Ringkasan Khotbah

18
Apr 2021
Kejadian 3:8-9, 21
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Beberapa minggu ini kita telah bersama-sama mendengar Firman bahwa kita menyembah Tuhan dengan sungguh-sungguh setiap hari, melalui setiap keputusan, perkataan, dan tindakan dalam keseharian kita. Dalam roh dan kebenaran. Kita juga belajar bahwa kita juga perlu menyembah Tuhan melalui nyanyian. Hari ini kita akan belajar bahwa Tuhan menghendaki kita menjadi penyembah yang otentik. Authentic = Asli. Authentic worship = penyembahan yang asli. Orisinil. Kadangkala kita dapat mengucapkan "terima kasih" kepada seseorang tetapi sebenarnya hati kita tidaklah benar-benar merasakannya. Hanya sekedar ucapan saja. Demikian halnya ketika kita mengucapkan syukur kepada Tuhan hanya di bibir saja. Ucapan syukur itu bukanlah sebuah "hidangan yang otentik" di hadapan Tuhan karena hati kita tidak benar-benar menyembah Tuhan meskipun kita sedang mengatakan kata-kata syukur, cinta, pengabdian, penyerahan diri, dll. Ketika kita menyembah Tuhan, kita mengerti bahwa Tuhan menghendaki keaslian, bukan sekedar kata-kata yang indah, yang benar secara gramatika, atau suara yang merdu, tetapi yang Tuhan kehendaki adalah hati yang sungguh-sungguh berisi kasih, hormat, pengabdian, dan ucapan syukur kepada-Nya. Itulah yang kemudian kita luapkan dalam kata-kata dan perbuatan.Tuhan menolak penyembahan Israel yang tidak otentik: Amos 5:21-23.

Maukah Anda mendengar kata-kata cinta yang palsu? Penyembahan yang kita berikan kepada Tuhan haruslah melibatkan hati yang benar-benar penuh dengan ucapan terima kasih, syukur, merasa dicintai, merasa telah menerima banyak berkat dari Tuhan, berhutang nyawa kepada Tuhan, pengabdian, dll. (1 Samuel 16:7b). Penyembahan yang otentik (aunthentic worship) sebenarnya adalah luapan rasa syukur dan pengabdian yang asli berasal dari hati kita karena kita menyadari kasih, penebusan dan kebaikan Tuhan. Luapan penyembahan dengan segenap perasaan dan kesadaran kita bisa terwujud dalam berbagai hal seperti tarian, tepuk tangan, tetesan air mata, nyanyian, sujud, bentuk-bentuk lainnya, dan yang terpenting adalah keputusan-keputusan hidup yang benar-benar menaati firman Tuhan. Inilah artinya penyembahan bukan hanya di hari Minggu saja, tetapi setiap hari.

Dalam Kitab Kejadian kita melihat fakta: 1. Tuhan menciptakan langit, bumi dansegala isinya untuk kebahagiaan manusia. 2. Manusia diciptakan untuk mengasihi danmenyembah Tuhan dengan kehendak bebas nya. 3. Namun manusia memberontak melawan Tuhan. 4. Tuhan mencari manusia danmengasihi mereka meskipun manusia menyembunyikan diri terhadap-Nya. Tuhan mengasihi Adam & Hawa, itulah yang menggerakkan-Nya untuk menemui mereka. Pemulihan berawal dari Tuhan.Api cinta Tuhanlah yang memulai terjadinya pengampunan, pemulihan dan penebusan dosa. Itulah sebabnya para imam tidak boleh mempersembahkan persembahan dengan api yang tidak berasal dari Tuhan/api yang asing (Imamat 10:1). 5. Tuhan bertanya apakah Adam danHawa tetap akan memberontak/bertobat dan memilih untuk mengasihi Tuhan. Tuhan tahu bahwa ketika manusia dikuasai tabiat dosa, manusia tidak akan mampu untuk mengasihi-Nya secara otentik tanpa Kasih-Nya. Tuhan tahu kasih-Nya akan mengubah hati manusia yang mau menerima kasih-Nya, dan memampukan manusia mengasihi Tuhan danmenyembah-Nya secara otentik. Itulah sebabnya Ia datang ke dunia untuk mengasihi/mengampuni manusia. 6. Tuhan menunjukkan kasih-Nya yang besar dengan janji kedatangan-Nya untuk berkorban menyelamatkan manusia dari kutuk dosa. Inilah cara-Nya berkata bahwa Ia sangat mengasihi kita. Ini semua digenapi dalam Tuhan Yesus Kristus (Yohanes 19:30). Dalam keseharian kita, kadangkala kita bangun pagi dengan perasaan tertekan, stress, tidak bergairah, dll.karena segala pergumulan hidup yang kita hadapi setiap harinya. Hal ini menghalangi kita untuk memberikan penyembahan yang otentik kepada Tuhan. Suasana hati serta keadaan sekitar kita yang tidak ideal seringkali mengacaukan pikiran kita, sehingga kita tidak dapat menyembah dengan tulus.Isi penyembahan: Pujian dan pengagungan, memberi persembahan (jangan selalu dikaitkan dengan uang), ketaatan/penundukan diri pada kehendak Tuhan, pertobatan, dll. Namun bagaimana jika hati kita berisi hal yang bertolak belakang? Keakuan, kekecewaan, pemberontakan, ketakutan, kesedihan, keputusasaan, egoisme, stress, bingung, dll. Isi hati yang kacau dan tidak bersih menyulitkan kita menyembah/mengasihi Tuhan.

Bagaimana kita bisa memberikan penyembahan yang otentik kepada Tuhan?

1.  Buka hati untuk kasih danpertolongan Tuhan. Tuhan melawat. Tuhan tidak meninggalkan mereka, Tuhan hadir di tengah kesusahan dan penderitaan mereka. Bahkan Tuhan menolong mereka. Jika Tuhan tidak mendatangi Adam dan Hawa, maka merela tidak bisa mengalami pemulihan. Adam dan Hawa membuka hati untuk kasih Tuhan. Secara alami hati kita yang menghadapi berbagai macam tantangan dalam hidup ini biasanya kacau. Semua tantangan hidup berpotensi merusak damai sejahtera dalam hati. Itulah sebabnya kita perlu membuka hati agar Tuhan dapat menolong kita menjaga dan melembutkan hati kita. Buka hati agar Roh Kudus dapat berkarya di dalam hati dan hidup kita, menolong kita untuk memahami kehendak dan jalan-jalan-Nya.Tuhan dapat melawat melalui hadirat-Nya secara langsung, melalui orang lain, melalui peristiwa tertentu, melalui lagu/musik, dll. Paulus dilawat Tuhan danmembuka hatinya. Itulah sebabnya ia diubahkan Tuhan (Galatia 2:20). Lawatan Tuhan mengubahkan! Kasih Tuhan mengubahkan! Maukah Anda membuka hati bagi Tuhan? Wahyu 3:20. Setiap pagi apakah Anda meluangkan waktu untuk lawatan Tuhan dalam saat teduh Anda?

2. Belajar mengasihi dan menyembah Tuhan dalam keseharian. Kasih kepada Tuhan harus diwujudkan dengan mengasihi sesama (1 Yohanes 4:20-21). Mengucapkan kata-kata kasih kepada Tuhan memang mudah, namun bukan itu yang Tuhan inginkan. Ia mau kita mengasihi Tuhan dengan cara mengasihi sesama kita. Bagaimana cara seorang anak mengasihi orang tuanya? Salah satu caranya adalah dengan mengasihi saudara-saudarinya.Namun manusia tidak sempurna, banyak kesalahan, tetapi teruslah bangkit dan belajar menyembah dalam keseharian. Contoh: Daud.Ia mengasihi Saul meskipun terus-menerus dibenci, dianiaya. Daud mengasihi Tuhan meskipun ia sendiri harus mengalami banyak kesulitan. Keputusannya mengampuni, tidak membalas, bahkan memberkati orang yang menyakiti hatinya adalah sebuah pengorbanan besar. Namun darimana Daud mendapatkan kekuatan itu? Jelas dari Tuhan! Ia merasa bahwa Tuhan sangat mengasihinya, ia mengerti janji penebusan Tuhan Yesus (1 Yohanes 4:19). Hidup Daud tidaklah mulus, ia pernah melakukan berbagai macam dosa, bahkan yang keji, tetapi setelah itu ia bertobat dengan sungguh-sungguh, hatinya kembali kepada Tuhan. Ia menyembah dengan pertobatannya. Mari kita belajar mengasihi, seperti Tuhan telah mengasihi kita. Tuhan mencari hati yang mau dibentuk, mau diajar, mau dibimbing, Tuhan yang memampukan. Amin. Tuhan memberkati!

13
Jun 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
6
Jun 2021
Bp. Bambang Sulistyo
30
Mei 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
23
Mei 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.