah disesatkan oleh pengajaran palsu yang menyesatkan dan membawa kebinasaan (2 Pet. 2:1). Amin.

23
Okt 2017
di Ruang Rehat
Pkl. 18:00
12
Nov 2017
di Ruang Baptis
Pkl. 11:00
15
Okt 2017
Paul G. Caram
8
Okt 2017
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
1
Okt 2017
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
24
Sep 2017
Ps. James Kawiso (Uganda)