Ringkasan Khotbah

23
Okt 2022
Yohanes 6:1-14
Bp. Natanael Sugiarto

Pasal ini sebenarnya diawali dari peristiwa pasal-pasal sebelumnya, yaitu pada saat pembicaraan Yesus dengan Filipus (pembahasan tentang pribadi Natanaeil, di pasal 1), di situ ada Andreas juga. Dilanjutkan dengan peristiwa Pesta Perjamuan Pernikahan di Kana (pasal 2) selama 3 hari berturut-turut. Kekurangan air anggur sebagai jamuan kepada para tamu menjadi permasalahannya. Di peristiwa itu Yesus mengadakan mujizat. Filipus dan Andreas juga ada di peristiwa itu. Dilanjutkan dengan peristiwa pengajaran Yesus kepada Nikodemus tentang lahir baru. Filipus dan Andreas masih adajuga saat Yesus bertemu Nikodemus. Pasal selanjutnya (pasal 4) adalah pertemuan Yesus dengan perempuan Samaria. Filipus dan Andreas jugaada dengan Yesus. Di pasal 5, Yesus berjalan menuju kolam Betesda yang bertemu dengan seorang lumpuh selama 38 tahun, dan Yesus melakukanmujizatNya. Di situ Filipus dan Andreas ada. Tetapi di pasal 6 Filipus dan Andreas masih belum percaya bahwa Yesus bisa mengadakan tanda heran dan mujizat untuk memberi makan 5000 orang.

Prinsip Firman Tuhan: 

1. Golongan orang-orang yang tidak percaya mujizat. Ada orang-orang yang memutuskan untuk menyerah dan tidak berdoa pada saat kondisi mustahil untuk dipulihkan. Filipus masih meragukan kemampuan Yesus mengadakanmujizat, padahal di pasal-pasal sebelumnya Filipus melihat sendiri bagaimana Yesus mengadakan tanda-tanda heran dan mujizat. Seharusnya Filipus percaya bahwa roti seharga 200 dinar di tangan Tuhan Yesus akan menjadi mujizat besar untuk memberi makan 5000 orang. Perkataan Filipus justru kontra indikasi dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya. Begitu pula dengan Andreas, yang meragukan kemampuan Yesus untuk bertindak ajaib. 

2. Golongan orang-orang yang mengalami mujizat tetapi masih ragu-ragu. Contohnya adalah Musa (Kel. 4:1-10). Pasa saat Tuhan memanggil Musa untuk membebaskan bangsa Israel di perbudakan Mesir, Musa menolak karena dia merasa berat mulut dan lidah. Musa sebenarnya dipilih langsung oleh Tuhan, bukan lewat suara terbanyak. Tuhan memberi Musa 3 mujizatawal, tapi Musa masih ragu-ragu.

3. Golongan orang-orang yang percaya dan merindukan mujizat. Golongan ini bisa dipakai Tuhan nantinya untuk menolong banyak orang yang memerlukanmujizat Tuhan. Contoh: Petrus (Luk. 5:1-7). Petrus taat pada perkataan Yesus untuk menebarkan jalanya di sisi kanan perahu. Akibatnya, Petrus langsung mengalami mujizat, ikan yang sangat banyak didapatkan dan bahkan bisa mengisi perahu murid-murid yang lain. Petrus tidak egois dan menjadi berkat bagi perahu yang lain. Bila kita berjalan bersama Yesus, maka apa yang tidak pernah kita pikirkan, Tuhan akan sediakan (Kis. 2:22).

Amin.Tuhan memberkati!

4
Des 2022
Bp. Natanael Sugiarto
27
Nov 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
20
Nov 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
13
Nov 2022
Bp. Bambang Sulistyo