Ringkasan Khotbah

17
Apr 2022
Ibrani 12:2-3
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Untuk menyelesaikan tugas yang telah ditetapkan oleh Bapa guna menyelamatkan manusia, Tuhan Yesus harus mengalahkan godaan untuk menghentikan karya-Nya di tengah perjuangan yang datang baik dari luar maupun dari dalam Diri-Nya dalam wujud Manusia. Dari luar: hinaan, tuduhan, serangan secara fisik dan mental. Dari dalam: perasaan dan keinginan jika diperbolehkan” karya penebusan dibatalkan saja (Matius 26:42-46). Tuhan Yesus mengalahkan keinginan dalam Wujud kemanusiaan-Nya.Ia menghadapi tugas dengan bulat hati. Ia tidak dapat ditundukkan oleh keinginan dalam kemanusiaan-Nya (Ibrani 4:15). Karena mengalahkan godaan-godaan itu maka Ia dapat menyelesaikan karya keselamatan hingga tuntas (duduk di sebelah kanan Bapa). Ia menahan serangan yang sangat hebat bahkan hingga di kayu salib. Sekujur tubuh-Nya penuh bilur bekas cambukan, kepala-Nya dimahkotai duri, di atas kepala-Nya ditulis kalimat hinaan “inilah Raja orang Yahudi”, orang-orang yang menyalibkan-Nya mencemooh dan menantang-Nya untuk menyelamatkan Diri-Nya sendiri, bahkan kedua orang yang disalib bersama-sama Dia turut mencemooh-Nya meskipun mereka adalah penjahat kelas berat, meskipun pada akhirnya salah satu di antara kedua penjahat itu bertobat.Ia bertahan dalam tugas itu hingga titik akhir. Ia berkata: “Sudah selesai”. Demikian pula dengan kita, jika terpengaruh oleh godaan kita bisa saja tidak menyelesaikan tujuan atau tugas yang harus kita selesaikan, tidak melakukan Firman Tuhan secara utuh.Godaan dari luar tidak dapat kita kendalikan, yang bisa kita kendalikan adalah yang berasal dari dalam diri kita sendiri, yaitu perasaan dan keinginan.

Bagaimana kita dapat menyelesaikan tugas ataupun sasaran yang ditetapkan dalam kehidupan?

1. Hidup dipimpin Firman, bukan perasaan dan keinginan. Iman = Mempercayai apa yang Tuhan katakan, dasarnya jelas yaitu Firman Tuhan. Berbeda dengan optimisme yang adalah: yakin bahwa sesuatu yang diharapkan akan terjadi. Dasar optimisme tidak jelas yaitu perasaan yakin itu sendiri. Jika hidup kita dipimpin oleh keinginan maka apa bedanya kita dengan binatang? Manusia dikaruniai logika untuk mengenali kehendak Tuhan dan mengalahkan perasaannya (Roma 1:28-32). Mengalahkan perasaan dan keinginan bukanlah hal mudah, ini sangat sulit. Tetapi bukankah membiarkan diri dikuasai perasaan dan keinginan akan mendatangkan kehidupan yang jauh lebih sulit nantinya? Akankah Anda terus membenci dan memusuhi orang-orang yang menyakiti hatimu? Perasaan dan keinginan mendorong Anda membenci dan membalas terus-menerus, akankah Anda mengalahkan kedagingan dengan cara menuruti Firman Tuhan? Akankah Anda terus hidup dikuasai keinginan yang tidak mengenal kata puas?

2. Selalu mengingat pengorbanan danperjuangan Kristus bagi keselamatan kita. Banyak orang menyebut diri baik hati (Amsal 20:6). Melakukan yang baik adalah tahap awal, terus berbuat baik meskipun sulit itu memerlukan ketekunan. Tekun = Terus melakukan meskipun sulit, meskipun tidak lagi ingin melakukannya.Apa yang membuat Tuhan Yesus bertahan di kayu salib? Apakah paku di tangan dan kakiNya? Tidak! Ia bisa saja memusnahkan semua umat manusia saat itu, tetapi Ia tidak melakukannya (Matius 26:52-54).

Apa yang membuat-Nya bertahan di kayu salib?

•  Ia mengerti hati Bapa yang sangat mengasihi manusia (anak-anak-Nya), dan bahwa hanya satu jalan yang ada untuk menyelamatkan manusia, yaitu di kayu salib. Hati Bapa adalah kekuatan dan alasan terkuat untuk Ia menyelesaikan tugas-Nya! Yohanes 3:16.

•  Selain itu wajah-wajah kita semua yang terbayang di benak-Nya menjadi kekuatan dan alasan yang kuat untuk menyelesaikan tugas-Nya.Ia sangat mengasihi kita! Ingatlah bahwa di Taman Getsemani hingga sampai di Golgota ada wajah-wajah kita semua di dalam benak Tuhan Yesus dalam kemahatahuan-Nya. Itu semua adalah kekuatan dan alasan Ia menyelesaikan perjuangan-Nya menebus kita semua.

Temukan kekuatan dan alasan untuk terus berjuang maju menghadapi aneka macam tantangan hidup. Ketika berada di tengah perjuangan sendirian godaan untuk menyerah sangat besar, tetapi jika melihat ada orang yang tetap bertahan itu akan sangat menguatkan kita untuk juga bertahan, apalagi jika kita melihat Tuhan kita bertahan dan mengalahkan godaan, itu adalah kekuatan yang sangat kuat. Kita diciptakan segambar dan serupa dengan Allah, untuk menaklukkan aneka macam tantangan. Kehadiran-Nya menguatkan, kasih-Nya memulihkan, pertolongan-Nya memberi harapan, kesabaran-Nya. Yesuslah sumber kekuatan kita, dan Yesuslah alasan untuk kita tetap bertekun. Ingatlah teladan yang diberikan Tuhan kepada kita agar kita tetap kuat saat rasanya ingin menyerah. Hiduplah dalam pimpinan Firman Tuhan, bukan pikiran dan perasaan. Selalu ingat pengorbanan dan perjuangan Tuhan yang sangat mengasihi kita. Amin. Tuhan memberkati!

26
Jun 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
19
Jun 2022
Bp. Natanael Sugiarto
12
Jun 2022
Bp. Bambang Sulistyo
5
Jun 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.