Ringkasan Khotbah

26
Jun 2022
Lukas 22:32
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Para murid telah beberapa kali mempermasalahkan tentang siapakah yang terbesar/terhebat di antara mereka. Tuhan telah berkali-kali mendidik mereka agar mereka mengerti bahwa melayani Tuhan bukan soal siapa yang paling hebat, tetapi rupanya mereka belum mengerti juga. Uniknya, pada suatu malam sebelum Tuhan disalib, lagi-lagi murid-murid Yesus sedang bertengkar tentang siapa yang terbesar di antara mereka. Padahal pada waktu itu Tuhan memberitahu mereka bahwa Ia akan ditangkap, dianiaya, bahkan disalib untuk menebus dosa manusia.Malam itu, dalam pertengkaran di antara mereka, Tuhan mengajar mereka kembali dengan sabar  agar mereka benar-benar mengerti bahwa mereka tidak boleh menyombongkan diri.Tuhan Yesus berkata bahwa Ia menghargai kesetiaan yang telah mereka buktikan untuk mengikuti Dia, dan Tuhan akan memberikan penghargaan khusus bagi mereka di surga kelak (Lukas 22:28-30). Tuhan Yesus sedang mengajar para murid bahwa sebenarnya mereka adalah orang-orang yang telah membuktikan diri setia melayani, tetapi mereka akan menghadapi sebuah keadaan yang demikian menggoncang iman mereka agar mereka mengerti bahwa mereka tidaklah sehebat yang mereka sangka. Tujuan dari pengajaran ini adalah agar mereka mengerti bahwa menyombongkan kehebatan mereka adalah sebuah hal yang salah (1 Korintus 10:12).

Di antara 12 murid utama Tuhan Yesus ada 3 yang paling dekat, yaitu Petrus, Yohanes dan Yakobus. Tuhan berbicara kepada Petrus bahwa iblis berusaha keras untuk menjatuhkan imannya yang ia kira hebat”.Tuhan Yesus berdoa kepada Bapa agar iman Petrus tidak gugur, artinya agar ia dapat bangkit kembali dari kesalahannya. Dan jika suatu hari nanti Petrus sudah insaf, ia harus menguatkan anak-anak Tuhan.Mari kita lihat makna di balik kata insaf”: Kata insaf” adalah kata serapan dari bahasa Arab. Istilah Yunani aslinya adalah EPISTREPHO: berbalik dari jalan yang salah.Insaf: Adjektiva (kata sifat), artinya:1. Sadar akan kekeliruannya dan bertekad akan memperbaiki dirinya. 2. Sadar (akan). 3. Mengerti benar (akan). 4. Yakin benar (akan).Dalam kata insaf tersembunyi makna: Pernah salah lalu menyadari bahwa ia berbuat salah lalu bertobat.Jadi Petrus perlu pengalaman agar ia bisa menyadari kekeliruannya dan memahami ajaran Tuhan.Inilah yang disampaikan Tuhan Yesus kepada Petrus dan murid-murid lain. Mereka perlu pengalaman khusus agar mereka dapat memahami ajaran Tuhan Yesus tentang kerendahan hati.Yesus berkata bahwa Petrus akan mengkhianati Tuhan Yesus sebanyak 3x bahkan sebelum 24 jam setelah ia mengira bahwa dirinya hebat. Tapi setelah ia insaf ia harus menolong yang lain untuk bangkit dari kesalahan.

Apa hikmah yang dapat kita petik dari kisah ini?

1. Untuk membuat seseorang insaf ada beberapa jalan yang dapat dilalui. Ingat bahwa insaf adalah Sadar akan kekeliruannya dan bertekad akan memperbaiki dirinya” atau dapat berarti “mengerti benar (secara mendalam)”. Jalan yang dapat dilalui berupa: A. Pengajaran. Ada orang yang dapat mengerti secara mendalam/paham ketika ia menerima pengajaran.Timotius adalah seorang yang mudah diajar (teachable): 2 Timotius 3:15-17. B. Melihat pengalaman orang lain. Ada orang yang perlu melihat pengalaman orang lain untuk dapat memahami pengajaran yang disampaikan. Kadang kesempatan tidak datang untuk kedua kalinya. Pergunakan kesempatan selagi Tuhan menyediakannya. Belajarlah dari pengalaman Esau.Ada kesalahan yang akibat buruknya masih dapat dipulihkan secara total, namun ada yang hanya dapat pulih sebagian dan juga ada yang tidak dapat dipulihkan (Ibrani 12:16-17). C. Pengalaman pribadi. Ada orang-orang yang baru dapat memahami kebenaran Firman setelah ia mengalami sendiri akibat buruk dari pemikiran yang salah.Inilah sebabnya ada orang mengatakan bahwa: pengalaman adalah guru yang terbaik” dalam konteks bahwa ada orang yang jera/berubah setelah memiliki pengalaman buruk.Petrus perlu mengalami kegagalan agar ia menyadari bahwa ia tidaklah sehebat yang ia kira. Demikian juga murid-murid yang lain. Beberapa kali mereka terus saja mempertengkarkan soal siapakah di antara mereka yang paling hebat meskipun mereka diajar untuk tidak menyombongkan diri. Bangsa Israel pada zaman nabi Yesaya memerlukan pengalaman dihancurkan dan diperbudak lalu ditolong Tuhan agar mereka menyadari kesalahan mereka (Yesaya 1:3). Bukankah kita semua juga demikian?Pemikiran kita bisa berubah karena pengajaran, melihat pengalaman orang lain atau ada juga di antara kita yang baru bisa berubah karena memiliki pengalaman tertentu. Yang menyedihkan adalah jika seseorang telah mengalami berbagai hal yang buruk sebagai akibat dari pemikiran dan keputusan yang salah tetapi tetap tidak mau berubah hingga akhir hidupnya.Jalan yang paling enak untuk menjadi pribadi yang lebih baik adalah cukup dengan pengajaran atau dengan melihat pengalaman orang lain.Lebih baik kita diajar dan mendengar dengan baik lalu paham, atau melihat pengalaman orang lain lalu merenung dan paham.Jangan sampai kita harus mengalami hal yang tidak mengenakkan baru dapat memahami maksud baik dari Tuhan maupun orang-orang yang mengasihi kita. Buka hati untuk berubah selagi masih ada kesempatan.

2. Kasih dan kesabaran Tuhan harus kita hargai. Tuhan Yesus memberi kesempatan kepada Petrus agar ia dapat memahami bahwa ia tidaklah sehebat/sekuat yang ia kira. Tuhan bahkan telah mengampuni Petrus sebelum ia melakukan kesalahan fatal, dan merencanakan pemulihan hidupnya (Lukas 22:33-34). Rupanya dalam hal ini, Petrus baru dapat memahami batas kekuatannya ketika ia mengalaminya sendiri.Pemulihan Petrus: Yohanes 21:17. Ingat Petrus mengkhianati Yesus sebanyak 3 kali, dan sebanyak itulah Tuhan memberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya.Berapa kali Anda membuat kesalahan? Sudahkah Anda memahami letak kelemahan Anda?Sudahkah Anda memahami kasih dankebaikan Tuhan? Bagaimana kita menghargai kasih dan kesabaran Tuhan? A. Kita menghargai kasih dan kesabaran Tuhan dengan pertobatan yang sungguh-sungguh. B. Menguatkan orang lain yang perlu melalui jalan pengalaman. Hormati dan hargai proses pembentukan karakter dalam kehidupan orang lain. Bimbinglah orang lain dengan penuh kesabaran seperti Tuhan sabar membimbing kita. Sabarlah terhadap orang lain seperti Tuhan sabar terhadap kita. Amin. Tuhan memberkati!