Ringkasan Khotbah

16
Okt 2022
Daniel 1:3-8
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Apakah Anda pernah merasa aneh/asing ketika berada di tengah-tengah kumpulan orang yang hidup dengan nilai kebenaran berbeda? Apakah pernah terlintas dalam pikiran Anda: "gara-gara nilai kebenaran yang saya anut, saya merasa jadi orang luar bagi kelompok orang itu"? Apakah pernah tergoda untuk meninggalkan nilai kebenaran Firman Tuhan hanya untuk menjadi sama dengan orang-orang yang tidak hidup di dalamnya? Di sinilah "ketetapan hati/strong determination" untuk hidup dalam nilai Firman Tuhan sedang diuji.

Kita akan melihat ketetapan hati seorang anak Tuhan untuk hidup dalam nilai kebenaran Firman hingga hidupnya menjadi terang bagi banyak orang. Kita akan membaca Firman Tuhan dalam Kitab Daniel 1:3-8. Pada zaman dahulu, ketika para raja berperang untuk meluaskan daerah kekuasaan mereka, sangat lazim bagi mereka untuk mengangkut penduduk berbagai negeri yang mereka kalahkan ke tempat lain agar kerajaan-kerajaan yang dihancurkan tidak dapat pulih kembali dan juga agar penduduk yang bercampur dengan berbagai bangsa lain akhirnya mengalami percampuran dan perubahan budaya dan menjadi sebuah bangsa yang baru. Bangsa-bangsa itu kehilangan identitas mereka dan memiliki satu identitas yang baru bagi mereka semua. Demikian pula Raja Nebukadnezar meluaskan daerah kekuasaannya dengan menyerbu banyak Kerajaan di sekitarnya. Dan setiap kali ia mengalahkan sebuah kerajaan, ia akan mengangkut penduduk yang tersisa untuk dipindahkan ke tempat lain dengan tujuan agar kerajaan itu tidak bisa pulih kembali dan mereka hidup dengan budaya baru. Ketika Kerajaan Yehuda dihancurkan, ia mengangkut sangat banyak penduduknya ke Babel, hanya sedikit yang ditinggalkan di reruntuhan Yehuda. Lalu ia memerintahkan kepala istananya untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan. Para keturunan raja dan kaum bangsawan jelas akan diikuti/diteladani oleh rakyat Yehuda yang diangkut ke pembuangan. Lebih mudah bagi Nebukadnezar untuk mengubah budaya rakyat ketika rakyat melihat para pemimpinnya menjalani hidup dalam budaya baru.

Nebukadnezar sedang berusaha merubah kultur mereka. Kultur/Budaya: Cara hidup yang berkembang dan dimiliki oleh seseorang atau sekelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Cara hidup ini terbentuk dari kebiasaan yang telah sangat lama dilakukan dan akhirnya diterima sebagai sebuah kebenaran yang diterima secara umum. Pada akhirnya keputusan dan tindakan yang mereka perbuat jelas didasarkan pada budaya yang mereka anut. Orang-orang yang hidup di dalamnya tidak lagi berpikir apakah budaya yang mereka anut itu sehat secara logika atau tidak. Ada 4 nama yang disebutkan di sini: Daniel, Hananya, Misael, Azarya. Program untuk merubah kultur mereka selama 3 tahun adalah: Diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim, dibiasakan untuk memakan ransum raja Babel, bekerja pada raja (tinggal dekat), merubah nama mereka dengan nama-nama berhala Babel, dll. Namun Daniel berketetapan hati untuk tetap hidup dalam nilai kebenaran Tuhan. Ia tidak membiarkan dirinya "dicuci otak" oleh raja Babel. Ia sadar bahwa jika ia dan 3 teman bangsawannya meninggalkan nilai kebenaran Tuhan maka mereka akan menyebabkan kehancuran yang lebih berat pada bangsa yang harus mereka pulihkan.

Daniel menolak memakan ransum yang biasa dimakan oleh raja sendiri. Kitab Daniel menunjukkan bahwa ia bukan vegetarian seumur hidupnya. Di luar waktu pendidikan di asrama pejabat dan 3 minggu doa puasa, ternyata ada masa di mana Daniel juga makan daging dan minum anggur (Daniel 10:2-3). Jika ada pendapat mengatakan bahwa Daniel menolak ransum raja karena telah dipersembahkan kepada berhala maka sebenarnya Daniel juga dapat memilih daging yang tidak dipersembahkan kepada berhala untuk dia makan, tetapi waktu itu ia memilih untuk memakan sayuran (dalam arti aneka macam biji-bijian) dan air saja. Lalu kenajisan apa yang ditolak Daniel dan 3 temannya dalam hidangan raja Babel? Dikatakan 2x bahwa raja Nebukadnezarlah yang menetapkan makanan yang harus mereka makan. Jadi itu bukan sekedar makanan yang harus mereka makan, tetapi menjadi sebuah tanda bahwa kesediaan mereka memakannya merupakan sebuah awal ketundukan total kepada raja Babel dalam segala hal, termasuk dalam iman. Terbukti bahwa di kemudian hari Nebukadnezar membuat sebuah patung emas yang harus disembah oleh seluruh rakyat taklukannya, yaitu patung dewa yang ia sembah. Daniel mengerti bahwa Tuhanlah satu-satunya yang layak dan harus ia sembah dan taati. Bahasa, tulisan, nama, cara berpakaian bisa diubah karena itu bukanlah esensi hidup mereka. Tetapi nilai kebenaran yang mereka anut tidak bisa diubah karena ini esensi iman mereka.

Mereka tidak mengizinkan Nebukadnezar merubah kultur mereka dalam arti yang sesungguhnya, yaitu nilai kebenaran Tuhan yang mereka anut sebagai pedoman hidup. Dapatkah Anda melihat ada 2 pengaruh kuat yang berlawanan yang ingin membawa orang Israel ke dua titik yang berlawanan? Menuju nilai kebenaran Tuhan dan nilai hidup keduniawian. Demikian pula dalam hidup kita. Pengaruh mana yang akan kita izinkan untuk mempengaruhi hidup kita? Firman Tuhan diberitakan bukan untuk menyenangkan hati pendengar dengan menunjukkan penampilan yang menarik. Firman Tuhan diberitakan untuk merubah kultur jemaat.

Apa hikmah yang dapat kita petik dari renungan Firman hari ini?

1. Biasakan diri mengenal dan hidup dalam nilai kebenaran Tuhan. Daniel mengenal hati Tuhan dengan benar, jadi ia tahu bagaimana membuat keputusan dengan benar. Pertobatan dan baptisan air bukanlah tujuan akhir kekristenan, tetapi awal perjalanan kekristenan kita. Setelah itu kita harus belajar mengenal hati Tuhan dengan benar lewat pengajaran yang sehat dan merenungkan Firman Tuhan. Kemudian kita harus membiasakan diri untuk mempraktekkan Firman Tuhan. Daniel mengerti bahwa Nebukadnezar sedang berusaha membiasakan Daniel dan kawan-kawannya untuk hidup dalam nilai-nilai kebenaran bangsa Babel. Jika Daniel membiarkan dirinya hidup dalam budaya yang salah maka ia akan menganggap budaya itu sebagai kebenaran meskipun kenyataannya itu berlawanan dengan Firman Tuhan. Itu akan dilihat oleh orang Yehuda dan diikuti oleh mereka begitu saja (Imamat 18:3). Tuhan melarang pernikahan campuran antara Israel dengan bangsa-bangsa tertentu pada masa itu karena sebuah alasan, yaitu pernikahan akan mendatangkan pengaruh buruk yang kuat yang akhirnya akan merubah kultur mereka sesuai dengan kultur berdosa bangsa-bangsa itu (Ulangan 7:3-4). Contoh: Salomo (1 Raja-raja 11:1-6). Perhatikanlah dengan siapa Anda bergaul erat (1 Korintus 15:33).

2. Tetapkan hati untuk hidup dalam nilai kebenaran Tuhan. Dalam usahanya untuk memelihara ketetapan hati jelas tidak mudah bagi Daniel, banyak godaannya: Kenikmatan, Penerimaan, Kemudahan, dll. Kata “berketetapan” dalam ayat 7 tidak dimaksudkan bahwa Daniel hanya melakukannya satu kali dan selesai. Tenses yang dipakai pada kata itu (Qal Imperfect) menunjukkan adanya kebiasaan (habit) dalam diri Daniel. Ia setiap hari melakukannya hingga menjadi sebuah kebiasaan dan bahkan budaya. Apakah godaan yang Anda hadapi untuk tetap hidup dalam nilai kebenaran Tuhan? Yohanes 8:31-32. Simson tidak konsisten menjaga rahasia kekuatan fisiknya (Hakim-hakim 16:16-18). Biasakan diri mengenal dan melakukan kebenaran Tuhan, ketika mengadapi godaan tetapkan hati untuk hidup dalam nilai kebenaran Tuhan.

Amin.Tuhan memberkati!

4
Des 2022
Bp. Natanael Sugiarto
27
Nov 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
20
Nov 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
13
Nov 2022
Bp. Bambang Sulistyo