Ringkasan Khotbah

21
Feb 2021
Lukas 19
Pdt. Johan Chrisdianto

Di dunia sarjana, kita mengenal ada 3 strata, yaitu S1, S2, dan S3. Di dalam hidup ini kita juga mengenal 3S. S yang pertama yaitu survive, semua orang pasti berjuang untuk mencapai S yang ke dua yaitu success. Tapi sayangnya banyak orang yang berhenti hanya sampai di S yang ke dua. Mencapai kesuksesan setelah menjadi kaya atau ada di posisi jabatan tertentutertinggui dalam karirnya.  Padahal ada S yang ke tiga , yaitu significant life: kehidupan yang berarti bagi orang lain. Apakah keberadaan kita berarti bagi orang-orang di sekitar kita? Jangan sampai ada atau tidak adanya kita menjadi hal yang tidak ada pengaruhnya bagi orang di sekitar kita.

Di dalam Akitab, ada seorang tokoh yang sukses, kaya raya dan seorang kepala pemungut cukai yang tinggal di Yerikho. Yerikho adalah kota yang dianggap membawa sial dan pernah dikutuk, tidak banyak orang yang ingin datang ke kota itu. Tapi Yesus mau untuk masuk ke kota itu (Lukas 19:1). Kalau kita merasa hidup kita sedang dalam keterpurukan, ingat bahwa Yesus mau untuk masuk ke dalam hidup kita bagaimanapun keadaan hidup kita. Yesus sebenarnya tidak berencana untuk singgah di Yerikho, tapi ada seseorang yang membuat-Nya tergerak untuk singgah di sana. Dia adalah Zakeus (Lukas 19:2). Zakeus adalah orang yang sukses, kaya dan punya jabatan tinggi. Ada sesuatu yangg kosong yang ia rasakan dlm hidupnya. Ia kesepian dan merasa tidak berarti. Ia ingin melihat pribadi Yesus, namun ia tidak berhasil karena orang banyak dan badannya pndek (Lukas 19:3). Dalam hidup kita, jangan biarkan pendapat orang banyak mempengaruhi kehidupan kita. Hidup kita ditentukan oleh firman Tuhan. Jangan biarkan kekurangan bawaan atau cacat dan background hidup kita menghalangi kita untuk hidup berhasil.

Bagaimana cara Yesus melihat iman kita? Lukas 5: 18, 20. Iman seseorang akan tampak melalui usaha yang sungguh-sungguh dan kemauan untuk melakukan yang lebih daripada orang banyak, seperti Zakeus yang berlari dan memanjat untuk melihat Yesus (Lukas 19:4). Imanlah yang menggerakan Yesus untk melakukan sesuatu dalam hidup kita bahkan hal-hal yang kita anggap mustahil sekalipun. Yesus menghargai setiap usaha yang kita lakukan seberapa kecil pun usaha tersebut (Lukas 19:5).

Ada 2 ciri orang yang telah menerima Yesus dalam hidupnya, yaitu: 1. Ada sukacita dalam hidupnya (Lukas 19:6). 2. Menjadi orang yang murah hati (Lukas 19:8-9). Tuhan ingin agar hidup kita ini menjadi berkat bagi orang lain (Kejadian 12:2). Kata berkat pertama kali muncul di Alkitab dalam Kejadian 1:28. Berkat berbicara mengenai kuantitas dan kualitas dalam hidup kita. Memiliki hidup yang berbuah-buah bukan ditujukan bagi orang-orang tertentu saja, tapi setiap kita punya potensi untuk menjadi berhasil dan berbuah dalam hidup kita. Tuhan memperkaya hidup kita ketika kita tidak diam saja namun mau berbagi dan memperkaya hidup orang lain, contoh: Mat. 15:36, 1 Raj. 17:13-14, 2 Raj. 4:5-6, Yoh. 12:24. Mari miliki gaya hidup seorang penabur, yang tidak memberi hanya ketika mood atau ingin saja, tetapi di setiap saat dan kondisi, karena benih telah disediakan Tuhan bagi penabur-penabur. Tuhan juga yang akan menumbuhkan dan melipatgandakannya (Markus 12: 44, 2 Kor. 8:2, Yesaya 58:10). Ada banyak kesempatan, peluang dan waktu yang dapat kita pakai untuk memberkati orang lain (Yoh. 10:10b). Mengapa orang Kristen tidak berbuah lebat? 1. Tidak tahu tujuan hidup (Fil. 1:22). 2. Tidak tahu nilai jiwa manusia (Mat. 16:26). Kesembuhan dan kekayaan hanya bersifat sementara, namun keselamatan bersifat kekal. Amin. Tuhan memberkati!

11
Apr 2021
Bp. Bambang Sulistyo
4
Apr 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
28
Mar 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
21
Mar 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.