Ringkasan Khotbah

14
Jan 2024
Lukas 5:36-39
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Berita baik/kabar baik yang asli dan murni dari Allah telah tercemari oleh aturan-aturan serta adat istiadat yang dibuat oleh manusia, yaitu para Ahli Taurat, orang-orang Farisi dan Saduki. Akibatnya pesan Allah yang sesungguhnya malah menjadi kabur.Ketika Tuhan Yesus mengajarkan Injil yang murni, malah mereka berulang kali menentang dan menyerang Yesus. Berkali-kali mereka berusaha menjebak Yesus dengan kata-kata tetapi selalu gagal. Mereka berusaha mencari-cari kesalahan meskipun tidak menemukannya. Satu hal yang dicari-cari soal pelayanan Tuhan Yesus adalah soal murid-murid-Nya yang jarang sembahyang dan berpuasa seperti murid-murid orang Farisi dan murid-murid Yohanes pembaptis (Lukas 5:33). Tuhan Yesus menjawab mereka dengan tegas bahwa itu bukanlah kesalahan. Para rohaniwan itu mengharapkan Mesias yang salah, menyimpang dari ajaran Alkitab yang murni, itulah sebabnya mereka tidak dapat melihat bahwa Mesias yang sesungguhnya telah datang. Tidak heran mereka terus berpuasa, sembahyang dan mengharapkan Mesias versi mereka dalam suasana meratap dan memohon. Tuhan menjelaskan bahwa seharusnya yang benar adalah suasana sukacita karena Juruselamat yang dijanjikan telah datang! Janji Tuhan digenapi. Akan tiba waktunya murid-murid-Nya berpuasa ketika Tuhan Yesus untuk sementara waktu tidak ada di tengah-tengah mereka lagi (Lukas 5:34-35).

Tuhan Yesus menegor para rohaniwan tersebut agar mereka bertobat. Ia menggambarkan para rohaniwan tersebut sebagai: Baju tua yang telah sobek dan perlu ditambal, kantong kulit yang tua, orang yang terbiasa meminum anggur yang tua (terfermentasi). Pada zaman dahulu, untuk menjaga agar sari buah anggur tetap manis untuk jangka waktu tertentu, orang akan menyaring atau mendidihkan sari buah tersebut, memasukkannya ke dalam botol lalu menempatkannya di suatu tempat yang sejuk. Kantong kulit yang baru diperlukan karena kantong itu bebas dari semua bekas unsur fermentasi, misalnya sel-sel ragi. Apabila sari buah anggur yang baru dimasukkan ke dalam kantong kulit yang lama, maka sari buah itu akan lebih cepat meragi karena sudah ada sel-sel ragi di dalam kantong kulit yang lama itu. Fermentasi yang terjadi dengan demikian akan merusak baik sari anggur yang baru maupun kantong kulitnya (yang akan pecah karena tekanan proses peragian). Semuanya itu berbicara mengenai MINDSET. Mindset adalah sekumpulan kepercayaan atau cara berpikir yang dapat mempengaruhi perilaku dan sifat seseorang dalam menghadapi situasi dalam hidup. Mindset atau pola pikir inilah yang dapat mempengaruhi pikiran dan mengendalikan seseorang dalam menentukan berbagai pilihan dalam hidup. Mindset terbentuk dari: Kepribadian/karakter, lingkungan, keluarga, ajaran, pengalaman, dll.

1. Mindset yang salah menghalangi kita menerima danmenikmati berkat Tuhan. Herodes tidak bisa melihat Juruselamat dunia, ia melihat-Nya sebagai calon rival yang harus dibunuhnya (Matius 2:3-4). Melihat masalah sebagai halangan menuju keberhasilan atau batu loncatan menjadi pribadi yang lebih baik? Saul melihat Daud sebagai musuh, bukan sebagai pertolongan dan berkat yang Tuhan kirimkan untuk menjaga keselamatannya. Dapatkah Anda melihat mana kawan dan lawan dengan jelas? Ini tergantung mindset Anda (Amsal 27:6). Masih menyimpan atau memelihara rasa benci terhadap orang-orang yang menyakiti hatimu? Efesus 6:12. Berapa banyak orang memandang dan memperlakukan orang-orang yang harus mereka kasihi sebagai musuh? Teman-teman Ayub awalnya bermaksud menghibur Ayub, tetapi malah mencerca dan menyakiti hatinya karena mind set yang salah bahwa Ayub pasti berbuat dosa tersembunyi yang menyebabkan ia ditimpa masalah bertubi-tubi. Mereka tidak tahu bahwa Ayub sedang diserang oleh kuasa kegelapan yang menuduhnya hanya setia kepada Tuhan karena berkat (Ayub 42:7-8). Hati-hati mengomentari orang lain.

2. Buka hati dan pikiran agar Roh Kudus dapat mengubah mindset kita (Roma 12:2, Filipi 3:7-8). Adalah penting untuk mengingat bahwa kita mempunyai pilihan untuk menerima atau menolak bimbingan Roh Kudus. Ketika kita mengetahui kehendak Allah tetapi tidak menaatinya, maka kita sedang menentang karya Roh Kudus dalam kehidupan kita, dan keinginan untuk hidup menurut kehendak pribadi kita mendukakan-Nya (Efesus 4:30-32). Roh Kudus tidak akan pernah mengarahkan kita ke dalam dosa. Dosa yang telah menjadi kebiasaan menyebabkan kita gagal menangkap pengarahan Roh Kudus melalui Firman. Kita dimampukan peka menyadari dan menaati bimbingan Roh Kudus ketika kita menyelaraskan diri dengan kehendak Allah, berpaling dari dan mengakui dosa, dan membiasakan diri berdoa dan mempelajari Firman Allah.

Amin. Tuhan memberkati!

25
Feb 2024
Bp. Natanael Sugiarto
11
Feb 2024
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
4
Feb 2024
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.