Ringkasan Khotbah

24
Okt 2021
1 Petrus 4:7-11
Ps. Rizki Madayu, S. S.

Tuhan menghendaki kita untuk melayani Dia. Melayani bukanlah sebuah pilihan namun merupakan kewajiban bagi kita orang percaya. Pertanyaanya, kenapa seringkali orang percaya masih merasa enggan saat diajak terlibat dalam pelayanan? Cara pandang yang keliru akan menyebabkan sikap yang keliru. Jika kita melihat pelayanan sebagai sebuah beban, maka sudah  pasti kita menjadi salah dalam menyikapinya dan merasa enggan untuk melayani. Padahal, tidak ada hal yang baik di dunia ini yang dapat dihasilkan tanpa kita mau repot. Semakin kita mau “repot” maka hasil yang akan kita peroleh akan semakin baik. Bayangkan saja, sejak kita lahir, kita pun sudah merasakan bahwa ada orang tua yang mau repot untuk mengurus dan mengajari kita berbagai hal agar hidup kita lebih baik. Pelayanan seharusnya dipandang sebagai sebuah kehormatan dan bukan sebagai beban.

Kenapa kita harus melihat pelayanan sebagai sebuah kehormatan?

1. Kita dilayakkan untuk menjadi mitra Allah (ayat 10). Apa yang ada pada kita adalah milik Allah. Kita hanyalah pengurus, orang yang diberi kepercayaan dan dititipi untuk mengelola, dan kelak kita harus mempertanggungjawabkannya pada Sang Pemilik. Kita telah dianugerahi kasih karunia Allah untuk boleh melayani Dia. Kita yang sebenarnya tidak layak namun telah dilayakkan oleh Allah, karena itu janganlah kita sampai menjadi lupa diri dan bersikap seenaknya saja saat kita melayani Tuhan (2 Korintus 4:1). Menjadi mitra Allah adalah sebuah kehormatan. Allah berkuasa dan sanggup melakukan segalanya, namun Ia mau bermitra dengan kita, what a privilege! Kitalah yang membutuhkan Tuhan dalam hidup kita, bukan Tuhan yang butuh kita, kiranya kita tidak merasa diri hebat atas keahlian atau apaun yang kita punya karena semuanya berasal dari Tuhan sendiri.

2. Hidup kita bisa jadi berkat bagi banyak orang (ayat 11). Kalau ada yang melayani, berarti ada yang dilayani. Bukan hanya kita yang membutuhkan orang lain, tetapi ada banyak orang juga yang membutuhkan kita. Ada orang-orang yang mau repot untuk menghasilkan berkat bagi orang lain, dengan kata lain, kita diberkati karena ada orang yang mau dipakai oleh Tuhan untuk menjadi berkat bagi orang lain (Filipi 1:21-22). Hidup yang bermanfaat bagi orang lain adalah sebuah kebahagiaan. Hidup kita telah dianugerahi dengan kemerdekaan, maka janganlah kita gunakan dengan sia-sia (Galatia 5:13-14, Galatia 6;2).

Jika kita mengerjakan pelayanan sebagai sebuah kehormatan, maka; A. Kita akan melakukan yang terbaik apapun kondisinya. B. Kita akan bertahan sampai akhir.

Amin. Tuhan memberkati!

21
Nov 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
14
Nov 2021
Bp. Bambang Sulistyo
7
Nov 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
31
Okt 2021
Bp. Natanael Sugiarto