Ringkasan Khotbah

28
Agu 2022
Matius 4:13-14
Bp. Bambang Sulistyo

Yesus berkata bahwa kita adalah terang dan garam dunia. Dunia ini sudah rusak sejak Adam dan Hawa berdosa, karen itu Tuhan ingin agar kita menjadi terang dan garam. Kita bisa menjadi garam di lingkungan kita masing-masing, dari lingkup terkecil dimana kita berada. Lalu bagaimana penerapannya dalam hidup kita sehari-hari jika kita ingin menjadi terang dan garam dunia? Menjadi saksi (Kisah 1:8). Saksi adalah orang yang melihat, mendengar, mengalami langsung sebuah peristiwa, bukan rekayasa. Menjadi saksi Tuhan berarti kita merasakan dan mengalami langsung kebaikan yang Tuhan dalam hidup kita. Apa perbedaan menginjil dan bersaksi? Mengnjil yaitu memberitakan Injil/kabar baik yang sudah kita pelajari sehingga ketika orang bertanya tentang siapa Yesus, Tritunggal itu apa, dll. maka kita bisa menjawabnya. Jika kita belum bisa menginjil maka kita bisa bersaksi saja. Bersaksi yaitu menceritakan kebaikan Tuhan yang kita alami, misal: dulu suka mabuk-mabukan sekarang sudah tidak, dll. Alkitab mengatakan agar hidup kita menjadi garam yang sesungguhnya sehingga hidup kita tidak hambar dan tawar sehingga hidup kita bisa menjadi agen perubahan untuk menciptakan keharmonisan (Mar. 9:50). Bagaimana kita bisa menjadi hambar? Jika kita menjadi batu sandungan yang membuat orang kecewa/syak (Yoh. 16:1). Kita menjadi garam yang asin ketika kehadiran kita mendatangkan keharmonisan di manapun kita berada.

Bagaimana supaya kita tidak hambar? Perilaku hambar: 1. Jadi batu sandungan bagi orang lemah, respon: leher diberi batu kilangan dan masuk ke laut. 2. Tangan dan kaki jadi batu sandungan, respon: penggallah itu. 3. Mata jadi batu sandungan, cungkillah itu. Ajaran Yesus tersebut memang sangat ekstrim tapi apa sebenarnya maksud dari ajaran tersebut? Yesus ingin menunjukkan ketegasan agar kita jangan menjadi batu sandungan. Jika kita menyadari hidup kita ada menjadi batu sandungan, maka kita harus bertobat dan mengalami perubahan hidup sehingga kita sungguh-sungguh bisa menjadi garam dan mendatangkan situasi harmonis bagi keluarga kita, rekan-rekan kita, dan bagi orang-orang di sekeliling kita di manapun kita berada. Amin. Tuhan memberkati!

18
Sep 2022
Bp. Natanael Sugiarto
11
Sep 2022
Bp. Bambang Sulistyo
4
Sep 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
28
Agu 2022
Bp. Bambang Sulistyo