Ringkasan Khotbah

2
Okt 2022
Kejadian 1:28
Bp. Bambang Sulistyo

Pada zaman yang semakin maju ini terasa lebih sulit untuk manusia bersosialisasi dengan sesamanya, di tengah kemajuan teknologi dan hasil dari revolusi industri malah makin banyak orang menjadi nyaman dengan dirinya sendiri dan handphone-nya. Dalam menghadapi era industri 4.0 ini, dibutuhkan manusia yang profesional, kompetitif, dan kompeten. Dengan adanya internet, ada banyak hal yang berkembang dan berubah sehingga membuat tatanan masyarakat juga berubah. Internet telah menjadi bagian hidup manusia. Inti dari era Society 5.0 adalah untuk mewujudkan semua masyarakat menikmati hidup secara maksimal. Pertumbuhan ekonomi dan perkembangan teknologi adalah tujuan utama.

Dengan berbagai kemudahan yang kita rasakan saat ini berkat revolusi industri, satu hal yang menjadi tantangan adalah jangan sampai kita melupakan Firman Tuhan sebagai yang utama dalam hidup kita. Kita menikmati kemajuan yang ada namun kita juga harus menjadi manusia yang berkompeten dalam mencintai Tuhan dan Firman-Nya. Kemajuan zaman tidak bisa kita cegah namun kekuatan Firman dan cinta Tuhan tetap nomor satu.

Mandat Allah kepada gereja:

1. Siap sedia memberitakan Firman apa pun kondisinya (2 Timotius 4:2-3). Paulus menasihatkan Timotius untuk selalu siap sedia memberitakan Firman. Akan ada waktunya orang tidak mau mendengar Firman, namun Firman tetap harus terus diberitakan.

2. Amanat Agung (Matius 28:19-20). Murid mengikuti langkah gurunya, bukan mencari jalan pintas. Orang percaya harus diajari untuk mengikuti jejak kaki Tuhan.

Bagaimana caranya agar kita tetap hidup di dalam Tuhan di tengah-tengah zaman post modern ini?

1. Cintai Tuhan dengan sungguh-sungguh.

2. Cintai Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh.

Mari kita didik dan ajarkan kepada anak-anak kita, kepada generasi selanjutnya, untuk mencintai Tuhan dan Firman-Nya dengan sungguh-sungguh. Amin. Tuhan memberkati!

4
Des 2022
Bp. Natanael Sugiarto
27
Nov 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
20
Nov 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
13
Nov 2022
Bp. Bambang Sulistyo