Ringkasan Khotbah

4
Apr 2021
Yohanes 10:10
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Ada saja orang yang menilai sebuah pemberian dari harga/nominalnya. Kalau ia mengira harganya murah, diabaikan begitu saja, dan baru "dilihat" jika harganya mahal. Padahal seringkali nilai sebuah pemberian tidak bisa dilihat dari harga nominalnya. Tanpa disadari, sebuah pemberian yang "dikira" murah, dan terlanjur diperlakukan sembarangan, ternyata adalah sebuah pemberian yang sangat mahaldan tidak ternilai.Ketika telah hilang menyesal pun telah terlambat. Peringatan paskah merupakan sebuah hari di mana kita memperingati sebuah hadiah dari Tuhan. Hadiah ini adalah kehidupan kekal bersama Tuhan di surga. Namun orang yang tidak memahaminya, bisa saja tidak menghargainya. Mari buka hati kita, agar Alkitab dapat menunjukkan betapa berharganya hadiah yang Tuhan berikan, yaitu The Gift Of Eternal Life. Tuhan Yesus menjelaskan bahwa Dia datang ke dunia supaya kita memiliki kehidupan, yaitu sebuah kehidupan yang berkelimpahan. Sebuah berkat yang sangat luar biasa.

Ketika Adam dan Hawa jatuh dalam godaan setan maut masuk dalam hidup manusia, dan bukan hanya maut saja, tetapi kekurangan dan penderitaan juga. Iblis mencuri dan merusak berkat yang untuk manusia berupa keabadian, sukacita, dan segala berkat lain yang Tuhan berikan. Tetapi Tuhan menyediakan pengampunan dan pemulihan melalui kedatangan Sang Juruselamat. Untuk bisa memahami perkataan Tuhan Yesus dengan lebih baik, kita akan melihat beberapa ayat firman Tuhan. Rasul Paulus menjelaskan perbedaan antara upah (wages) dan karunia (gift) dalam surat Roma (Roma 6:23). Kata "upah" akan lebih mudah dipahami sebagai "akibat", atau "hasil" atau "hukuman". Kata "karunia" berarti sebuah pemberian cuma-cuma yang kita terima meskipun kita tidak layak untuk menerimanya. Dua hal itu jelas berbeda total/bertolak belakang. Tuhan menciptakan manusia untuk hidup terberkati dalam keabadian. Namun ketika manusia memutuskan untuk memberontak melawan firman Tuhan,maka ia akan menerimaakibatnya/hasilnya/hukumannya, yaitu maut (Kejadian 2:16-17). Alkitab menunjukkan kepada kita bahwa maut/kematian masuk ke dalam dunia manusia sebagai akibat/hasil/hukuman karena kejahatan manusia. Ada 2 macam maut/kematian: Daniel 12:2, Matius 25:46, Wahyu 14:11.

A. Kematian jasmani. Tubuh jasmani manusia mengalami penuaan, lalu kematian, pembusukan, dst. Banyak orang merasakan ketakutan ketika menghadapi kematian. Beberapa di antara Anda mungkin pernah melihat orang yang sedang mengalami ketakutan/goncangan psikis yang berat ketika menghadapi hal ini. Sangat menyedihkan dan menakutkan.

B. Kematian kekal. Terpisah dari Allah untuk selamanya, menjalani hukuman kekal di neraka. Kematian jenis pertama saja sudah mengerikan, apalagi jenis yang kedua, jauh lebih mengerikan.Jadi sebenarnya status manusia berada dalam keadaan berdosa, terhina, terhukum, kotor, dan menyedihkan, dalam keadaan terhukum menjalani 2 macam kematian tersebut, sebenarnya manusia tidak layak menerima karunia dari Tuhan. Tetapi meskipun manusia berada dalam status demikian, Alkitab berkata bahwa Tuhan memberikan karunia kepada manusia karena Ia mengasihi danmengampuni kita  semua.

Karunia yang Allah berikan kepada manusia adalah: hidup kekal dalam Kristus Yesus. Apakah hidup kekal (Eternal Life/Zoe Aionios) itu? Tuhan Yesus menyediakan berkat ini kepada semua orang yang menerima penebusan-Nya. Ini berarti manusia tidak perlu menjalani hukuman kekal di neraka, sebaliknya manusia mendapatkan karunia hidup abadi di langit dan bumi yang baru. Ingat firman Tuhan dalam Kitab Daniel: Daniel 12:2.

A. Manusia yang menerima penebusan Tuhan akan tinggal di langit danbumi yang baru:Yesaya 66:22, 2 Petrus 3:12-13, Wahyu 21:1.

B. Di langit dan bumi yang baru, manusia akan menerima tubuh yang baru: 1 Korintus 15:40, 44, 49, 52-53.

Itulah sebabnya Rasul Paulus mengatakan kepada jemaat bahwa jerih payah mereka di dunia ini untuk memuliakan Tuhan tidak sia-sia.Ia memotivasi jemaat untuk tetap setia memuliakan Tuhan melalui hidup mereka di dunia ini. Tubuh kebangkitan ini telah dilihat oleh sangat banyak saksi: Matius 27:51-53. Bagaimana sikap kita setelah memahami The Gift Of Eternal Life? Akankah Anda menukarkannya dengan kesenangan yang sifatnya sementara?

Amin. Tuhan Memberkati!

9
Mei 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
2
Mei 2021
Bp. Bambang Sulistyo
25
Apr 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
18
Apr 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.