Ringkasan Khotbah

21
Nov 2021
Yosua 1:6-9
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Kisah seorang pria yang adalah seorang atlet maraton yang menyelesaikan pertandingannya meskipun dengan keadaan yang sangat berat.  John Stephen Akhwari: The 1968 Mexico City Olympics. Dia tetap menyelesaikan pertandingannya meskipun harus menanggung rasa sakit, lelah, dan nyeri yang luar biasa karena tulang lutut yang meleset dan bahu yang cedera.Mengapa ia melakukan hal itu? Ia berkata: “My country did not send me 11,000 kilometers to start the Olympic Marathon,” he said. “They sent me here to finish it.” Ada sebuah kisah serupa tentang seorang atlet maraton wanita dua puluh tahun kemudian sebagai berikut: Gabriela Andersen-Schiess: The 1988 Los Angeles Olympics. “If they see that it’s not that easy but still we fight through it, even if we don’t win, it shows the spirit of the Olympics,” she said. “It’s not all about just winning.” Mereka adalah orang-orang yang memilih untuk tidak menyerah dalam perlombaan mereka, sesulit apapun keadaan yang mereka hadapi mereka tetap memilih untuk menahan dirinya dan terus berjalan dengan kekuatan yang tersisa hingga melewati garis akhir pertandingan.

Sebagai pelari, tugas mereka bukanlah melulu menjadi juara pertama, tetapi tugas mereka adalah menyelesaikan perlombaan itu. Mereka adalah orang-orang yang melewati garis finish dan menyelesaikan misi mereka. Barangkali terbersit berulang-ulang di dalam pikiran mereka bahwa mereka bisa saja menyerah dan tidak menyelesaikan pertandingan, keadaan fisik dan tantangan dalam perlombaan adalah hal yang berat yang harus mereka taklukkan, tetapi sebelum menaklukkan semuanya itu, mereka harus menaklukkan dirinya sendiri, mengalahkan godaan yang kuat untuk menyerah.

Mari kita melihat bacaan hari ini:Yosua mendapat sebuah perintah dari Tuhan untuk memimpin bangsa Israel memasuki Tanah Perjanjian. Tugas yang ia terima tentu saja merupakan sebuah tugas yang sangat berat. Tuhan tahu bahwa Yosua harus menghadapi aneka macam kesulitan dan tantangan yang ringan hingga berat dan bertubi-tubi di dalam menyelesaikan MISI DARI TUHAN! Di tengah jalan Yosua bisa saja tergoda untuk menyerah dan tidak menyelesaikan misi yang ia terima dari Tuhan. Godaan itu akan datang ketika ia harus menghadapi kesulitan dan masalah yang bertubi-tubi di tengah perjuangan iman nya.Tuhan berbicara kepada Yosua bagaimana caranya Yosua dapat menyelesaikan misi yang ia terima, bagaimana caranya Yosua dapat melewati garis akhir pertandingan imannya. Pesan Tuhan ini tentu saja juga relevan bagi kita agar kita dapat menyelesaikan pertandingan iman masing-masing hingga melewati garis akhir!

1. Komitmen. Perasaan vs komitmen. Komitmen adalah sebuah keteguhan hati untuk menepati apa yang telah dijanjikan atau menyelesaikan apa yang telah ditugaskan meskipun harus mengalami berbagai macam kesulitan, dan meskipun perasaan menginginkan yang sebaliknya. Pernikahan bukan berbicara soal perasaan, tetapi komitmen. Jika Anda menyangka bahwa pernikahan adalah soal perasaan, maka sebenarnya Anda belum cukup dewasa dan siap untuk mengelolanya.Pernikahan bukan untuk anak-anak yang tidak mengerti arti komitmen, tetapi untuk orang dewasa yang benar-benar siap untuk memilikinya! Mengapa perlu komitmen? Pernikahan adalah sebuah perjanjian yang harus ditepati, untuk terus mencintai dan setia dalam segala keadaan. Mengapa orang memerlukan meterai untuk mengisahkan sebuah perjanjian? Mengapa dibutuhkan notaris dan saksi dalam pembuatan sebuah perjanjian? Mengapa orang membuat perjanjian bisnis yang jelas? Semua ini berbicara mengenai komitmen!Kualitas yang diperlukan dari seorang hamba Tuhan adalah komitmen. Pelayanan memerlukan komitmen dalam keadaan apapun.Pemberitaan Injil memerlukan komitmen untuk setia melakukannya dalam keadaan apapun. Perpisahan Paulus dengan penatua jemaat Efesus: Kisah Para Rasul 20:22-24. Ketika seseorang menghargai komitmen dalam sebuah perjanjian, apapun keadaannya ia akan berusaha memenuhi apa yang ia janjikan. Jika ia tidakbisa memenuhi seluruh perjanjian itu, ia akan berusaha memenuhi sebanyak mungkin dengan seluruh kekuatan yang tersisa. Dalam maraton, yang terpenting bukanlah menjadi nomor satu, tetapi menyelesaikan pertandingan hingga melewati garis akhir. Maukah Anda menjadi orang yang menghargai komitmen? Baik dalam pernikahan, pekerjaan, hubungan, pelayanan, dan dalam perjanjian dalam bentuk apapun? Amsal 20:6. Dalam usaha keras mendoakan, berbuat baik, memberkati, memberitakan kabar baik demi menyelamatkan orang-orang yang Anda kasihi, maukah Anda berkomitmen untuk tetap melakukannya meskipun itu tidak mudah? Apa yang menahan Tuhan Yesus tetap di kayu salib sampai Ia menyelesaikan karya penebusan-Nya untuk menyelamatkan kita semua? Komitmen (Yohanes 19:30, 2 Timotius 2:13). Orang benar tidak hidup dikendalikan perasaan, tetapi dikendalikan oleh Firman Tuhan (Roma 1:17). Dikendalikan perasaan = diperbudak oleh hawa nafsu = penderitaan. Hidup dipimpin Firman Tuhan adalah kebahagiaan. Apa yang Anda cari dalam hidup ini? Penderitaan/kebahagiaan?

2. Bertindak hati-hati. Yosua harus bertindak hati-hati agar dapat menyelesaikan tugasnya.Yosua pernah salah, tetapi ia memperbaiki kesalahannya (Keluaran 34:12, Yosua 9:14-17). Dalam  bekerja, membangun hubungan, merawat rumah tangga, dan bahkan memberitakan kabar baik, kita harus berhati-hati dalam melakukannya. Cara yang benar dan waktu yang tepat. Jangan memetik dan memakan buah yang masam, perut Anda bisa bermasalah. Jangan memaksa orang untuk menerima Tuhan secepat yang Anda mau, itu hanya akan merusak pemberitaan kabar baik itu.

3. Selalu ingat penyertaan Tuhan. Mengingat penyertaan Tuhan akan memberi kita kekuatan yang kita butuhkan untuk terus maju dalam pertandingan iman kita.Yohanes 14:3, Matius 28:19-20, Yohanes 14:26-27.

Amin. Tuhan memberkati!

21
Nov 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
14
Nov 2021
Bp. Bambang Sulistyo
7
Nov 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
31
Okt 2021
Bp. Natanael Sugiarto