Ringkasan Khotbah

9
Jan 2022
1 Korintus 9:24
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Memiliki tujuanatau purpose untuk dicapai adalah sebuah langkah awal yang baik untuk mencapai keberhasilan, namun sebuah tujuan yang ditetapkan harus diperjuangkan bersama-sama dengan sungguh-sungguh agar tidak hanya sekedar menjadi mimpi tanpa kenyataan. Rasul Paulus dalam pelayanannya harus menghadapi berbagai macam kritikan, meskipun ia berusaha memberi teladan yang luar biasa baik.Sebagai seorang rasul, ia tentu memiliki aneka macam hak yang sebenarnya wajar untuk dia dapatkan, seperti halnya dengan rasul-rasul yang lain. Contoh hak-hak yang bisa didapatkan oleh Paulus: Hak untuk didampingi seorang isteri dalam pelayanan,hak untuk menerima penghasilan/penghidupan ketika melayani sepenuh waktu, hak untuk menikmati kebebasan, dll. Hak-hak itu ditetapkan dan dijamin oleh Tuhan sendiri(Kor. 9:5, Kor. 9:13-14).Dan meskipun Rasul Paulus tidak mengambil satupun dari hak tersebut, ia tetap saja dikritik oleh para hater-nya. Paulus tidak mengambil satupun dari hak itu, karena ia ingin memberi teladan yang terbaik bagi jemaat. Paulus rela untuk hidup menyesuaikan diri dengan orang lain demi pemberitaan Injil dan keselamatan orang banyak(Kor. 9:20-21). Paulus TIDAK mengkompromikan Firman Tuhan dalam fleksibilitasnya. Paulus tidak mengikuti gaya hidup berdosa orang-orang yang sedang diinjili, manakala ia menyesuaikan diri dengan budaya mereka. Dan itu sama sekali tidak mudah! Apapun hal benar yang dilakukannya sepertinya selalu tampak salah di mata orang-orang yang membencinya.Meskipun ia telah dan terus memberi contoh yang baik serta berkorban lebih banyak dibandingkan hamba-hamba Tuhan yang lain, tetap saja ia dikritik oleh para pembencinya.Paulus juga manusia biasa, ia bisa saja jatuh karena pengkritik-pengkritik itu. Ia bisa saja menyerah di tengah jalan dan meninggalkan panggilannya. Ia bisa saja memilih untuk melayani secukupnya saja dan tidak perlu berjerih lelah, namun Paulus sadar bahwaia akan hancur jika ia membiarkan dirinya dikuasai oleh perasaan.

Paulus mengajar dan menguatkan jemaat dengan gambaran gelanggang pertandingan. Dalam bacaan firman Tuhan, Paulus menyampaikan nasihatnya dengan perumpamaan lomba lari. Jemaat Korintus tidak asing dengan kiasan itu karena Korintus adalah tempat pertandingan Isthmia—pesta olahraga pada zaman kuno yang terbesar nomor dua setelah Olimpiade. Kepada orang Korintus yang melek olahraga, ia berbicara dengan ilustrasi atletik. Kepada para cendekiawan di Athena, Paulus mengutip pujangga-pujangga Yunani (Kis. 17:28).Paulus mengajar jemaat untuk meraih puncak kemenangan dalam gelanggang pertandingan.Ada banyak hal yang harus dikalahkan untuk menjadi yang terbaik. Ia mengajar jemaat tentang apa yang akan mengangkat (ELEVATE) mereka ke podium utama Isthmia. Sebagai sebuah gereja, memiliki dan memahami PURPOSE atau tujuan Ilahi sangatlah penting. Namun, itu barulah awal perjalanan.Apa yang kita lakukan selanjutnya akan sangat menentukan:Mengangkat kita mencapai podium Isthmia atau malah gagal mencapainya.Ketika Paulus berkata “larilah begitu rupa sehingga kamu memperolehnya” menyiratkan sebuah kualitas rohani yang patut kita teladani, sehingga kita dapat berada di podium utama Isthmia kita.

FOCUS (FOKUS)Kor. 9:25-26. Fokus itu memastikan kita tidak keluar dari jalur. Kita perlu fokus pada hal-hal yang menunjang kita dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Apa yang menjadi fokus kita akan menentukan hidup kita (Mat. 6:22). Atlet itu bisa bebas makan apa saja, tetapi ketika ia sudah memutuskan untuk berdiri di podium Isthmia, ia akan menolak makanan dan gaya hidup yang tidak sesuai dengan tujuannya.Kita perlu belajar berkata tidak untuk hal-hal yang tidak berkontribusi dalam pencapaian tujuan.Pada saat kita fokus, maka biasanya kehidupan jadi lebih teratur dan tugas-tugas selesai tepat waktu. Pada saat kita fokus kepada banyak hal, kita sebenarnya sudah tidak fokus lagi (Fil.3:13-14). Jika selama ini kita mengerjakan semuanya tanpa prioritas, mulailah mengarahkan diri kepada hal-hal yang paling utama dan atur prioritasnya dengan benar.

PREPARATION (PERSIAPAN)Kor. 9:25,27. Setiap orang yang berlaga di Isthmia ataupun Olimpiade membuka hati dan hidupnya untuk dipersiapkan. Ada video atlet juara dunia yang dilatih sejak masih berumur 3 tahun. Diadilatih dengan keras sampaiberkali-kali menangis, ingin menyerah, dst.Kita melihat sepertinya hidupnya sangat menderita didisiplin sedemikian rupa, tetapi belasan tahun kemudian ia menjadi juara dunia.Kata “menguasai diri” sama artinya dengan disiplin atau penyangkalan diri. Kita butuh orang lain untuk menolong kita mempersiapkan diri dan mencapai performa terbaik kita. Setiap atlet, petinju, atau olahragawan memiliki pelatih. Pelatih akan mengajar, memberi kesempatan untuk praktek, memberitahu kesalahan, mengoreksi, menolong untuk bertumbuh lebih baik, dll. Apakah Anda sudah menyiapkan hati dan hidup kita untuk dipersiapkan dengan baik? Kor. 11:1. Persiapan butuh waktu dan ketekunan. Sebuah wadah yang kecil hanya bisa mengisi kapasitas air yang sedikit, tetapi bila wadah itu besar tentu dapat menampung air lebih banyak. Demikian pula hidup kita.Saat kita mau menyiapkan dengan baik, maka hasil akhirnya juga akan semakin baik (Ams. 19:2). Persiapan dan rencanakanlah segala sesuatunya dengan baik mulai saat ini! Libatkan orang lain untuk terus membimbing dan mendisiplin hidup Anda!Dan jangan pernahlupa untuk selalu meminta hikmat Tuhan, agar semua yang Anda kerjakan selaras dengan kehendak dan rencana-Nya!

DETERMINATION (DETERMINASI/KETETAPAN HATI)Kor. 9:24-27. Di dalam gelanggang pertandingan, hanya mereka yang bertahan sampai akhir yang akan dinyatakan sebagai pemenang dan layak ada di podium. Demikian pula dengan pertandingan hidup, kita hanya akan menang jikalau kita memiliki ketetapan hati yang teguh dan semangat juang yang tinggi. Itulah determinasi! Saat kita memiliki determinasi yang tinggi, kita akan terus bertahan dan berjuang sampai akhir apa pun tantangannya. Banyak orang memulai dengan baik, tetapi tidak memelihara stamina dan kualitas hidupnya dengan baik. Orang-orang yang demikian pada akhirnya akan kehilangan podium kemenangan. Determinasi membuat kita tidak mudah stress, selalu ada damai sejahtera, tidak mudah tersinggung, tetap bergairah, dan selalu memberikan yang terbaik dalam segala keadaan (Filipi 3:13-14, Ams 18:14). Orang percaya yang teguh hatinya di setiap musim kehidupan akan Tuhan jagai dengan damai sejahtera (Yes. 26:3-4). Kondisi hati kita sangat menentukan keberhasilan kita. Tanpa hati yang teguh,kita tidak akan bertahan dengan kesulitan hidup. Ketetapan hati untuk selaras dengan Tuhan memampukan orang percaya untuk konsisten menggenapi tujuan-tujuan yang telah Tuhan tetapkan dalam hidupnya. Amin. Tuhan memberkati!

23
Jan 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
16
Jan 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
9
Jan 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
2
Jan 2022
Bp. Bambang Sulistyo