Ringkasan Khotbah

28
Feb 2021
1 Samuel 12:13-14
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Bangsa Israel meminta raja. Tuhan mengabulkan permintaan mereka. Raja mendapat tugas memimpin dan memberi teladan untuk hidup taat pada firman Tuhan. Saul mendapat kesempatan pertama menjadi raja, dan diuji apakah ia dapat memenuhi tujuan Tuhan. Saul gagal. Saul mengacau rencana Tuhan untuk memilih Daud sebagai penggantinya (1 Samuel 13:13-14, 1 Samuel 15:22-24).

Apa berkat hidup dalam tujuan Tuhan?

1. Clarity (Melihat hidup dengan jelas). Kejernihan! Kita bisa melihat dengan jelas mana yang penting dan tidak penting untuk dikejar dalam hidup ini. Kita bisa melihat mana yang berguna dan yang tidak. Apa yang dikejar oleh Saul adalah sesuatu yang bersifat sementara, yaitu kekuasaan, ego, harga diri, kesenangan, nafsu, dll. Minggu lalu kita telah belajar bahwa ada 3 fase kehidupan, dari Survive (bertahan hidup), manusia berusaha keras untuk menjadi Success (berhasil), yang seringkali diukur dari jumlah harta yang diperoleh, jenjang karir, jabatan, kekuasaan yang diperoleh, semua yang diinginkan diperoleh, dll. Kita telah diingatkan bahwa ada fase kehidupan yang jauh lebih baik dari sekedar sukses, yaitu Significant! Sebuah kehidupan yang berdampak positif bagi orang lain. Jika kita hanya mengejar sukses, tanpa sadar kita bisa melupakan bahwa hidup kita harus Significant, yaitu berdampak positif bagi orang lain. Apa akibatnya? Jalan menuju sukses jelas dihiasi dengan berbagai macam rintangan yang berat.

Manusia perlu memiliki tekad yang kuat untuk meraih semuanya itu. Orang yang hanya fokus untuk sukses tanpa mengingat bahwa hidupnya harus berdampak positif bagi orang lain dapat saja jatuh dalam godaan menghalalkan segala macam cara untuk meraih sukses, memakai cara-cara yang tidak baik untuk memperoleh apa yang mereka inginkan, seperti melanggar prinsip kehormatan, kejujuran, sportifitas, bahkan tidak segan mencelakai orang lain, dll. Contoh kasus: A. Ahab (kebun anggur Nabot), B. Daud (Batsyeba), C.Menghalalkan segala cara meraih keuntungan (Amsal 10:2). Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut. Demi hal yang penting seringkali orang mengorbankan yang paling penting. Kadang orang yang mengejar sukses pada awalnya bertujuan untuk memberi kehidupan yang lebih baik secara materi kepada orang-orang yang mereka kasihi, tetapi pada prakteknya di tengah jalan ada yang kehilangan fokus. Mengejar kepemilikan hingga lupa menikmatinya, kadang justru memaksa orang-orang yang dikasihi untuk fokus pada mengejar harta, prestise, kesenangan hidup agar bahagia, dll.hingga pada akhirnya justru melukai dan mengubah orang-orang yang mereka kasihi menjadi orang-orang yang sama dengan mereka. Agar kita tidak memiliki fokus hidup yang menyimpang di tengah perjalanan hidup, kita harus sungguh-sungguh memiliki tujuan hidup yang jelas.

Sebagai orang percaya, kita mengerti bahwa Tuhan menciptakan kita semua dengan tujuan yang jelas. Kita tidak boleh hidup menyimpang dari tujuan yang ditetapkan Tuhan bagi kita. Sebuah produk diciptakan untuk tujuan mulia penciptanya, jika tidak berhasil memenuhi tujuan penciptanya maka produk itu adalah produk gagal. Tuhan tidak menghendaki kita menjadi ciptaan yang gagal memenuhi tujuan mulia Tuhan. Kita harus melihat dengan jelas tujuan Tuhan menciptakan kita dan fokus untuk hidup dalam tujuan Tuhan. Kita dapat melihat tujuan Tuhan secara jelas dalam Alkitab. Banyak orang yang hidup tanpa arah, menjalaninya dengan mengalir saja, karena sesungguhnya mereka tidak memahami apa yang menjadi tujuan hidupnya. Namun bagi orang percaya, Tuhan telah memberitahukan tujuan hidup kita dalam firman-Nya.Tidak ada satu hal pun dalam kehidupan kita terjadi secara acak. Tuhan selalu mempunyai suatu alasan untuk segala sesuatu yang Ia ciptakan. Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Kita semua bisa ada sampai saat ini karena rancangan Allah. Tuhan menjadikan kita dengan tujuan hidup yang jelas. Hanya ada dua pilihan untuk menemukan tujuan penciptaan kita di muka bumi ini. Yang pertama adalah spekulasi, sedangkan yang kedua adalah pewahyuan (Alkitab). Dalam Alkitab, kita menemukan tujuan hidup kita:

A. Penyembahan (menyenangkan hati Tuhan)

B. Persekutuan (menjadi bagian dari keluarga Tuhan)

C. Pemuridan (menjadi serupa dengan Kristus)

D. Pelayanan (untuk melayani Tuhan melalui melayani sesama)

E. Penginjilan (menyelamatkan orang lain).

5 tujuan Tuhan bagi kita ini akan kita tanamkan dalam hati kita sepanjang tahun ini.Memiliki clarity/ kejelasan dalam memandang hidup akan menolong kita membuat keputusan/pilihan yang tepat sesuai kehendak Tuhan.

2. Pencapaian yang bernilai. Keputusan-keputusan yang benar yang kita buat akan menuntun kita pada pencapaian yang luar biasa dalam hidup ini. Ukurannya adalah seberapa besar kita berdampak positif bagi orang lain. Apa yang dicapai oleh Saul? Apa yang dicapai oleh Ahab? Apa yang dicapai oleh Daud (dalam hal Batsyeba)? Semua kesia-siaan. Untungnya Daud bertobat. Ketika ia bertobat, hidupnya menjadi berkat bagi banyak orang. Ia menjadi teladan pertobatan bagi sangat banyak orang. Hatinya benar-benar mengasihi Tuhan. Tuhan telah mengetahui kualitas karakter Daud sejak ia masih muda (1 Samuel 16:7). Apa yang akan kita capai jika kita mengejar keinginan kita? Apa yang akan kita capai jika kita hidup dalam tujuan Tuhan?

Amin. Tuhan memberkati!

11
Apr 2021
Bp. Bambang Sulistyo
4
Apr 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
28
Mar 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
21
Mar 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.