Ringkasan Khotbah

11
Apr 2021
Ibrani 9:14
Bp. Bambang Sulistyo

Firman Allah mencatat bahwa Allah menciptakan manusia dengan sempurna, tanpa benih dosa. Adam dan Hawa adalah manusia pertama yang diciptakan dan tanpa benih dosa, meskipun waktu itu mereka telanjang namun mereka tidak malu, karena mereka murni dan tulus, tidak dicemari oleh dosa (Kej. 2:25). Tetapi keadaan tersebut berubah 180 derajat ketika Adam dan Hawa jatuh dalam dosa (Kej. 3:8-10), pikiran dan hati mereka mulai kotor karena dosa sehingga mereka malu akan kondisi mereka yang telanjang. Oleh karena itu, Allah ingin mengembalikan posisi hati kita agar menjadi hati yang murni dan bersih seperti Adam dan Hawa sebelum jatuh ke dalam dosa. Tidak ada usaha manusia yang mampu membuat hatinya menjadi bersih, satu-satunya cara hanyalah melalui pengorbanan Yesus, darah Yesus yang sanggup menyucikan hati manusia (Ibr. 9:13-14). Pengorbanan Yesus menghasilkan posisi dan peran yang baru.Setelah hati nurani kita disucikan oleh darah Yesus, maka kita akan dapat beribadah dan memberi penyembahan yang penuh penghormatan kepada Allah. Sejak percaya pada Kristus, maka hati kita sudah disucikan oleh Kristus. Oleh karenanya, semua orang percaya punya kemampuan untuk beribadah dan menyembah Tuhan. Setelah peran Tuhan dalam menyucikan hati kita maka kita pun memiliki peran yang harus kita lakukan sebagai orang percaya yang beribadah dan menyembah Tuhan. Kita harus berjuang untuk menjaga hati nurani agar tetap bersih, murni, tulus, dan tidak bercacat/menjadi sandungan (Kisah 24:16).

Apa manfaat menjaga hati?

1. Menjadi tulus dalam membangun hubungan dengan orang lain (2 Kor 1:12). Kualitas hati yang tulus memiliki kesiapan untuk menanggung “rugi” yang mungkin akan disebabkan oleh orang lain. Tulus juga berarti tidak mencari kepentingan sendiri dalam membangun hubungan dengan orang lain.

2. Tidak kandas di tengah jalan, tapi dapat sampai ke tujuan (1 Tim. 1:18-19). Perjuangan menjaga hati adalah untuk seumur hidup karena masalah akan selalu kita temui selama kita hidup. Menjaga hati akan membuat iman kita tidak kandas dan dapat mencapai tujuan Allah dalam hidup kita.

3. Menang atas fitnah (1 Pet. 3:16). Ketika difitnah, pasti rasanya sangat tidak enak dalam hati, ingin menunjukkan siapa yang benar dan yang salah, hingga akhirnya tidak jarang orang yang berusaha melakukan apa pun untuk membuktikan bahwa dia benar. Petrus menasihatkan untuk diam ketika difitnah. Langkah untuk diam itu tidak mudah dan bahkan berat, tapi harinya akan tiba saat Tuhan yang akan menunjukkan kebenarannya.

Mari jaga hati kita dan bawa penyembahan yang tulus dan murni di hadapan Tuhan,itulah yang menyenangkan hati-Nya dan menyatakan kuasa-Nya dalam hidup kita. Amin. Tuhan memberkati!

9
Mei 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
2
Mei 2021
Bp. Bambang Sulistyo
25
Apr 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
18
Apr 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.