Ringkasan Khotbah

11
Sep 2022
Yosua 1:9
Bp. Bambang Sulistyo

Kalau Allah memerintahkan agar kita jangan takut dan jangan tidak bersemangat maka di mata Allah berarti kita bisa untuk tidak takut dan bisa bersemangat ketika menghadapi ketakutan dalam hidup kita. Secara kognitif (pikiran) kita bisa saja percaya bahwa Allah menyertai kita, bahwa Allah Imanuel, namun seringkali secara afektif (perasaan) kita tidak percaya dan menjadi bimbang. Hal ini juga yang terjadi pada Yosua ketika ia terpilih untuk menggantikan Musa. Musa dan Yosua sama-sama berasal dari keluarga budak, hanya saja Musa mengalami proses bertumbuh dan mendapat pendidikan di lingkungan istana karena ditemukan dan dirawat oleh putri Firaun. Yosua tidak mendapat pendidikan seperti yang Musa dapat, namun Yosua melakukan hal berbeda yang tidak dilakukan oleh orang Isarel manapun, yaitu Yosua “menempel” pada Musa dan belajar serta melihat langsung bagaimana Musa berdoa pada Allah, bertindak dan berpikir, serat memimpin Israel. Setelah Musa meninggal, Allah memlilih Yosua untuk menggantikan Musa dan Ia berjanji untuk menyertai Yosua. Kita harus percaya dengan seluruh roh, jiwa, dan tubuh kita bahwa Allah menyertai kita (Rom. 1:17).

Mengapa kita harus melakukan perintah: jangan takut dan tidak bersemangat?

1. Melakukan kehendak Tuhan. Segala sesuatu yang kita lakukan dalam hidup kita di bumi ini adalah untuk melakukan kehendak Allah. Karena itu janganlah kita menjadi ragu dan takut ketika kita melakukan kehendak Tuhan sehingga bertentangan dengan nilai dunia. Pilihlah mengikuti kehendak Tuhan.

2. Perjalanan hidup kita masih panjang. Ketika merawat orang sakit yang tak kunjung sembuh, orang yang merawat pun bisa merasa lelah dan capek, menandakan perjalanan yang panjang dan tak pasti. Begitu pula dalam hidup kita ini, perjalanan hidup kita melalui berbagai proses dan keadaan yang tak selalu menyenangkan, bahkan membuat kita capek dan lelah. Tapi pada masa-masa hidup kita ini, kita harus selalu ingat bahwa Allah menyertai kita selalu. Allah tahu persis perjalanan hidup kita, tapi Allah sudah berjanji bahwa Ia tidak akan meninggalkan kita.

Bagaimana caranya agar kita tidak takut dan tetap bersemangat?

1. Gairah mendekat pada Allah (Yos. 1:1). Jangan jadikan mendekat pada Allah hanya sebagai kewajiban agamawi atau rutinitas, tapi haruslah dengan penuh gairah dan kerinduan.

2. Lakukan Firman Allah (Yos. 1:8). Jangan mengabaikan Firman Allah tapi haruslah kita merenungkan dan melakukannya.

Amin. Tuhan memberkati!

18
Sep 2022
Bp. Natanael Sugiarto
11
Sep 2022
Bp. Bambang Sulistyo
4
Sep 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
28
Agu 2022
Bp. Bambang Sulistyo