Ringkasan Khotbah

28
Jan 2024
Ps. Johan Chrisdianto

Sebuah gerakan selalu diawali dengan pengambilan keputusan (decision making) yang dibuat terlebih dahulu. Kita harus mempersiapkan tubuh, jiwa, dan roh kita agar kita mengambil keputusan yang sesuai dengan pimpinan Roh Kudus. Dalam hidup ini ada 2 macam keputusan, yaitu jangka pendek (contoh: mau makan apa, mau bangun jam berapa, dll.) dan jangka panjang (contoh: menikah dengan siapa, mau berjemaat di mana, dll.). Daud mengalami proses pengambilan keputusan jangka panjang saat ia akan memindahkan tabut Allah (1 Tawarikh 13:1-4). Manusia terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh (1 Tesalonika 5:23a). Proses pengambilan keputusan dihasilkan dari: 1. Tubuh - panca indera kita  mengumpulkan data informasi sebanyak-banyaknya. 2. Jiwa – pikiran kita menganalisa dan mengolah. 3. Roh – hati kita menimbang dan menguji. 4. Jiwa – kehendak kita yang kuat untuk membuat keputusan. 5. Tubuh – anggota tubuh kita bergerak untuk melakukan keputusan yang telah diambil. Contoh pengambilan keputusan yang salah: Hawa (Kejadian 3:6) dan Adam, Esau, dll.

Agar tidak salah mengambil keputusan maka kita harus mempersiapkan tubuh, hati, dan pikiran kita.

1. Mempersiapkan tubuh (Yesaya 50:4). Bergaul karib dengan Tuhan dan mendengarkan suara Tuhan melalui firman-Nya. Kita punya Tuhan yang sangat baik (Mazmur 34:9), karena itu jangan pernah ragu atau malu untuk datang dan berdoa kepada Tuhan. Kalau kita sudah pernah mengecap kebaikan Tuhan, maka kita tidak akan malu kepada Tuhan.

2. Mempersiapkan hati (Amsal 16:1).Kita menimbang-nimbang segala sesuatu dalam hati kita, standar yang kita pakai untuk menimbang yaitu standar kebenaran Tuhan, bukan standar kita sendiri. Karena itu kita menyimpan dan memakai standar kebenaran Tuhan yaitu firman Tuhan dalam hati kita (Mazmur 119:1, Lukas 2:19). Contoh: Daud, Yusuf, Asyer(Ulangan 33:24).

3. Mempersiapkan Pikiran (Roma 12:1-2). Mengerti dalam pikiran kita bahwa hidup kita ini adalah persembahan untuk melakukan kehendak Allah, karena itu adalah ibadah yang Tuhan inginkan. Pengalaman, pengetahuan, titel, dll. yang kita miliki seringkali membuat kita menjadi angkuh dan merasa tidak perlu melibatkan Tuhan. Padahal bukan itu yang Tuhan inginkan (2 Korintus 10:5).

Bagian Tuhan adalah menempatkan perintah-Nya dan kehendak-Nya dalam akal budi dan hati kita (Ibrani 8:10, Ibrani 10:16). Akhirnya, hasil akhir yang mau kita capai adalah:Yosua 1:8. Kita menaruh firman Tuhan dan kehendak-Nya di mulut kita dengan cara memperkatakannya. Kita menaruh firman Tuhan di pikiran dan hati kita dengan cara merenungkannya.Amin. Tuhan memberkati!

25
Feb 2024
Bp. Natanael Sugiarto
11
Feb 2024
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
4
Feb 2024
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.