Ringkasan Khotbah

4
Sep 2022
Matius 26:41
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Beberapa waktu yang lalu, saya bermain menyusun menara kartu dengan teman-teman saya, ternyata tidak mudah untuk menyusun menara kartu, kartu-kartu tersebut bisa roboh di tengah-tengah proses menyusun, bisa karena terkena angin, tersenggol kartu lain, dll. pada akhirnya malah anak-anak mereka yang dengan telaten menyelesaikan membangun menara kartu tersebut. Kalau ingin berhasil menyelesaikan sesuatu sampai tuntas kita perlu kemauan yang kuat untuk berhasil. Strong determination! Tetapi kita semua tahu bahwa niat/kemauan kita bisa berubah di tengah jalan ketika menghadapi kesulitan/menghadapi waktu yang lama untuk mencapai keberhasilan.Kemauan yang kuat muncul dari alasan yang tepat yang membuat kita mau bertahan.Tanpa alasan yang tepat kita akan menyerah di tengah jalan. Tanpa alasan yang tepat tidak akan ada kemauan yang kuat!

Pernah frustasi menghadapi kelemahan-kelemahan dari kedagingan? Pernah bertekad untuk tidak lagi menyerah kepada godaan dosa tapi akhirnya jatuh lagi? Pernah berjanji pada diri sendiri setelah altar call, tetapi ternyata kembali lagi melakukan kebiasaan buruk yang lama? Ada orang-orang yang akhirnya menyerah karena tidak memiliki kemauan yang benar-benar kuat untuk menyelesaikan pertandingan iman dalam kemenangan.

Pernah mencoba menyadarkan orang lain tetapi gagal? Mencoba lagi dengan sabar tetapi gagal lagi? Mencoba lagi dengan sekuat tenaga tetapi hasilnya tidak memuaskan?Pernah membangun pelayanan lalu tidak berhasil? Memperbaiki strategi pelayanan itu lalu gagal lagi? Berusaha mencoba membangun kembali dengan cara lain lalu gagal lagi? Ada orang-orang yang akhirnya menyerah karena tidak memiliki kemauan yang kuat untuk berhasil. Semuanya itu dapat menyebabkan rasa frustrasi, siksaan rasa bersalah dan perasaan gagal yang tidak mengenakkan. Ternyata tidak hanya kita yang dapat mengalami hal seperti itu, banyak tokoh Alkitab pun juga pernah mengalaminya. Contoh:1. Yudas (Matius 27:3-5). 2. Petrus dan para murid. Petrus baru saja bersumpah untuk tidak akan pernah mengkhianati Yesus (Matius 26:35). Tetapi sebelum 24 jam ternyata ia terjatuh bahkan mengkhianati Tuhan Yesus berkali-kali. Niat hatinya yang kuat hancur berantakan (Matius 26:70, 72, 74-75). 2. Paulus (Roma 7:19). Niat hati melakukan yang benar seringkali hancur ketika menghadapi tantangan. 3. Elia (1 Raja-raja 19:4, 10, 14). Betapa sulitnya menjaga kemauan yang kuat meski kita sudah bertekad penuh untuk berubah dan berjuang. Ini merupakan permasalahan banyak orang dari dulu hingga kini.

Ada hikmah yang dapat kita petik ketika kita belajar membangun menara kartu, yang ketika sedikit tersentuh saja atau tertiup angin kartu-kartu itu bisa rontok kembali. Kita harus membangunnya dari awal lagi.Kita dapat melihat bahwa hanya dengan kemauan yang kuat untuk berhasil menyelesaikan dengan tuntas barulah kita dapat menyelesaikannya. Tetapi jangan lupa, Alkitab berkata: "roh memang penurut, tapi daging lemah." Tuhan Yesus tahu persis bahwa daging” adalah sebuah kelemahan yang menjadi masalah bagi semua manusia. Kemauan manusia berubah-ubah.Di taman Getsemani sesaat sebelum Yesus ditangkap, kita melihat bagaimana Tuhan Yesus mengajar kita menjaga kemauan yang kuat (Matius 26:41). Tuhan tahu bahwa tanpa kemauan yang kuat maka murid-murid-Nya akan gagal.Pengajaran ini berlaku bukan hanya bagi para murid di masa itu, tapi juga bagi kita semua di hari-hari ini. Kedagingan kita adalah titik lemah untuk diserang.Strong determination/kemauan yang kuat harus dipelihara agar kita mampu menyelesaikan segala tugas yang diamanatkan kepada kita hingga tuntas.Tidak mudah menyerah ketika menghadapi halangan. Sangat menarik untuk melihat cara Tuhan Yesus menghadapi godaan untuk menyerah dan tidak melanjutkan karya penebusan, Tuhan Yesus mengajak 3 orang murid-Nya untuk ada di dekat-Nya (Matius 26:36-38). Niat hati/determination kadang dapat menjadi lemah dan berubah ketika kita sendirian. Manusia bisa lupa dengan alasan yang membuatnya sanggup untuk bertahan. Yesus membawa Petrus, Yohanes danYakobus. 3 murid yang paling unik di antara semua murid yang dikasihi-Nya ada di dekat-Nya dan itu menguatkan hatinya untuk menyelesaikan karya penebusan. Yang menahan Tuhan Yesus tetap menyelesaikan karya penebusan di kayu salib hingga tuntas bukanlah paku di tangan dan kaki-Nya, tetapi wajah kita semuanya (Matius 26:53-54).

Bagaimana kita dapat memiliki Strong determination?

1. Selalu ingat alasan yang membuat kita berjuang. Berjaga-jaga, jangan membiarkan diri dikuasai perasaan negatif, tetapi ingat alasan mengapa kita berjuang. Selain untuk keselamatan seluruh umat manusia, alasan utama yang membuat Tuhan Yesus terus bergerak dalam kemauan yang kuat adalah penggenapan rencana Allah. Kehendak/perintah Tuhan sebenarnya adalah alasan yang kuat yang mendasari langkah kaki Tuhan Yesus menuju ke Golgota (Yohanes 3:16). Apakah kehendak Tuhan sudah menjadi alasan Anda bertahan danberjuang? Mengapa Daud tetap memilih berjalan dalam aneka macam kesulitan ketika sebenarnya ia bisa mendapat kelegaan instan? Karena ia mengerti dan memilih berjalan dalam kehendak Tuhan (1 Samuel 26:9, 11, 23).

2. Mengandalkan Tuhan dalam doa. Tuhan Yesus memberi teladan kepada para murid untuk mengandalkan Tuhan dalam doa (Yakobus 1:6). Ada sebuah ajaran yang keliru yang mengatakan bahwa apapun yang Anda inginkan harus Anda perkatakan, Anda klaim, lalu Tuhan akan melakukannya untuk Anda. Ini jelas salah.Tuhan tahu mana yang terbaik bagi anak-anak-Nya. Jadi doa bukanlah untuk memaksa Tuhan melakukan apa yang kita inginkan, tetapi sebaliknya menolong kita untuk selalu mempercayai, berserah dan berjalan dalam kehendak Tuhan. Ini artinya mengandalkan Tuhan (Matius 26:39, 42, 44). Jadi berdoalah untuk memperoleh hikmat Tuhan, penyediaan, berkat dan arahan. Ketika kita yakin bahwa kita ada dalam pusat kehendak Allah, ini akan memberi keyakinan bahwa kemenangan ada di depan mata karena Tuhan menyertai kita (2 Samuel 22:30, Keluaran 33:15).

Amin. Tuhan memberkati!

18
Sep 2022
Bp. Natanael Sugiarto
11
Sep 2022
Bp. Bambang Sulistyo
4
Sep 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
28
Agu 2022
Bp. Bambang Sulistyo