Ringkasan Khotbah

13
Nov 2022
Yakobus 1:1-8
Bp. Bambang Sulistyo

Pada saat peristiwa yang tidak diharapkan dan tidak disangka datang dalam kehidupan kita misal: sakit penyakit, usaha bangkrut, kenyataan yang mengejutkan, dll. kita tahu bahwa menyerah bukan pilihan yang baik dan menghadapinya adalah pilihan yang baik. Namun seringkali pada keadaan seperti itu pikiran kita bisa sangat terganggu, padahal pikiran akan melahirkan perkataan dan tindakan. Pola pikir itu penting dan bukan sesuatu yang sepele/dianggap remeh. Pikiran kita tentu saja tidak boleh sama dengan cara dunia berpikir (Rom. 12:1-2). Kita harus punya perubahan pola pikir. Dengan pola pikir yang berubah, kita bisa membedakan mana yang jadi kehendak Tuhan, mana yang bukan.

Berpikir secaraginosko untuk membedakan antara pencobaan dan ujian (Yak. 1:2-3). Berpikir secara ginosko bukan mementingkan apakah peristiwa itu termasuk pencobaan atau ujian, namun yang penting adalah mengarahkan pikiran pada Yesus. Dampak dari perubahan pola pikir:

1. Tekun (Yak. 1:4). Tekun itu seperti orang sakit yang menunggu sembuh. Diperlukan ketekunan untuk tabah dan berjuang untuk sembuh. Pola pikir yang mencapai ginosko akan memampukan untuk bertahan sampai kuasa Tuhan dinyatakan. Tekun adalah sebuah proses. Ketekunan membuat kita menjadi buah yang matang. Saat kita matang maka kita akan bisa menjadi berkat bagi sekitar kita.

2. Berdoa (Yak. 1:5). Ayub pada awalnya punya pola pikir yang benar ketika menghadapi penderitaannya, namun lama-lama pola pikirnya berubah menjadi salah. Hal ini menunjukkan bahwa tidak mudah untuk menjaga pola pikir. Daud mengalami keadaan yang berat namun ia mampu memiliki pandangan yang mengarah pada Tuhan (Mzm 23). Daud memiliki pola pikir ginosko. Kita perlu minta hikmat kepada Allah. Caranya adalah dengan berdoa. Doa itu penting, doa menghubungkan kita dengan Tuhan, memberi kekuatan dari dalam, dan menjadi sarana untuk membuat kita berubah pola pikir.

Pada waktu kita mengalami masalah, pola pikir kita itu penting, pola pikir yang ginosko, pola pikir yang diserahkan pada Tuhan, pola pikir karena membangun hubungan yang baik dengan Allah. Sehingga kita menjadi pribadi yang tekun, tangguh, teguh, dan pribadi dengan tanggung jawab sempurna, utuh, dan komplit. Bukan hanya karakter kita yang kuat namun juga dalam apa yang kita kerjakan. Amin. Tuhan memberkati!

4
Des 2022
Bp. Natanael Sugiarto
27
Nov 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
20
Nov 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
13
Nov 2022
Bp. Bambang Sulistyo