Ringkasan Khotbah

17
Okt 2021
2 Timotius 4:9-12
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Dalam penggalan surat ke dua dari Rasul Paulus kepada Timotius, dalam bagian akhir suratnya ini kita bisa melihat sebuah kesedihan yang tersirat dalam hati Rasul Paulus karena beberapa masalah yang terjadi di tengah pelayanannya. Namun di samping itu kita juga dapat melihat bahwa Sang Rasul juga mengalami perubahan positif dalam dirinya. Ia menjadi semakin kuat.Dalam pelayanannya ia disertai oleh orang-orang yang hebat, contohnya Demas, Kreskes, Titus, Lukas, Timotius, dll (Kolose 4:14). Nama Demas disejajarkan dengan Lukas dalam surat penggembalaan pada jemaat di Kolose. Ini menunjukkan bahwa peranan Demas dalam pelayanan rupanya cukup penting.Namun kita melihat dalam bacaan hari ini bahwa ternyata kemudian Demas mengalami kemunduran rohani, ia pergi ke Tesalonika tetapi bukan lagi untuk melayani Tuhan, ia justru mengejar sesuatu yang lain, yaitu yang bersifat keduniawian. Demas meninggalkan Paulus yang sedang berjuang menghadapi kesulitan dan sedang terancam. Demas adalah contoh  hamba Tuhan yang jatuh dalam dosa keduniawian. Tidak dijelaskan di dalam surat ini apakah kemudian Demas sempat bertobat kembali, tetapi yang jelas kejadian kemunduran rohani salah satu rekan pelayanannya ini sangat menghancurkan hati Rasul Paulus, 2 Timotius 4:10 mencatat dengan jelas kesedihan/kekecewaan Paulus, bahwa Demas rekan sekerjanya sendiri mencintai dunia yang sekarang ini, bukan "dunia yang akan datang" yang dipersiapkan Kristus bagi murid-murid-Nya yang setia dalam kehidupan kekal. Hari itu ia melihat bahwa seorang hamba Tuhan yang militan sekalipun tidak kebal dosa, bisa jatuh kapan saja.

Keinginan mengejar kekayaan dan kenikmatan duniawi telah membuat banyak orang meninggalkan Tuhan dan firman-Nya. Kekayaan dan kenikmatan duniawi mungkin dapat diraih, tetapi berapa lama manusia dapat menikmatinya?Rasul Paulus adalah seorang yang sangat giat dalam pelayanannya kepada Tuhan. Pandangan awal Paulus tentang Markus (Kisah Para Rasul 15:36-39). Usaha Barnabas meyakinkan Paulus untuk memberi kesempatan kepada Markus tidak berhasil. Namun dalam kitab ini Rasul Paulus akhirnya melihat bahwa ternyata keputusan Barnabas untuk memberi kesempatan kepada Markus adalah keputusan yang benar. Markus menjadi seorang pelayan Tuhan yang luar biasa, meskipun ia pernah memiliki masa lalu yang buruk karena meninggalkan Paulus dan Barnabas saat pelayanan di Pamfilia. Di sini Paulus melihat bahwa orang yang pernah berbuat salah dalam pelayanan ternyata dapat berubah menjadi seorang hamba Tuhan yang jauh lebih baik dan setia, sebaliknya seorang hamba Tuhan yang memiliki masa lalu yang baik belum tentu akan terus setia dalam pelayanan. Di tengah aneka macam kesulitan dalam medan pelayanan, kualitas iman Paulus justru semakin kuat.Menjadi kuat tidak berarti kita dapat menangani setiap situasi sulit sendirian, itu berarti kita memiliki akal untuk meminta pertolongan Tuhan dan berjuang bersama orang-orang yang dikaruniakan Tuhan untuk kita.Never give up because the difficulties we are facing now will make us stronger.

Jangan pernah menyerah, sebab semua kesulitan yang kita hadapi saat ini akan membuat kita lebih kuat!

1. Lebih kuat dalam pengertian. Paulus mengerti bahwa Tuhan sanggup mengubah orang yang pernah ditolaknya menjadi seorang hamba Tuhan yang hebat.Paulus mengerti bahwa ia pernah melakukan kesalahan karena menolak Markus dan berselisih dengan Barnabas.Tuhan menambahkan pengertian baru di tengah pelayanan.Paulus mengerti bahwa tidak ada teman pelayanan yang sempurna.Kita semua sedang dalam proses pendewasaan selagi kita melayani.Jadi bagaimana seharusnya kita memandang teman pelayanan kita yang bermasalah? Ingatlah bahwa dia sedang diproses oleh Tuhan, jangan memandang rendah, bukankah kita semua sedang diajar oleh Tuhan untuk menjadi semakin bijaksana? Sepanjang jalan kehidupan kita Tuhan akan menambahkan pengertian-pengertian baru agar kita semakin kuat dalam pengertian (Ulangan 8:5, Filipi 3:16).

2. Lebih kuat dalam karakter. Kehebatan seseorang membawanya mencapai puncak prestasi, tetapi karakter yang baik yang akan menolongnya bertahan di sana (2 Timotius 4:14-18). Paulus tidak hanya ditinggalkan oleh Demas dan beberapa orang percaya yang seharusnya menguatkannya, ia juga menghadapi penganiayaan dari Aleksander, seorang tukang tembaga yang berbuat jahat terhadap dirinya. Ia mendapatkan tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar yang menyebabkannya dipenjarakan. Yang luar biasa adalah walaupun Paulus menghadapi aneka macam kesulitan itu,  ternyata ia tidak putus asa. Mengapa?A. Ia tahu bahwa Tuhan mendampinginya.Kata mendampingi” memiliki arti bersama-sama berdiri menghadapi masalah.Jadi, ketika Paulus menghadapi masalah dalam hidupnya, Tuhan bersama-sama dengannya, berdiri mendampinginya menjadi pembela baginya.B.Ia tahu bahwa Tuhan menguatkannya. Di tengah masalah yang dihadapinya, mendapatkan kekuatan dari Tuhan.Ini menyebabkan Paulus tidak tawar hati dan putus asa. Tuhan-lah yang bisa menguatkan kita dalam menghadapi segala permasalahan hidup meski kita mungkin sedang sendirian. Karakter Paulus bertumbuh di tengah pelayanan, ia semakin kuat dalam karakter.Benarlah kata pemazmur: Mazmur 84:5-7. Secara alamiah, manusia akan semakin melemah ketika menghadapi kesulitan dan tantangan, tetapi dalam ayat ini kita melihat ada orang-orang yang dapat menentang hukum alam.Secara umum, daya tahan tubuh akan semakin merosot, daya ingat berkurang, kemampuan serta kekuatan pun demikian seiring bertambah lanjutnya usia manusia.  Logikanya, atlet lari yang mengikuti perlombaan akan semakin lemah setelah berlari, bukan semakin kuat. Maka sangatlah menarik ketika ada sebuah ayat dalam Alkitab yang menggambarkan hal yang bertentangan dengan hal yang alamiah ini. Ketika secara alami tenaga manusia melemah, orang-orang ini justru menunjukkan peningkatan. Maksudnya bukan kekuatan fisik, tetapi kekuatan mental/kekuatan hati.Ketika menghadapi kesulitan yang tidak kunjung usai, tenaga mental manusia juga bisa habis, mengalami lelah hati”. Tetapi ada orang-orang yang menentang hukum alam ini. Apa rahasianya dan kepada siapa hal ini bisa terjadi? Ayat sebelumnya menyatakan bahwa ini akan terjadi kepada orang-orang yang kekuatannya ada di dalam Tuhan. Tuhan sanggup memberi mukjizat yang bahkan membalikkan hukum alam kepada orang-orang yang mengandalkan kekuatan-Nya dalam segala sesuatu. Paulus semakin kuat karena ia tidak membiarkan dirinya larut dalam kekecewaan, kesepian dan sakit hati, ia mengingat bahwa di tengah kesulitan itu ada Tuhan yang selalu menolongnya. Ia ingat bahwa dalam perjalanannya untuk tinggal di langit dan bumi baru bersama Tuhan, ada tangan Tuhan yang tidak terlihat yang selalu menolongnya, menjaganya hingga ia bersama dengan Tuhan sampai selamanya (Roma 8:37-39). Anda dirancang untuk menjadi semakin kuat dalam Tuhan. Bukan semakin lemah ketika menghadapi aneka macam pergumulan. Semakin kuat dalam pengertian, semakin kuat dalam karakter. Anda dirancang untuk menjadi penakluk, bukan ditaklukkan oleh keadaan. Maukah Anda membulatkan hati untuk sungguh-sungguh mencari Tuhan dan menaati-Nya? Amin. Tuhan memberkati!

21
Nov 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
14
Nov 2021
Bp. Bambang Sulistyo
7
Nov 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
31
Okt 2021
Bp. Natanael Sugiarto