Ringkasan Khotbah

25
Sep 2022
Matius 26:41
Daniel Sugianto (Lumajang)

Bapa sangat merindukan agar setiap kita, anak-anak-nya, memiliki pribadi yang kuat dalam menghadapi tantangan-tantangan dalam hidup kita. Firman-Nya telah memberitahukan pada kita bahwa setiap kita telah ditetapkan lebih dari pemenang, karena itu kita harus memiliki pribadi yang kuat di dalam Tuhan. Kita ditetapkan untuk menjadi garam dan terang di tengah-tengah dunia. Pribadi yang kuat tentunya berbicara tentang peran perorangan, misal: jika dalam keluarga ada seorang ayah, orang tersebut harus menjadi pribadi seorang ayah yang kuat. Menjadi pribadi yang kuat juga berbicara tentang proses yang terus menerus, melalui setiap peristiwa yang kita hadapi dalam kehidupan kita sampai akhirnya nanti. Mengapa kita harus menjadi pribadi yang kuat?

1. Karena setiap saat Iblis menyerang kita. Selama kita hidup di dunia ini ada kuasa Iblis yang selalu mengintai kita dan bersiap menyerang agar kita jatuh. Kita harus berjaga-jaga (1 Pet. 5:8).

2. Karena kita dalam peperangan yang hebat. Di akhir zaman ini waktunya tidak lama lagi, Tuhan pasti datang untuk kedua kalinya (Wah 12:12b). Kalau kita lengah terhadap serangan Iblis, kita bisa menjadi putus asa dan menjadi pribadi yang lemah, bisa-bisa kita menjadi binasa untuk selamanya. Perjuangan kita menghadapi tantangan-tantangan bukan dengan darah dan daging, peperangan yang kita hadapi melawan kuasa-kuasa penghulu yang jahat, roh-roh jahat, kuasa kegelapan.

3. Karena menghadapi tantangan hidup yang semakin berat(2 Tim 3:1-5).

Contoh pribadi yang kuat: Kaleb (Yosua 14:10-11). Ciri-ciri pribadi yang kuat:

1. Tetap optimis dan semangat (Bil 13:30-33). Kaleb tidak pesimis seperti sepuluh pengintai lainnya, ia menenangkan hati bangsa Israel. Meskipun kadangkala kita mengalami keterpurukan, namun dalam kondisi ini kita juga tidak boleh tenggelam dan keterpurukan, tapi kita harus bangkit, tetap semangat, tetap berjuang, dan menjadi kuat (Ams 24:16).

2. Tetap percaya janji-janji Tuhan (Yos. 14:9-10, 14). Ketika kita sedang menunggu janji Tuhan digenapi, kadang rasanya tidak mudah, tapi kita harus ingat bahwa janji Tuhan adalah ya dan amin dalam hidup ini. Milikilah keyakinan kepercayaan akan janj-janji Tuhan.

3. Tetap konsisten dalam segala keadaan (Yos. 14:7-11). Setia dan mencari Tuhan bukan hanya pada saat kita dalam masalah atau kondisi yang kurang baik, tapi setia dan mencari Tuhan juga pada masa-masa yang baik dalam hidup kita. Tidak berubah-ubah dan tetap setia melayani, beribadah pada Tuhan. Konsisten dalam jasmani maupun rohani. Menjaga kesehatan tubuh, tidak makan sembarangan, dll. Menjaga kesehatan rohani dengan memiliki hubungan pribadi setiap hari dengan Tuhan, rajin berdoa dan mencari Tuhan.

Amin. Tuhan memberkati!

4
Des 2022
Bp. Natanael Sugiarto
27
Nov 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
20
Nov 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
13
Nov 2022
Bp. Bambang Sulistyo