Ringkasan Khotbah

12
Sep 2021
1 Timotius 4:12-16
Bp. Bambang Sulistyo

Siapa itu antikris? Orang atau kelompok orang yang mengambil tempat di pihak lain dari Yesus dan melawan serta memberontak pada Yesus. Pemimpinnya adalah Babel. Babel memimpin antikris, kebijakan dijalankan dengan lembut, misalnya melalui kebijakan-kebijakan yang diambil oleh penguasa dan pengusaha. Bagaimana kita sebagai orang percaya meresponi nubuatan bahwa akan ada masa antikris untuk berkuasa? Apakah dengan ketakutan? Banyak yang mengatakan bahwa masa ketika antikris itu berkuasa adalah waktu yang penuh dengan tantangan dan kondisi hidup yang sangat tidak mudah. Namun jika kita melihat pada peta kedatangan Yesus kedua kali, maka kita akan tahu bagaimana seharusnya kita merespon.

Peta kedatangan Yesus kedua kali menggambarkan lini masa yang terbagi ke dalam 3 rentang waktu. Bagian pertama yaitu masa kehidupan gereja dari zaman Yesus. Dalam masa ini akan tergenapilah tanda 7 materai dan 7 sangkakala. Bagian yang kedua yaitu masa antikris berkuasa selama 7 tahun. Bagian yang ketiga adalah ephiphane, seribu tahun, masa di mana Yesus akan datang kedua kali. Dalam rentang waktu di antara bagian pertama dan kedua, yaitu sebelum antikris berkuasa, akan terjadi pengangkatan. Pada saat pengangkatan ini, maka setiap orang yang dalam hati percaya kepada Yesus dan mengaku dengan mulut akan mengalami pengangkatan. Inilah yang menjadi target bagi orang percaya jika pada masa tersebut masih diberi kehidupan, yaitu untuk mengalami pengangkatan dan tinggal bersama dengan Yesus di Surga. Mereka yang tidak sungguh-sungguh percaya pada Yesus dan tidak mengaku dengan mulut maka akan tertinggal di bumi dan harus mengalami berada dalam masa antikris berkuasa.

Maka dari itu, menjadi tugas kita sebagai orang percaya untuk bertekun dalam iman kita agar kita tidak menjadi orang-orang yang tertinggal, tentunya kita juga rindu agar banyak orang juga mengalami keselamatan di dalam Yesus sehingga mereka tidak hidup dalam masa penderitaan (1Timotius 4:16).

Apa saja yang bisa kita lakukan?

1. Jadilah teladan (1 Timotius 4:12). Dalam menjadi teladan berarti kita melakukan yang terbaik sampai akhirnya bisa menjadi patokan standar bagi orang lain yang melihatnya. Hal ini tentu tidaklah mudah dan membutuhkan integritas dan komitmen untuk dapat bertekun dalam melakukan yang benar di hadapan Allah.

2. Menjadi pribadi yang dewasa (1 Timotius 4:13). Pribadi yang dewasa akan memperlengkapi dirinya dengan membaca dan merenungkan firman Tuhan dan mengajarkannya pada orang lain.

3. Melayani sesuai karunia (1 Timotius 4:14). Setiap kita dianugrahi Tuhan dengan karunia yang berbeda dan bermacam-macam yang tentunya untuk memuliakan nama-Nya, karena itu jika tidak kita gunakan untuk melayani Tuhan, maka hidup kita akan sia-sia.

Amin. Tuhan memberkati!

3
Okt 2021
Bp. Bambang Sulistyo
26
Sep 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
19
Sep 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
12
Sep 2021
Bp. Bambang Sulistyo