Ringkasan Khotbah

19
Jun 2022
2 Tawarikh 20:1-6
Bp. Natanael Sugiarto

Yosafat adalah Raja di Yehuda yang mempunyai kehidupan yang baik dan benar di mata Tuhan. Yosafat belajar dari sejarah Israel di mana raja pertamanya, Saul, tidak taat kepada Tuhan dan berakhir pada kehancuran. Yosafat rindu menyanangkan hati Tuhan, karena itulah ia taat kepada Tuhan dan meghancurkan segala tiang penyembahan berhala. Setiap pagi Yosafat dan imam-imam mengadakan mezbah bagi Tuhan. Yosafat intim kepada Tuhan dan ia juga memerintahkan agar rakyat diajari firman Tuhan. Saat akan ada serangan dari musuh, Yosafat datang mencari Tuhan melalui doa dan puasa.

Hikmat apa yang dapat kita petik dari kisah Raja Yosafat?

1. Mengandalkan Tuhan (ayat 3-4). Dalam bahasa Ibrani, arti kata mengandalkan Tuhan = BATACH, artinya: lebih yakin, lebih merasa aman, lebih mempercayakan sepenuhnya kepada Tuhan. Secara manusia, Yosafat merasa takut menghadapi bani Amon dan Moab karena kekejaman mereka yang akan memotong-motong tubuh musuhnya sebagai persembahan kepada baal. Tapi Yosafat mengandalkan Tuhan dan tidak mengandalkan kekuatan militernya sendiri (Yesaya 31:1). Janganlah kita mengandalkan kekuatan kita sendiri maupun kekuatan dunia. Marilah kita mengandalkan Tuhan dengan sepenuhnya sebagai sumber kekuatan dan pertolongan dalam hidup kita (Yeremia 17:7-8, Matius 7:7-11).

2. Melakukan bagian kita (2 Tawarikh. 20:20). Kita harus mengerti bahwa ada bagian yang harus kita kerjakan dan ada yang menjadi bagian Tuhan. Bagian kita adalah mengusahakan yang terbaik dalam apa yang dapat kita lakukan. Lalu apa yang menjadi bagian Tuhan? Mari kita lihat dalam kisah Yosafat (2 Tawarikh 20:24-28). Yosafat mengajak seluruh rakyat agar memuji dan menyembah Tuhan untuk menghadapi musuh mereka. Tuhan menolong Yosafat secara luar biasa, tanpa harus berperang, Tuhan telah memberi kemenangan bagi mereka. Kalau kita melakukan bagian kita dan hidup mengandalkan Tuhan, maka kita akan mengalami berbagai keajaiban yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita sebagai bagian-Nya (Yesaya 55:12).

Mari kita hidup dengan lebih lagi mengandalkan Tuhan, menjalankan bagian kita dengan baik: bekerja dengan jujur dan disiplin, rumah tangga takut akan Tuhan, hidup kudus kepada Tuhan, melayani sungguh-sungguh kepada Tuhan. Amin. Tuhan memberkati!

26
Jun 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
19
Jun 2022
Bp. Natanael Sugiarto
12
Jun 2022
Bp. Bambang Sulistyo
5
Jun 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.