Ringkasan Khotbah

25
Feb 2024
Matius 19:30
Bp. Natanael Sugiarto

Kita rindu sebagai anak Tuhan yang memulai perjalanan iman kita dengan Roh dan mengakhirinya juga dengan Roh, bukan mengakhiri dalam daging (Galatia 3:3).

Dalam Alkitab kita bisa melihat 2 contoh yang sangat kontras:

1. Saul – diawali dengan Roh, diakhiri dengan daging (1 Samuel 10:1). Saul adalah raja pertama di Israel yang dipilih Tuhan dan diurapi oleh nabi Samuel. Apa buktinya Saul mengakhiri dalam daging?  1 Samuel 31:1-6. Saul terdesak kalah soleh bangsa Filistin saat perang, hingga ia memutuskan untuk bunuh diri dengan pedangnya sendiri. Mengapa bisa seperti itu? A. Saul sombong (1 Samuel 13:12-13). Korban bakaran seharusnya dipersembahkan oleh nabi Samuel, bukan raja, tapi karena Saul merasa dirinya hebat maka dia memberanikan diri mempersembahkan korban. Kesombongan Saul telah membuat Tuhan murka dan menegurnya melalui nabi Samuel. B. Saul tidak taat pada Tuhan (1 Samuel 15:9). Saul tidak melakukan seperti apa yang dikatakan oleh nabi Samuel, Saul tidak menumpas semuanya. C. Saul benci kepada Daud (1 Samuel 18:9). Saul tidak suka kepada Daud karena Daud lebih dipuji-puji oleh rakyatnya.

2. Yusuf – diawali dengan Roh, diakhiri dengan kemuliaan (Kejadian 39:12). Yusuf adalah budak yang harus menuruti apa yang tuannya katakan, namun bujukan istri Potifar untuk tidur dengan dia langsung ditolak oleh Yusuf. Yusuf berani mengambil keputusan untuk taat kepada Tuhan dan tidak melakukan apa yang tidak sesuai dengan kehendak-Nya. Yusuf mengalami banyak penderitaan yang akhirnya membentuk Yusuf menjadi orang yang kuat dalam Tuhan. Hidup Yusuf dipenuhi oleh Roh Allah (Kejadian 41:38-45). Mengapa bisa seperti itu? A. Yusuf menghormati orang tua (Kejadian 45:2-3). Yusuf tidak dendam kepada kakak-kakaknya dan tetap mengasihi mereka. Kita juga harus bersikap hormat kepada orang tua, misalnya saat kita dinasihati oleh orang tua. Kasih kepada orang tua salah satunya ditunjukkan lewat perilaku yang hormat kepada orang tua. B. Yusuf tidak sombong (Kejadian 45:5). Yusuf tidak mengungkit-ungkit kesalahan saudaranya, tapi dengan rendah hati mengakui rencana Allah dalam setiap hal yang telah ia alami.

Mari kita menjadi orang-orang yang sempurna di dalam Tuhan, mengawali dengan Roh dan mengakhirinya dalam Roh (Matius 5:48). Amin. Tuhan memberkati!

24
Mar 2024
Bp. Natanael Sugiarto
17
Mar 2024
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
10
Mar 2024
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
3
Mar 2024
Pdt. Imanuela Sri R.