Ringkasan Khotbah

16
Jul 2023
Matius 4:1-4
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Tuhan memperlengkapi kita dengan tubuh untuk memuliakan-Nya. Seperti sebuah pensil harus diraut agar dapat digunakan untuk menulis dengan baik, tubuh ini harus dilatih agar dapat dipergunakan sesuai dengan tujuan Allah (Ibrani 10:5-7).Tubuh harus dilatih untuk menolong kita mencapai apa yang Tuhan inginkan.Contoh melatih tubuh:Ada dua golongan manusia berdasar keinginan untuk memiliki standar kehidupan ekonomi yang lebih baik:A. Yang tidak mau maju. B. Yang mau maju. Yang tidak mau maju akan menjadi orang-orang yang masa bodoh dengan kehidupannya, mereka tidak mau belajar untuk meraih kehidupan yang lebih baik.Yang mau maju akan menjadi orang-orang yang menginginkan standar kehidupan yang lebih baik, itulah sebabnya mereka berlomba-lomba bekerja keras agar dapat memiliki pendapatan lebih banyak.Namun masalahnya tidak semuanya tahu bagaimana harus memulainya, apalagi menjalaninya.Banyak di antara mereka yang lahir dalam keluarga yang tidak memiliki pengetahuan atau pengalaman dalam dunia kerja yang mereka harapkan.Mereka mencari-cari jalan sendiri, belajar sendiri dan berkali-kali terjatuh. Harga yang harus mereka bayar untuk bisa belajar sehingga berhasil merubah standar hidup mereka seringkali sangat mahal.Tentu saja mereka akan sangat bersyukur jika ada orang yang mau mengajari mereka, melatih mereka, mengoreksi mereka danmenolong mereka menjadi pribadi yang lebih baik. Mereka akan menggunakan kesempatan itu sebaik-baiknya agar mereka dapat menyerap ilmu sebanyak-banyaknya.

Kita tahu bahwa menaikkan kualitas hidup bukan melulu soal menambah jumlah uang/harta yang dimiliki. Hidup juga berbicara soal bagaimana kita menggunakan apa yang kita miliki untuk menjadi berkat bagi orang lain.Hidup yang berkualitas itu adalah hidup yang dapat menjadi berkat bagi orang lain.Manusia hidup bukan dari kebutuhan jasmani saja (Ulangan 8:1-3).Tuhan Yesus memberi teladan bagaimana menggunakan tubuh yang diberikan oleh Tuhan untuk memuliakan Tuhan. Dalam bacaan tadi melalui ibadah puasa.Bentuk lain ibadah: Memuji, berdoa, menyembah, mendengarkan Firman, memberi, melayani, mengambil keputusan yang tepat, dll.Ibadah puasa itu untuk apa? Apakah puasa itu dilakukan untuk menyetir dan memaksa Tuhan melakukan apa yang kita inginkan?Ibadah, apapun bentuknya, adalah sebuah latihan rohani  untuk mendidik diri kita menjadi orang yang mau belajar dan mau berubah!”. Ketika menghadapi godaan setelah berpuasa sedemikian lama, Tuhan Yesus memberi contoh bagaimana umat Tuhan harus bersikap:Matius 4:1-4.Orang yang lama sekali tidak makan bisa saja makan dengan kalap saat melihat makanan tersedia di depannya. Tidak pikir panjang, langsung melahap makanan itu dengan cepat tanpa berpikir apakah makanan itu akan membahayakan dirinya atau tidak.Demikian pula saat orang pernah menderita kekurangan sedemikian lama dalam hidupnya, maka saat melihat uang bisa saja tanpa berpikir panjang ia akan segera mengejarnya tanpa berpikir panjang apakah itu membahayakan dirinya atau tidak.Saat orang kekurangan rasa kasih sayang sedemikian lama, orang juga bisa mengejar kasih sayang yang salah tanpa peduli lagi apakah yang ia lakukan akan merusak dirinya atau keluarganya atau tidak.Tuhan Yesus memberi teladan bagaimana mengendalikan diri ketika menghadapi godaan.Untuk mengendalikan diri dengan baik kita harus melatih diri untuk mau belajar dan berubah!

Melatih diri untuk mau belajar dan berubah:

1. Ingat dan ikuti Firman Tuhan. “Ada tertulis“ …  Namun problem nya seringkali manusia tidak mau mengingat apalagi mengikuti Firman Tuhan.Kalau bisa maunya Tuhanlah yang mengikuti keinginan mereka.Keakuan menjadi pusat hidup mereka.Bagaimana agar ingat Firman?A. Didengarkan, dibaca dandihafalkan berulang kali. B. Diperkatakan dan dibicarakan. Bagaimana mengikuti Firman? Kalahkan perasaan dan keinginan. Perasaan dan keinginan menunjukkan keadaan hati kita. Perasaan dan keinginan bukan untuk diikuti, tetapi harus dikendalikan.Perasaan dan keinginan dibiarkan berkuasa mutlak untuk mengendalikan diri mereka, yaitu menentukan keputusan yang mereka buat (Amsal 14:12). Saat ini hidup Anda disetir oleh perasaan dan keinginan/olehFirman Tuhan?Mendisiplin tubuh untuk mengikuti Firman Tuhan. Tubuh ini diperintah dan dipaksa untuk menaati Firman sebab tubuh ini adalah alat yang Tuhan berikan untuk memuliakan Tuhan dan memberkati sesama dalam hidup ini.Ingat: 1 Korintus 9:27, Roma 13:12-14.Dalam segala situasi, jangan biarkan perasaan dan keinginan mengalahkan akalmu.

2. Ingat bahwa kita bukan binatang yang dikendalikan naluri tetapi manusia yang diberi akal untuk menaati kehendak Tuhan. Bani Korah berkata:Mazmur 49:20. Kita diberi akal untuk memahami kehendak Tuhan dan menaatiNya bukan malah digunakan untuk melawan Tuhan dengan mencari-cari pembenaran dari keinginan yang salah.Gambaran raja Tirus untuk menggambarkan iblis: Mengabaikan hikmat demi keinginan terlihat hebat/ bersinar/semarak (Yehezkiel 28:17). Pakai akal Budi yang dikaruniakan Tuhan untuk hidup dalam jalan Tuhan!Jangan lagi hidup menuruti naluri saja, tetapi hiduplah dalam bimbingan Firman (Roma 12:1-2).

Amin. Tuhan memberkati!

17
Sep 2023
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
10
Sep 2023
Bp. Natanael Sugiarto
3
Sep 2023
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.