Ringkasan Khotbah

30
Okt 2022
Ibrani 3:1-6
Bp. Bambang Noorsena

Ada beberapa kata kunci yang bisa kita pahami dalam Firman Tuhan ini, yang pertama adalah perbandingan antara Musa dan Yesus. Surat Ibrani menekankan bahwa Yesus memiliki kemuliaan melebihi nabi Musa, yang diumpamakan seperti ahli bangunan yang lebih dihormati dari pada rumah yang dibangunnya. Kunci yang kedua adalah kesetiaan, Musa setia terhadap rumah Tuhan, begitu juga Yesus Kristus juga setia selama Ia menjadi hamba sekalipun Ia adalah Anak Allah. Dari beberapa kata kunci ini, bisa digunakan untuk menjelaskan kenapa Yesus disebut “Rasul”. Tentu saja “Rasul” dalam makna ini tidak sama dengan pandangan dalam agama lain. Rasul dalam bahasa Yunani: apostolos, artinya utusan. Latar belakang dari istilah Rasul berasal dari bahasa Ibrani: seliah, artinya sang rasul. Apa arti rasul dalam konteks iman Kristen? Ada 3 jabatan yang dikaitkan dengan gelar Mesias: 1. Nabi, 2. Raja, 3. Imam.

Nabi sebagaimana dinubuatkan oleh Musa dan disebutkan dalam Ulangan 18:15-20, merujuk pada Seorang yang ada di tengah-tengah bangsa Israel dan di antara saudara-saudara Lewi, misalnya suku Yehuda, dan Yesus lahir dari suku Yehuda. Ada kesinambungan antara tema Yesus dan Musa, antara paskah Yahudi dan paskah Kristen. Paskah Yahudi adalah keluaran dari tanah Mesir. Ketika Kristus menggenapi nubuat Musa sebagai nabi, Kristus mengadakan perjamuan akhir bersama para murid dan juga menyebutnya sebagai perjamuan Paskah. Dalam Paskah Yesus tidak ada potongan daging anak domba karena Kristus sendiri adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia, yang menggenapi simbol penebusan di paskah Yahudi. Paskah Kristen menggenapi Paskah Perjanjian Lama. Simbol paskah Yahudi digenapi dan dilanjutkan dalam bentuk perjamuan kudus Kristen. Yesus adalah nabi di atas segala nabi, karena tugas kenabian-Nya seperti Musa dilakukan yaitu menebus umat Allah dari perbudakan dosa-dosa. Musa membebaskan orang Israel dari tanah Mesir, Yesus membebaskan seluruh umat manusia dari perbudakan dosa-dosa. Itulah fungsi pertama kemesiaasan Yesus yaitu kenabian-Nya.

Fungsi yang kedua adalah raja. Yesus adalah Raja Mesias. Mazmur kerajaaan disebutkan dalam Mazmur 110 “berfirmanlah Tuhan kepada tuanku”. Tuanku = adonai, my lord, Raja Mesias. Tuhanku = YHWH. Gelar Yesus sebagai Tuhan adalah penggenapan nubuat mesianik khususnya di Mazmur 110. Yesus disebut tuhan sebagai jabatan, secara fungsional. Mesias yang akan datang adalah Raja segala raja, penguasa atas tahta Daud yang kekal dan tidak pernah binasa.

Fungsi yang ketiga adalah imam. Keimamatan Yesus adalah dasarnya seperti keimamatan pada imamat Melkisedek, bukan berdasarkan darah dan daging. Keimamatan Lewi adalah keimamatan darah dan daging, yang terbatas. Keimamatan Yesus diibaratkan seperti keimamatan Melkisedek yang menjadi simbol keimamatan kekal. Suku Yehuda tidak bisa menjadi imam, namun sekali lagi, keimamatan Yesus adalah keimamatan yang bukan berdasarkan pada garis keturunan, namun lebih daripada itu merupakan keimamatan kekal. Meskipun begitu, pola keimamatannya tidak berubah.  Imam besar pada zaman Israel mewakili kedua belas suku, ia harus hadir di semua suku. Imam besar memohonkan pengampunan dosa pada 12 suku Israel. Maka bukanlah suatu kebetulan kalau murid-murid Yesus berjumlah 12 orang yang sering disebut Israel baru. Imam Besar Perjanjian Baru juga melakukan pengampunan dosa, tidak setiap tahun, tapi sekali untuk selamanya. Itulah sebabnya Imam Besar Perjanjian Baru menggenapi imam besar-imam besar pada masa Perjanjian Lama. Yesus disebut Rasul karena Yesus adalah Imam Besar Perjanjian Baru. Kerasulan adalah fungsional dari imam besar ketika Firman menjadi manusia dan Ia sebagai Imam Besar Perjanjian Baru tugasnya adalah sebagai rasul bagi umat Perjanjian Baru dalam konteks upacara korban yang sudah digenapi sehingga barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

Kadang-kadang istilah yang sama dimaknai dengan berbeda-beda, dan kadang-kadang konsep yang sama diungkapkan dalam istilah yang berbeda-beda. Amin. Tuhan memberkati!

4
Des 2022
Bp. Natanael Sugiarto
27
Nov 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
20
Nov 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
13
Nov 2022
Bp. Bambang Sulistyo