Ringkasan Khotbah

23
Jan 2022
Efesus 6:10-12
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Salah satu prinsip penting untuk memenangkan sebuah peperangan adalah mengenali siapa musuh kita.Jika kita bisa melihat dan memahami dengan baik siapa musuh kita, maka peperangan itu dapat kita hadapi dengan lebih mudah. Sebaliknya, jika kita hanya memiliki sedikit informasi tentang musuh kita, maka jelas sekali akan sangat sulit bagi kita untuk menang dalam pertempuran. Atau dengan ilustrasi yang lain: Jika kita mengetahui semua pertanyaan yang harus dijawab sebelum waktu ujian tiba, maka ujian itu akan lebih mudah untuk kita hadapi. Ketika para ilmuwan mengetahui mikroorganisme penyebab berbagai macam penyakit infeksi, maka mereka dapat menemukan obat yang efektif untuk mengalahkannya. Ketika mereka menemukan akar masalah dari sebuah kelemahan tubuh, maka mereka dapat menemukan cara untuk menyembuhkannya. Demikian pula dengan kehidupan rohani kita, jika kita dapat melihat dan memahami siapa musuh kita maka kita dapat memenangkan pertempuran rohani yang harus kita hadapi. Apakah kita dapat berperang dalam kegelapan dengan mudah? Dapatkah kita mengalahkan musuh kita jika kita tidak dapat melihatnya/memahaminya dengan baik? Perang yang sangat sulit dihadapi adalah perang dalam ketidaktahuan tentang mana kawan dan mana lawan. Jangan-jangan di tengah kegelapan, Anda malah melukai orang yang seharusnya menjadi kawan Anda.

Ayub tidak mengetahui sumber segala masalah yang dihadapinya. Ia sadar telah menjalani hidup yang berkenan di hati Tuhan, tetapi ia bingung mengapa ia menghadapi pergumulan berat yang datang bertubi-tubi dalam hidupnya. Akibatnya: Ketika ia bertanya kepada Tuhan tentang mengapa ia harus mengalami semuanya itu, hampir saja ia salah menilai Tuhan. Jika ia terus salah menilai Tuhan maka hanya soal waktu ia akan mengarahkan tuduhan kepada Tuhan. Perasaan yang Ayub rasakan: Ayub 30:20-21. Tuhan menegur Ayub dan mengajar Ayub tentang apa yang sesungguhnya terjadi. Tuhan memberitahu Ayub bahwa tanpa ia ketahui ia sedang diserang roh jahat yang menuduhnya hanya setia karena diberkati dan dilindungi Tuhan.Ayub bertobat: Ayub 42:5-6.

Ketika manusia tidak mengetahui peperangan yang sedang ia hadapi, ia akan mengarahkan serangan tanpa arah dan serampangan, siapa saja yang ada di sekitarnya akan diserang dalam kepanikan dan ketakutan (1 Yohanes 2:9-11). Banyak rumah tangga hancur, persahabatan rusak, pelayanan berantakan, terjadi karena serangan serampangan yang ditujukan pada orang-orang yang seharusnya tidak dilukai. Itulah sebabnya Rasul Paulus mengingatkan jemaat Efesus bahwa peperangan mereka bukanlah melawan orang-orang yang mereka kasihi, tetapi melawan musuh yang tidak mereka sadari. Ia mengingatkan jemaat untuk mengenali musuh yang mereka hadapi. Recognize Your enemy! Ini artinya umat Tuhan sedang diajar untuk fokus, melihat dengan jelas musuh yang harus diwaspadai. Jemaat Efesus diajar untuk selalu mengingat anugerah keselamatan besar yang mereka terima dari Tuhan Yesus,  jauh melebihi segala harta benda duniawi. Paulus berdoa agar mereka dapat memahami betapa tinggi dan dalam, lebar dan panjangnya kasih Kristus bagi mereka. Mereka diingatkan untuk: A. Bersatu dan mengalahkan godaan berbuat dosa. B. Hidup sebagai anak terang. C. Berumah tangga dengan tertib serta saling mengasihi, jangan bertengkar dan saling serang. D. Menghormati orang tua. E. Bekerja dengan sungguh-sungguh. F. Berlaku adil kepada orang-orang yang bekerja untuk mereka, dll. Mereka diingatkan bahwa orang-orang yang ada di dalam kehidupan mereka sehari-hari bukanlah pribadi yang harus mereka musuhi, tetapi musuh mereka adalah roh-roh jahat yang bekerja di balik orang-orang dan keadaan, serta waspada terhadap serangan kuasa gelap yang memanfaatkan kelemahan kita.

1. Roh jahat dapat bekerja di balik orang, hal dan situasi tertentu. Berulang kali setan bekerja di balik layar untuk menggagalkan kedatangan Juruselamat. Melalui orang-orang yang berusaha menodai Sara, lalu Ribka, kemudian melalui orang-orang yang membenci orang Ibrani yang diperbudak di Mesir dan upaya genosida, melalui bangsa-bangsa yang penuh kebencian  dan berusaha memusnahkan umat Tuhan, melalui Herodes yang berusaha membunuh bayi Yesus, dll. Tetapi Tuhan kita tidak pernah gagal atau terkalahkan.Roh jahat dapat bekerja di balik orang tertentu untuk melakukan perbuatan tercela dan perbuatan yang merugikan/mencelakai orang lain. Kerasukan iblis tidak selalu harus dalam bentuk terjatuh ke tanah dan meraung-raung, Yudas tampak normal bukan? Yohanes 13:2, 27. Orang yang hatinya telah dikuasai iblis secara total dan mempercayai tipu muslihatnya sebenarnya telah dirasuk/dimiliki sepenuhnya. Ketika seseorang ditipu dan mempercayai penipu itu secara total dan bahkan berpikir bahwa penipu itu adalah yang baik terhadapnya, maka sebenarnya ia telah dimiliki sepenuhnya (posessed). Jadi, jangan benci orangnya, tetapi dosanya. Jangan salah fokus. Mengapa suami isteri saling menyerang? Membenci orangnya/dosanya? Mengapa dalam pelayanan malah bertengkar? Membenci orangnya/kesalahannya? Menyenangkan Tuhan/memuaskan ego? Kejadian 3:4-5. Roh jahat juga dapat bekerja di balik peristiwa tertentu meskipun kedahsyatannya jauh dari apa yang dapat Tuhan lakukan (Ayub 1:15-19). Jangan buru-buru menyalahkan Tuhan ketika melihat bencana. Manusia juga dapat merusak alam dan menimbulkan bencana bukan? Wabah penyakit juga dapat terjadi karena kecerobohan dan sifat manusia yang keras kepala dan susah diatur.Peliharalah alam sebaik-baiknya, bukan merusaknya. Buang sampah pada tempatnya sebagai contoh tindakan menghargai alam pemberian Tuhan.

2. Roh jahat dapat memanfaatkan kelemahan manusiawi kita. Iblis bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung orang Israel (1 Tawarikh 21:1, 3). Daud pernah jatuh dalam dosa kesombongan. Kebesaran dan kekuasaan membuatnya lupa bahwa semua itu adalah berkat Tuhan. Iblis melihat kesempatan ini melalui perkataan dan perbuatan Daud, lalu memanfaatkannya (Kisah Para Rasul 5:3,1 Korintus 7:5). Kenali kelemahan diri kita dan kendalikan lah agar tidak menjadi sebuah kesempatan bagi iblis untuk menjatuhkan kita. Bertobat harus sungguh-sungguh (Efesus 4:25-29). Kenali siapa diri kita yang sebenarnya, akuilah dengan lapang dada, dan membuka hati untuk Roh Kudus menolong kita (Matius 26:41). Kain jatuh karena tidak tahu menghormati Tuhan dan karena kebencian, Bileam jatuh karena serakah, Saul jatuh karena iri hati, Daud jatuh karena nafsu seksualnya, Nabal celaka karena keras kepala, banyak tokoh Alkitab lain yang jatuh karena kelemahan mereka.Mengakui kelemahan dan mengalahkannya adalah sebuah tanda kebesaran jiwa yang luar biasa. Amin. Tuhan memberkati!

8
Mei 2022
Bp. Bambang Sulistyo
1
Mei 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
24
Apr 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
17
Apr 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.