Ringkasan Khotbah

5
Jun 2022
Efesus 2:1-10
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Ada orang-orang yang demikian bangga dengan produk impor, tetapi melecehkan produk negeri sendiri. Tidak dapat dipungkiri bahwa produk impor memang banyak yang berkualitas tinggi.Tetapi perlu diingat bahwa produk impor tidak selalu bagus, lalu produk dalam negeri juga banyak yang berkualitas bagus.Tidak salah mempergunakan barang impor jika memang kita terberkati olehnya, tetapi kita juga perlu mengingat bahwa aneka macam produksi dalam negeri yang berkualitas tinggi juga banyak.Sebenarnya di mana lokasi sebuah produk dibuat tidaklah menentukan kualitasnya, yang terpenting adalah siapa yang sebenarnya membuat produk itu.Untuk dapat menghasilkan sebuah produk yang berkualitas tinggi dan memberkati banyak orang diperlukan: A. Proses dan waktu yang cukup. B. Dukungan dari masyarakat. Produk bagus jika masyarakat tidak mendukung maka sulit bertahan apalagi berkembang.Menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dan memastikan dukungan masyarakat sangatlah penting.Perlu diingat bahwa semuanya itu membutuhkan waktu agar proses kemajuan dapat berjalan dengan baik.Membuat produk yang bagus perlu waktu yang cukup dan usaha yang keras.Mendidik masyarakat mendukung produksi dalam negeri juga perlu waktu yang cukup serta perjuangan yang gigih.Lalu bagaimana jika di tengah proses meningkatkan kemajuan produk, yang terjadi adalah hujatan, hinaan, makian, bahkan mungkin boikot dari masyarakat? Dapatkah produk yang bagus dihasilkan? Jelas sangat berat untuk membuatnya.Demikian pula di gereja, jika kita hanya bisa menerima orang-orang hebat” dari luar maka kita tidak akan pernah menghasilkan orang hebat dari dalam!Gereja harus menghasilkan pemimpin-pemimpin dari dalam” yang memberkati banyak orang bukan hanya bergantung pada produk impor”.Waktu terus berjalan dan kita harus mendidik, melatih orang-orang yang akan menggantikan kita di kemudian hari. Mempersiapkan generasi penerus yang hebat adalah sebuah keharusan agar gereja dapat melakukan tugas di tengah masyarakat dengan berkelanjutan dan dengan kualitas semakin tinggi sampai Tuhan Yesus datang kedua kalinya.Ingat bahwa suatu hari nanti kita semua akan digantikan orang lain, pertanyaannya adalah sudahkah kita mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas?

Rasul Paulus mengingatkan jemaat bahwa baik Paulus sendiri, para rasul, jemaat Efesus sama-sama memiliki masa lalu yang buruk yaitu hidup dalam perbudakan dosa sebelum bertobat dan menerima Tuhan Yesus. Pada dasarnya mereka semua ada di bawah hukuman dosa, status mereka dahulu sebelum bertobat adalah terpidana mati karena dosa, tetapi Tuhan memberi grasi/pengampunan melalui karya penebusan Tuhan Yesus agar dapat menikmati kebaikan dan kasih Tuhan dalam keabadian. Dalam hidup mereka Tuhan sedang memproses mereka semua menjadi hamba-hamba Tuhan yang hebat.Jadi bahan dasar karya Allah adalah:  Manusia dengan masa lalu masing-masing, proses pembentukannya dimulai dari penebusan hingga pendewasaan, hasilnya adalah mereka menjadi saksi Kristus yang luar biasa.Lalu dikatakan bahwa: Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.Alkitab mengatakan bahwa kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus.Jadi siapa yang sedang berkarya? Allah sendiri! Diciptakan dalam Kristus Yesus! Di negara mana proses pembentukan  itu dilakukan Tuhan bukanlah sebuah masalah besar bagi Tuhan.Tuhan tidak hanya berkarya di negara-negara lain, tetapi Tuhan juga sedang berkarya di Indonesia.

Di sini juga ada banyak hamba-hamba Tuhan yang diselamatkan, didewasakan dalam proses Tuhan untuk menjadi hamba-hamba Tuhan yang luar biasa.

Apa hikmah yang dapat kita petik dari renungan Firman Tuhan hari ini?

1. Tuhan sedang bekerja di tengah kita untuk menghasilkan hamba-hamba Tuhan yang berkualitas tinggi. Orang-orang hebat dalam sejarah Alkitab dihasilkan melalui proses dan waktu yang cukup. Beberapa tokoh Alkitab memiliki masa lalu yang suram, yang tidak diduga Tuhan memiliki rancangan indah dan memakai mereka untuk sebuah kebaikan. Mereka berangkat dari keadaan yang sangat beraneka ragam.Yusuf sudah menunjukkan kehidupan yang baik sejak muda. Tetapi tidak semuanya demikian bukan? Setiap orang punya masa lalu, beberapa diantaranya kelam, memalukan dan terlalu pahit untuk diingat. Namun Firman Tuhan berkata bahwa ketika kita ada di dalam Kristus, kita adalah ciptaan baru dan masa lalu tidak boleh lagi mengikat kita.Masa lalu suram tidak menghalangi karya Tuhan bagi beberapa tokoh Alkitab sebagai berikut: A. Rahab (mantan perempuan sundal) - Yakobus 2:25. Tuhan sanggup mengubah masa lalu yang buruk menjadi masa depan yang gemilang. B. Yefta - Hakim-hakim 11:1-3. Yefta dihina karena asal-usulnya!Perhatikan bagaimana Alkitab menggambarkan siapa kedua orang tuanya.Tidak semua orang lahir dari keluarga baik-baik, tetapi ini bukanlah halangan bagi Tuhan untuk memakainya dengan luar biasa.Jangan minder karena asal-usul kita. Tuhan Yesus mengerti perasaan ini (Yohanes 6:41-42, 59-60). Yefta tidak gegabah dan bertindak sendiri, tapi menaruh pengharapan kepada Tuhan dan melibatkan Tuhan dalam pergumulan yang dihadapinya.  Ia menyerahkan segala masalahnya kepada Tuhan di Mizpa, tempat di mana perjanjian Tuhan ditetapkan.  Akhirnya, Yefta menerima tawaran bangsa Israel dan maju berperang melawan bani Amon lalu ia memperoleh keberhasilan. C. Gideon- Awalnya Gideon digambarkan sebagai seorang penakut (Hakim-hakim 6:11, Hakim-hakim 7:9-11). Gideon pernah memiliki pemahaman yang keliru tentang Allah (Hakim-hakim 6:13). Namun Tuhan mengubah Gideon menjadi seorang pahlawan yang hebat! D. Zakheus- Lihatlah reputasi Zakheus sebelum ia bertobat. Bagaimana masyarakat memandang dirinya? Dapatkah Anda melihat hasil karya Tuhan dalam perubahan hidupnya? Lukas 19:6-8. Selain 4 orang itu kita dapat menambah banyak nama dalam daftar di atas seperti Petrus, Paulus, Markus, dll. Apakah Anda dapat melihat bahwa Tuhan sedang bekerja dalam hidup orang-orang di sekitar kita? Ingat bahwa produk yang hebat dihasilkan melalui proses dan waktu yang cukup. Proses mentoring meliputi pengajaran, pelatihan, evaluasi, koreksi & perbaikan!Semakin banyak jam terbang/waktu berlatih artinya semakin banyak pengalaman. Dapat dilakukan banyak koreksi dan perbaikan.

2. Mari mendukung pekerjaan Tuhan di tengah kita. Dukungan dari kita semua untuk orang-orang yang dilatih oleh Tuhan sangat penting. Bangun sebuah suasana/atmosfer kita semua menghargai karya Tuhan dalam diri orang-orang yang Tuhan tempatkan di dalam hidup dan pelayanan kita.Kita tidak akan mencibir/merendahkan orang-orang yang sedang berada dalam proses Tuhan sebab tindakan ini sama dengan merusak pekerjaan Tuhan dalam kehidupan orang-orang itu.Kita tidak akan membandingkan produk jadi” yang bagus dari tempat lain dengan produk yang dalam proses pematangan” yang ada di tengah kita. Kualitas seorang hamba Tuhan bukan hanya karisma, atau kehebatannya dalam melakukan pelayanan, tetapi juga perlu dilihat dari karakternya.Mengenal karakter seseorang dilihat dari kehidupan sehari-hari.Saat kita terpukau oleh karisma seorang yang berasal dari jauh dalam pelayanan, apakah kita benar-benar telah mengenal karakternya? Sulit mengenal karakter seseorang dari jauh.Terlalu banyak melihat pada kelemahan orang akan menyulitkan kita melihat kemajuan dalam diri mereka (Kisah Para Rasul 15:38-39). Bukankah semua orang tua sangat bahagia ketika melihat bayinya mulai dapat berdiri, merambat, berjalan, dan selanjutnya?Kita perlu menghargai setiap kemajuan kecil yang dibuat oleh saudara-saudari seiman kita dalam hidup dan pelayanan mereka.Gereja ini akan dipakai Tuhan untuk melahirkan orang-orang hebat jika kita membuka diri untuk hal ini. Pencipta lagu yang hebat, pembicara yang hebat, pemusik yang hebat, pendeta yang hebat, pemimpin pujian yang hebat, dll. Amin. Tuhan memberkati!

26
Jun 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
19
Jun 2022
Bp. Natanael Sugiarto
12
Jun 2022
Bp. Bambang Sulistyo
5
Jun 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.