Ringkasan Khotbah

22
Mei 2022
Matius 20:25-28
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

VIP adalah kependekan dari “Very Important Person, maksudnya orang yang sangat penting atau orang besar” atau orang hebat sehingga diperlakukan secara terhormat, dilayani dengan sebaik-baiknya.  Diperlakukan sebagai VIP memang menyenangkan.Tetapi perlu diketahui bahwa keinginan tidak terkendali untuk terus diperlakukan sebagai VIP bisa sangat merusak.Ingin diutamakan, didahulukan, menerima pelayanan terbaik, menerima hormat lebih dari orang lain, dll. Bayangkan bila semua orang ingin diperlakukan demikian.Bukankah dunia bisa menjagai kacau dan penuh pertengkaran?Bagaimana jika di dalam gereja semua ingin diperlakukan demikian?Di mana kerendahan hati sebagai seorang hamba Tuhan?

Yesus memberitahu para murid bahwa Ia akan pergi ke Yerusalem untuk menyelesaikan pelayanan penebusan bagi umat manusia.Kalimat Tuhan Yesus yang dicetak tebal di atas adalah respon yang ditujukan menanggapi permintaan Ibu Yohanes dan Yakobus agar kelak anak-anaknya duduk di sebelah kanan dan kiri Tuhan Yesus. Peristiwa itu memang agak unik. Ketika Tuhan Yesus memberitahu bahwa Ia sedang menuju ke Yerusalem untuk menderita di salib justru murid-murid-Nya berebut soal siapa yang boleh duduk di kursi kekuasaan.Rupanya para murid belum paham bahwa kebesaran Kerajaan Allah diukur melalui pelayanan, bukan kedudukan, jabatan atau kuasa.Peristiwa serupa itu telah mereka lakukan sebelumnya, berebut posisi untuk menjadi yang terbesar (Lukas 9:46). Kata melayani” berasal dari kata diakoneo” yang berarti seorang hamba yang melayani tuannya di meja makan. Menjadi pelayan berarti menjadi budak pada jaman itu, yang hanya bekerja untuk melayani tanpa penghargaan atau bahkan tidak diberi ucapan terimakasih, sebab budak tidaklah memiliki hak demikian.Kerajaan Allah jelas berbeda pandangan dengan dunia ini.Kalau seseorang ingin menjadi “yang terbesar“ atau bisa dikata menjadi Very Important Person” maka orang tersebut harus mau melayani. Jika ingin menjadi orang yang terkemuka harus mau jadi hamba. Maksudnya adalah memiliki sikap hidup melayani dan mengutamakan orang lain. Tanpa sadar kita kadang menyebut diri kita sebagai seorang pelayan Tuhan atau hamba Tuhan, tetapi sikap kita tidak mencerminkan itu. Sebaliknya mungkin gaya kita terlihat seperti petinggi” yang harus dihormati, menginginkan perlakuan khusus, dan bahkan tanpa sadar kita menjadi marah kalau tidak diperlakukan begini begitu. Martin Luther King Jr, pejuang anti diskriminasi di Amerika pernah berkata: Setiap orang bisa menjadi besar karena setiap orang bisa melayani. Anda tidak perlu menjadi sarjana untuk melayani. Anda tidak perlu pandai berkotbah untuk bisa melayani. Anda tidak perlu belajar filsafat, mengenal Plato atau Aristoteles untuk bisa melayani. Anda hanya membutuhkan hati yang penuh kasih, jiwa yang digerakkan kasih untuk melayani”.Ada banyak kesempatan yang dapat kita pergunakan untuk menjadi matang dalam proses pembentukan karakter.Ini terjadi dalam : Pelayanan, kehidupan sehari-hari seperti ketika antri, dll.

Apa hikmah yang dapat kita petik dari Firman Tuhan yang kita baca?

1. Yang terbesar dalam pandangan  Kerajaan Allah bukanlah yang dilayani tetapi yang melayani (Lukas 22:24-27). Kita adalah hamba-hamba Tuhan, kita berusaha membalas kasih Tuhan yang tidak terbalas, jadi kita sedang melayani Tuhan melalui pelayanan kepada sesama, maka kita tidak sedang mencari penghargaan dan pengakuan dari manusia.Sebagai hamba Tuhan, maukah kita memperlakukan orang lain sebagai VIP? Filipi 2:3. Melayani dan memberkati orang lain melalui perkataan kita.Melayani dan memberkati orang lain melalui perlakuan dan tindakan kita (Ibrani 13:15-16). Bagi yang ingin terlibat di dalam pelayanan, pastikanlah kita mempersiapkan hati kita selalu benar di dalam pelayanan.Jangan bersikap bossy” tetapi jadilah rendah hati (1 Petrus 5:3). Tuhan Yesus memberi teladan untuk melayani. Jika Tuhan yang adalah Pribadi terhebat di alam semesta melayani kita, bagaimana sikap kita seharusnya?Mari meneladani Tuhan Yesus.Saat pulang nanti mari berlatih melayani, di rumah, di tempat kerja, di tengah lingkungan pergaulan, di dalam pelayanan, dll.

2. Bertahanlah dalam proses pembentukan karakter seorang VIP. VIP sejati adalah yang memiliki kerendahan hati. Yang bertahan hingga proses selesai akan menghasilkan karakter yang matang.Ketika tidak diperlakukan sebagai VIP apakah kita menjadi marah, tersinggung, lalu meninggalkan proses pembentukan karakter tersebut? Persiapkan hati dan pikiran agar tidak gagal di tengah proses pembentukan karakter.Lot memilih keluar dari proses Tuhan, akibatnya sangat fatal (Kejadian 13:11-13). Daud bisa saja keluar dari proses pembentukan karakternya, tetapi ia memilih untuk terus bertahan.Untuk kedua kalinya Daud membiarkan Saul hidup (1 Samuel 26:9). Banyak tokoh dalam Alkitab yang harus melewati proses pembentukan dari Tuhan, dan ketika mereka setia dan taat ketika diproses hidup mereka menjadi sangat luar biasa.  Yusuf:  dimasukkan ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya lalu dijual sebagai budak di Mesir, difitnah dan dipenjarakan.  Namun ia tidak memberontak kepada Tuhan atau mengeluh, ia tetap percaya dan setia mengikuti alur Tuhan sehingga pada saat yang tepat kemuliaan Tuhan dinyatakan atas kehidupan Yusuf.Tuhan membentuk kita menjadi VIP sejati. Amin. Tuhan memberkati!

26
Jun 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
19
Jun 2022
Bp. Natanael Sugiarto
12
Jun 2022
Bp. Bambang Sulistyo
5
Jun 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.