Ringkasan Khotbah

26
Des 2021
Lukas 2:18
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Tuhan menciptakan manusia dengan tujuan agar manusiadiberkati, berkembang biak, mengelola bumi, dan berkuasa atas ciptaan lain dalam ketundukan pada Tuhan (Kejadian 1:27-28). Tetapi karena ditipu oleh setan untuk memerintah sendiri tanpa Tuhan maka manusia sebenarnya sedang memilih untuk memberontak melawan Tuhan. Itulah sebabnya manusia berdosa. Berdosa (hamartia) = Menyimpang dari tujuan penciptaan tadi. Manusia menjadi: A. Tidak tunduk pada aturan Tuhan. Menentukan sendiri baik-buruk, benar-salah sesuai logika, tetapi juga kepentingan. B. Dalam perbudakan dosa. Manusia menginginkan kebebasan mutlak, atau bebas sebebas-bebasnya. Kebebasan mutlak itu tidak ada.Ingat layang-layang, jika ia melepaskan dirinya dari senar yang terikat padanya, dengan segera ia akan jatuh dan rusak. Itu bukanlah  kebebasan. C. Dikuasai maut. Dalam arti terancam menghadapi kematian fisik dan kekal. Adakah yang tidak berada dalam 3 keadaan tersebut? Semua manusia berada dalam keadaan ini, dan semua manusia memerlukan keselamatan.Tetapi manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri.Apakah Tuhan hanya diam dan berpangku tangan? Tidak! Tuhan peduli dan menolong kita semua. Apa bentuk kepedulian Tuhan?

A. Penginjilan pertama oleh Tuhan sendiri (Kejadian 3:15). Kisah ini diabadikan melalui ritual korban dalam Kemah Suci. Imam besar akan menemui rakyat lalu membawa korban dari lembu/domba/merpati dan masuk ke ruang Maha Kudus lalu kembali keluar dan menyediakan pengampunan bagi seluruh rakyat. Ini menggambarkan Tuhan yang akan menjelma dalam Wujud manusia, menebus dosa kita, naik ke Surga, dan akan datang kembali untuk membawa kita semua masuk ke langit dan bumi yang baru.Kisah ini juga diumumkan oleh para nabi Perjanjian Lama (Yesaya 9:6, Yesaya 11:1-5).

B. Kedatangan Tuhan Yesus menggenapi janji-Nya. Setelah sekian ratus tahun berlalu, malaikat diutus Tuhan untuk menemui para gembala yang sedang menjaga menjaga ternak di padang penggembalaan (Lukas 2:8-10). Matthew Henry berkata bahwa para gembala kemudian memperluas pesan yang mereka dengar dari para malaikat yang telah mereka buktikan kebenarannya kepada orang-orang lain. Dan semua orang yang mendengar mereka keheranan mendengar kisah yang mereka alami.Para gembala itu tidak diam saja. Mereka memberitakan kepedulian Tuhan kepada banyak orang yang lain. Kita memiliki kisah yang sama seperti yang dimiliki oleh para gembala tadi.Ini adalah sebuah kisah yang harus kita ceritakan kepada semua orang.Khususnya pada masa Natal saat ini. Kita semua tahu ada banyak orang yang terluka pada hari-hari ini. Banyak yang merasa bahwa mereka sedang berjuang sendirian, dan tidak tahu bahwa Tuhan mengasihi dan memedulikan mereka.Kita memiliki tugas untuk memberitahu kepada mereka bahwa Tuhan peduli pada mereka semua. Kita harus memberitahu bahwa Juruselamat telah lahir. Kita perlu memberitahu mereka bahwa mereka tidak boleh terus-menerus dikuasai ketakutan.Tuhan telah datang dan berjalan di dunia ini, Ia mati di kayu salib untuk menebus dosa kita semua, dan Ia bangkit dari kematian mengalahkan maut.

C. Kedatangan-Nya yang kedua kali. Dan di dalam Dia ada keselamatan kekal. Dia naik ke surga, seperti Imam Besar masuk ke ruang maha kudus memercikkan darah domba ke tutup pendamaian, lalu datang kembali ke dunia untuk membawa kita semua tinggal dalam pengampunan seperti imam besar keluar kembali menemui rakyat menyediakan pengampunan dari Tuhan (Yohanes 14:1-3).

D. Kepedulian Tuhan dalam pernik kehidupan umat-Nya. Tuhan sangat mengasihi dan peduli pada umat-Nya.Kesaksian seorang pria yang mengalami banyak hal berat namun Tuhan menolongnya dalam semua itu, pria itu bernama Daud bin Isai (Mazmur 138:7). Adanya berbagai macam masalah dan tantangan yang seringkali kita alami, terkadang membuat kita tidak mengerti atau mungkin kita merasa seolah-olah Tuhan membiarkan kita berjalan sendirian. Namun satu hal yang perlu kita ingat Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, Dia tahu pergumulan yang kita alami dan sangat peduli dengan segala persoalan kita, sebab Tuhan akan selalu menyertai kita dalam kondisi apapun. Tuhan tidak pernah berjanji bahwa tidak akan ada masalah dalam hidup anak-anak-Nya, tetapi Ia menyediakan kekuatan dan jalan keluar saat anak-anak-Nya memerlukan-Nya (Ibrani 13:5). Firman ini merupakan jaminan bahwa Ia akan selalu  ada bagi kita termasuk saat kita mengalami masalah. Jadi jangan pernah berfikir kalau kita sendirian dan Tuhan yang kita sembah itu tidak perduli dengan yang kita alami (Yesaya 41:10). Banyak yang tidak mengetahui sebuah fakta bahwa justru Tuhan datang ke dunia untuk mencari kita semua.Ada tangan yang tidak terlihat yang menjaga kita, ada kuasa yang tidak terlihat yang selalu menuntun langkah kita menemukan Kristus pada waktunya. Meskipun langkah kaki kita berjalan di tempat-tempat yang salah, kuasa Tuhan selalu bekerja untuk membawa kita kembali ke jalan Tuhan.Tuhan juga sering menggunakan orang lain untuk mendoakan, menolong, menghibur, menguatkan, memberkati, menjaga kita semuanya. Sehingga kita mengalami sendiri perjumpaan pribadi dengan Tuhan. Bentuk perjumpaan pribadi masing-masing orang dengan Tuhan tentu saja berbeda. Dua orang yang di samping Yesus yang sedang disalib sama-sama melihat Tuhan, tetapi hanya satu di antara mereka yang mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan. Mengapa demikian? Mereka memiliki kualitas hati yang berbeda.Yang satu membuka hatinya, yang lain mengeraskan hatinya.Kita semua juga memiliki sebuah kisah yang harus kita ceritakan kepada semua orang. We have a story to tell! Kita memiliki sebuah kisah untuk diceritakan. Seperti malaikat memberitakan kabar baik, para gembala menceritakan kisah yang mereka alami, kita juga dapat menceritakan kebaikan Tuhan kepada banyak orang. Tugas kita menceritakan, fokus pada tugas ini saja. Entah para pendengar nanti percaya atau tidak percaya, menerima atau menolak bukanlah urusan kita, yang jelas ceritakan dengan santun melalui:

1. Melalui perbuatan kita. Memberitakan kabar baik itu pertama-tama melalui kehidupan kita.Ada yang berkata bahwa hidup kita bagaikan sebuah buku/kitab yang terbuka, setiap orang dapat membacanya, entah mereka membacanya dengan hati-hati atau tidak (Matius 5:14-16). Perbuatan baik di sini maksudnya bukanlah sekedar melakukan perbuatan yang baik” saja tetapi harus disertai dengan sikap hati yang murni dan tulus, dilakukan bukan karena memiliki kepentingan pribadi yang tidak benar.Contoh: Matius 6:3, 1 Timotius 1:3-4Alkitab mengajarkan bahwa orang percaya perlu hidup tertib: bekerja, bersekolah, bergaul, melayani, dll dengan benar sesuai Firman Tuhan. Namun ada yang tidak sadar karena sibuk dengan hal-hal yang mereka anggap keren dan rohani, tetapi membuat mereka kebilangan fokus. Bukan sibuk berbuat baik kepada orang lain untuk menjadi saksi Kristus tetapi malah sibuk menyerang orang lain, orang Kristen lain, gereja lain, dll tanpa sadar bahwa mereka sendiri telah tersesat jauh dari jalan pelayanan.

2. Melalui perkataan kita (Roma 10:14-15). Menjadi saksi Kristus melalui perkataan yang membangun, perkataan yang murni dan benar, perkataan yang bijaksana. Juga menceritakan kabar kedatangan Tuhan untuk mencari umat-Nya yang terhilang.We have a Story to tell.Sekedar menceritakan pengalaman pribadi menerima pertolongan Tuhan hingga menceritakan kabar baik itu luar biasa. Amin. Tuhan memberkati!

23
Jan 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
16
Jan 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
9
Jan 2022
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
2
Jan 2022
Bp. Bambang Sulistyo