Ringkasan Khotbah

28
Mar 2021
1 Samuel 16:23
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Dalam sebuah peperangan, senjata adalah perlengkapan yang sangat penting untuk memenangkan peperangan tersebut. Para prajurit mempersenjatai diri mereka dengan berbagai macam alat perang dari yang sederhana sampai yang paling modern, namun ada satu yang tidak boleh terlupakan yaitu mereka juga mempersenjatai diri mereka dengan senjata yang tidak terlihat, yaitu ketrampilan bertempur dan kondisi mental dan fisik yang prima. Kita perlu mengerti sebuah fakta: Meskipun keadaan negeri kita aman dan tidak sedang menghadapi perang, namun sebenarnya kita sedang menghadapi peperangan rohani dalam keseharian, yang telah terjadi sejak zaman Adam dan Hawa dan berlangsung hingga sekarang. Tuhan menghendaki kita hidup dalam ketaatan sebagai penyembahan kita. Ingat bahwa ini demi kebaikan kita. Namun Iblis terus merusaha menipu manusia agar manusia tidak tunduk/menyembah Tuhan. Dia menipu manusia untuk melawan/memusuhi Tuhan (Kejadian 3:4-5). Dalam kalimat itu kita mengerti bahwa setan berusaha menggambarkan Tuhan sebagai sosok yang jahat, padahal setanlah yang jahat. Ini namanya memutarbalikkan fakta. Setan ingin merusak semua berkat Tuhan dalam hidup manusia, baik secara rohani, maupun jasmani (Yohanes 8:44).

Kekalahan dalam peperangan rohani melawan tipu daya iblis pasti berdampak pada kondisi jasmani manusia. Contoh: ketidaktundukan pada firman Tuhan telah menyebabkan rusaknya banyak hubungan, rumah tangga, anak-anak,  kesehatan, ekonomi, dll. Bahkan banyak tragedi kemanusiaan terjadi karena orang-orang yang pikirannya dikuasai roh jahat (1 Samuel 16:14). Mengapa Tuhan meninggalkan hati Saul? Saat Saul terus-menerus melawan Tuhan, ia sebenarnya sedang mengusir Tuhan pergi dati dalam hatinya. Dan akibatnya roh jahat masuk ke dalam hatinya (Matius 12:44-45). Karena Saul terus-menerus mempertahankan keakuannya, ia sedang memelihara roh jahat dalam hatinya. Roh jahat terus membujuknya melawan Allah meskipun nuraninya tersiksa, dan sasarannya adalah membinasakan Saul, keluarganya, tentaranya, dan bahkan jika bisa segalanya. Keputusan-keputusan Saul atas bujukan iblis menghancurkan segalanya (1 Samuel 31:6). Ketidakmauan Saul mengalahkan keakuan telah mengusir Tuhan keluar dari hatinya, dan mengundang roh jahat masuk dalam hidupnya. Inilah awal dari kehancuran hidupnya.Apakah orang percaya bisa kerasukan roh jahat? Seharusnya tidak.Itu hanya terjadi jika orang percaya itu terus-menerus hidup mengikuti keakuan dan melawan Tuhan.

Minggu lalu kita telah belajar bahwa salah satu rintangan penyembahan adalah keakuan. Hari ini kita dapat melihat bahwa terus-menerus hidup dalam keakuan sama saja dengan mengusir Tuhan keluar dari hati kita dan mengundang roh jahat masuk dalam hati. Berhati-hatilah! Di dalam ayat bacaan kita tadi, kita dapat melihat bahwa sebenarnya Tuhan telah memperlengkapi kita dengan sebuah senjata yang hebat dalam peperangan rohani yang kita hadapi untuk mengalahkan keakuan dan mengalahkan tipu daya iblis. Senjata itu adalah musik/nyanyian.

Beberapa minggu ini kita telah belajar tentang penyembahan dalam arti semua keputusan, perkataan, dan tindakan untuk memuliakan Tuhan. Hari ini kita akan bersama-sama melihat penyembahan dalam arti musik/nyanyian. Musik dan nyanyian adalah sebuah hal yang tidak terpisahkan dari ibadah umat Tuhan. Musa mengajarkan nyanyian untuk umat Tuhan. Saat Daud memainkan kecapi, kuasa Tuhan turun dan roh jahat yang menyiksa Saul pergi.Daud mengatur agar pujian penyembahan di Bait Allah selalu terdengar. Ada Bani Asaf, Heman dan Yedutun. Kitab terpanjang di Alkitab adalah kitab Mazmur/Nyanyian. Yosafat memenangkan pertempuran dengan nyanyian pujian kepada Tuhan (2 Tawarikh 20:21-22). Paulus danSilas mengalami kuasa Tuhan saat mereka menyanyikan lagu pujian kepada Tuhan (Kisah Para Rasul 16:24-26).

Apa berkat dalam pujian penyembahan?

1. Memberkati jiwa manusia. Kecapi yang dimainkan Daud rupanya memberkati perasaan/jiwa Saul. Ia merasa lega dan nyaman.Tuhan menciptakan musik untuk kebahagiaan manusia. Pengalaman Daud ketika di padang gurun Yehuda, di tengah kesesakan ia memuji Tuhan dengan sepenuh hati melalui nyanyian, dan jiwanya dipulihkan (Mazmur 63:5). Jiwa yang pulih membuat manusia dapat berpikir dengan waras. Pikirannya jernih, manusia dapat membuat keputusan dengan benar, akhirnya keadaan berangsur membaik. Tuhan juga dapat memulihkan keadaan, dan bahkan apa saja. Namun perhatikan baik-baik untuk tidak menyanyikan lagu-lagu dengan cara yang salah (Amsal 25:20). Orang yang sedang sangat berduka haruslah kita hibur dengan cara menunjukkan rasa simpati kepada mereka, berduka dengan mereka, dan ikut meratap bersama mereka. Tetapi kita mengambil jalan salah jika kita menyangka dapat meringankan beban mereka dengan bersikap gembira kepada mereka, dan berusaha membuat mereka bergembira. Dengan cara seperti ini, mereka akan semakin sedih karena melihat teman-teman mereka begitu kurang peduli terhadap mereka. Betapa tidak pantas, begitu tidak layak, menyanyikan lagu-lagu ceria kepada orang yang sedang bersedih hati.

2. Membuka jalan untuk kuasa Allah. Daud hidup dalam ketaatan pada firman setiap hari, itulah sebabnya ketika ia memuji Tuhan melalui alat musik, Roh Kudus berkarya melalui musiknya.Tuhan juga dapat berkarya melalui permainan musik Anda, suara nyanyian Anda. Harapkanlah kuasa Allah mengalir ketika Anda menyembah lewat permainan musik, tarian atau nyanyian Anda. Hiduplah dalam ketaatan pada firman setiap hari.Ketika kuasa Allah bekerja, ada karya Allah yang luar biasa. A. Kelepasan dari roh jahatNamun mengapa Saul berulang kali dirasuk roh jahat meskipun ia sementara bebas ketika Daud memainkan kecapinya? Itu terjadi karena Saul terus-menerus menolak Tuhan menjadi pemilik hatinya. Rumah hatinya kosong. Jika Tuhan terus menjadi pemilik hati kita, maka Ia akan tinggal dan menjaga hati kita aman. Maukah Anda terus menjadikan Tuhan sebagai Pemilik hatimu? B. Mujizat. Apa yang dialami oleh Yosafat? Apa yang dialami oleh Paulus dan Silas? Mereka mengalami mujizat! Allah berperang ganti kita. Yosafat mengalahkan koalisi beberapa bangsa bukan dengan senjata, tetapi dengan pujian-penyembahan. C. Inspirasi/bimbingan TuhanContoh: Elisa (2 Raja-raja 3:15-16). D. Dan banyak berkat lain.

Kita tidak boleh mengabaikan pujian-penyembahan dalam keseharian kita. Ini adalah senjata yang sangat hebat, disediakan oleh Tuhan untuk memberkati kita. Memuji-menyembah melalui lagu/musik juga sangat penting. Mari jadikan pujian-penyembahan sebagai gaya hidup kita sehari-hari. Namun jangan lupa, bukan hanya melalui lagu, tetapi juga melalui keputusan, perkataan, dan tindakan. Tuhan tidak mencari suara yang merdu atau permainan musik yang sempurna, tetapi Tuhan mencari hati yang menyembah. Amin. Tuhan memberkati!

9
Mei 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
2
Mei 2021
Bp. Bambang Sulistyo
25
Apr 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
18
Apr 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.