Ringkasan Khotbah

7
Nov 2021
Matius 9:35-38
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Dua bulan lalu kita telah belajar tentang ministry atau pelayanan, yaitu melakukan tindakan pelayanan praktis atau kebaikan bagi saudara-saudaraseiman dan keluarga kita. Dua bulan ke depan kita akan bersama-sama belajar tentang mission atau misi, yaitu melakukan tindakan-tindakan praktis dalam usaha untuk menyelamatkan jiwa-jiwa dari kehidupan yang dikuasai dosa. Pendek kata, dua bulan ini kita akan belajar tentang penginjilan. Penginjilan bukansemata-mata memberitahu orang lain tentang Tuhan Yesus yang menebus dosa manusia.Untuk memahami esensi penginjilan, mari kita melihat, apa yang Tuhan Yesus lakukan dalam ayat bacaan kita hari ini.

Tuhan Yesus berkeliling ke semua kota dan desa di Israel pada masa itu.Apa yang Ia temui? Banyak orang yang lelah (secara mental, hidup penuh masalah, mengalami kerusakan yang sangat berat/parah). Banyak orang yang terlantar (dicampakkan/tidak diperhatikan) seperti domba yang tidak bergembala (sangat lemah, tidak bisa melindungi dirinya sendiri, tidak berdaya, terancam). Jumlah pekerja (orang yang tulus dan peduli untuk merawat) sangat sedikit, hampir semua orang hanya sibuk mementingkan dirinya sendiri. Mengapa terjadi hal yang demikian? Para rohaniwan pada masa itu tidak benar-benar memperhatikan dan merawat mereka dengan semestinya. Yang mereka pentingkan adalah kehormatan dan ritual keagamaan menurut pemikiran mereka, umat Tuhan diajar untuk mengikuti ritual, bukan untuk memahami hati Tuhan yang tersembunyi di balik semuanya itu.Akibatnya kehidupan umat Tuhan justru jauh dari kehendak Tuhan, ritual diikuti tetapi hati dan hidup mereka tidak pernah berubah, dan celakanya mereka merasa diri sudah benar.Karena memiliki nilai hidup yang salah maka mereka hidup dalam berbagai macam penderitaan, baik itu sakit-penyakit, hubungan yang beracun dan penuh penderitaan, aneka macam kesulitan dan penderitaan karena keputusan-keputusan yang salah (Ulangan 8:3).

Manusia tidak hanya memerlukan makanan jasmani, manusia memerlukan firman Tuhan agar dapat hidup dengan benar.Yesus melihat semuanya itu.Yesus tergerak oleh belas kasihan. Yesus bertindak: mengajar, memberitakan Injil, memenuhi kebutuhan praktis (melenyapkan segala penyakit dankelemahan). Yesus menggerakkan para murid untuk berdoa (memohon agar Tuhan mengaruniakan orang-orang yang terbeban untuk bekerja bersama Tuhan merawat umat-Nya). Yesus menggerakkan para murid untuk melakukan apa yang Ia lakukan. Apakah hati kita tergerak? Akankah kita hanya akan sekedar berpangku tangan? Kita diciptakan bukan untuk hidup bagi diri sendiri, tetapi untuk memberkati sesama. Ini adalah tujuan hidup yang Tuhan tunjukkan.Kita berdosa bukan hanya karena berbuat apa yang dilarang oleh Tuhan. Saat kita tahu apa yang baik yang harus kita lakukan dan mampu melakukannya, tetapi tidak kita lakukan, maka kita berdosa.

Jangan hanya berpangku tangan, miliki hati yang terbeban kemudian bertindak untuk menolong:

1. Berdoa untuk keselamatan orang banyak. Setidaknya, mari kita peduli dan turut berdoa! Setidaknya berdoalah untuk keselamatan jiwa-jiwa. Berdoalah untuk pemberitaan kabar baik di mana-mana. Berdoalah agar orang-orang percaya di mana-mana tidak berpangku tangan, tetapi benar-benar hidup dalam tujuan Tuhan menciptakan mereka. Meskipun kita tahu bahwa di akhir zaman ini kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin, tetapi tetaplah berdoa untuk sebanyak mungkin orang diselamatkan (Matius 24:12-14). Kasih menjadi dingin, manusia peduli dirinya sendiri, dan tidak mempedulikan orang lain (2 Timotius 3:1-5). Doa yang dinaikkan dengan sungguh-sungguh tidak akan sia-sia! Doa bukanlah sebuah kegiatan yang remeh! Banyak hal besar terjadi saat umat Tuhan merendahkan diri dan berdoa (2 Tawarikh 7:14)Ketika melihat orang lain sedang bergumul, kita sadar bahwa mungkin kita tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menolongnya, tetapi kita harus ingat bahwa kita bisa berdoa dengan sungguh-sungguh untuk mereka. Tidak ada orang yang tidak bisa berdoa untuk orang lain.Ini disebut sebagai doa syafaat!

2. Mendukung atau terlibat langsung dalam pemberitaan kabar baik. Apakah kita adalah jawaban doa para rasul? Ada yang terpanggil untuk mendukung, tetapi ada yang terpanggil untuk terlibat langsung. Sesuai panggilan Tuhan bagi masing-masing mari beri diri kita (Lukas 8:1-3). Masing-masing melayani dengan apa yang mereka miliki (Roma 12:6-8).Misi bukanlah sekedar memberitakan Injil kepada orang yang belum percaya, dan penginjilan bukanlah semata-mata memberitahu orang lain bahwa Tuhan Yesus telah menebus mereka dari ikatan dosa. Sebelum memberitakan kabar baik kita harus berbuat baik terlebih dahulu kepada mereka, bisa jadi kita dan teman-teman kita menabur beberapa kebaikan kepada seseorang yang belum percaya, lalu teman kita yang lain yang dipakai Tuhan untuk menolong orang tersebut menerima Tuhan Yesus. Bisa juga teman-teman kita menabur kebaikan bagi seseorang, lalu kita yang dipakai memimpin orang tersebut dalam pertobatan. Mulailah terlibat dalam penginjilan dengan berbuat kebaikan kepada orang lain dengan tulus untuk menyelamatkan mereka. Berbuat baiklah kepada pasanganmu, orang tuamu, anak-anakmu, sahabat-sahabatmu. Lakukan dengan tulus hati untuk kebaikan mereka. Ini adalah sebuah langkah awal untuk menolong mereka mengenal Tuhan Yesus.

Mendukung itu baik, terlibat secara langsung dalam pemberitaan kabar keselamatan juga baik. Namun jangan lupa untuk memberi diri dilatih dan dipersiapkan agar apa yang kita lakukan sungguh-sungguh menjadi berkat bagi orang lain. Ada orang-orang yang dipanggil Tuhan untuk menggerakkan dan melatih orang lain agar benar-benar siap di dalam pemberitaan kabar baik dalam keseharian. Melibatkan diri dalam pelatihan pemberita kabar baik juga sangat baik. Apapun yang kita lakukan untuk menolong banyak orang mengenal Tuhan Yesus sangat dihargai oleh Tuhan. Amin. Tuhan memberkati!

21
Nov 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
14
Nov 2021
Bp. Bambang Sulistyo
7
Nov 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
31
Okt 2021
Bp. Natanael Sugiarto