Ringkasan Khotbah

17
Jan 2021
Yosua 4:7, 21-24
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Ketika Yosua dan Israel hendak menyeberang sungai Yordan, Tuhan memerintahkan Israel untuk mengambil 12 batu dari sungai Yordan, untuk didirikan menjadi sebuah tugu peringatan yang akan menjadi saksi bisu tentang kasih dan karya Tuhan dalam hidup bangsa Israel secara turun-temurun. Ketika anak cucu mereka bertanya mengapa tugu peringatan tersebut didirikan di Gilgal maka bangsa itu harus menceritakan karya Tuhan dalam sejarah bangsa mereka. Mengapa Tuhan ingin agar bangsa itu selalu mengingat kasih dan karya Tuhan? Yosua 4:24. Apakah yang Tuhan inginkan: A. Semua orang memahami besarnya kasih dan kuasa Tuhan. B. Umat Tuhan berbakti kepada Tuhan selama-lamanya. Sebenarnya, semua kemenangan yang dialami oleh orang Israel tidak terjadi karena mereka hebat dan kuat. Semua kemenangan mereka terjadi karena Tuhan yang berperang untuk mereka. Tuhanlah yang berjuang untuk masa depan mereka. Mereka dapat memiliki tanah air yang sangat makmur karena berkat Tuhan, bukan karena mereka hebat dan kuat. Mengingat semua kebaikan Tuhan itu, seharusnya Israel menghormati dan sungguh-sungguh berbakti kepada Tuhan. Ketika mereka menghadapi aneka macam tantangan di masa depan, mereka bisa saja lemah dan patah semangat. Tetapi ketika mereka mengingat semua kebaikan Tuhan yang pernah mereka alami di masa leluhur mereka, maka mereka akan menemukan kekuatan untuk bertahan dan terus berjuang hingga meraih kemenangan.

Minggu lalu kita belajar bahwa seseorang akan bertahan dalam perjuangannya jika dia memiliki alasan yang kuat untuk itu. Orang-orang akan bertahan dalam perjuangannya ketika ia memiliki alasan yang kuat untuk melakukannya. Ketahuilah bahwa Tuhan tidak pernah menyerah dalam perjuangan-Nya untuk kita semua karena satu alasan, yaitu karena Ia sangat mencintai kita semua (Yohanes 19:30). Paku di tangan dan kakinya tidak bisa menahan-Nya di kayu salib. Kasih-Nya kepada kitalah yang membuat Dia bertahan di kayu salib. Ingatlah senantiasa bahwa Tuhan sangat mengasihi kita. Ini akan memberi kita kekuatan untuk bertahan dan berjuang di tengah-tengah pergumulan hidup kita.

Lalu hari ini, apakah yang Tuhan ingin sampaikan kepada kita melalui renungan Firman Tuhan ini?

1. Tuhan berperang untuk masa depan kita. Tugu peringatan itu menjadi saksi bisu atau bukti bahwa Tuhan berperang bagi umat-Nya. Pada umumnya manusia berpikir bahwa Tuhan duduk manis di tahta-Nya, dan membiarkan semua manusia berjuang dengan kekuatan masing-masing. Namun pemikiran itu salah. Ketika Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, Tuhan berjanji untuk datang menyelamatkan manusia dari kutuk dosa. Ia menepati janji itu di kayu salib. Kemenangan yang diperoleh-Nya untuk kita dibayar dengan tubuh dan darahnya! Tuhan peduli dalam pergumulan sehari-hari manusia. Setan mencoba untuk menghancurkan kehidupan banyak orang, namun Tuhan terus menolong anak-anak-Nya. Contoh: Pada zaman Musa lahir, Firaun menjadi alat setan untuk memusnahkan orang Yahudi, tujuannya adalah untuk mencegah Tuhan menepati janji-Nya. Firaun memerintahkan pembunuhan seluruh bayi laki-laki orang Ibrani. Tetapi Tuhan memakai putri Firaun untuk menyelamatkan Musa. Tuhan berperang demi masa depan Musa. Ketika Daud diremehkan oleh ayahnya dan saudara-saudaranya, dan berkali-kali setan memakai orang-orang untuk mencelakai Daud, Tuhanlah yang berperang untuk masa depan Daud. Ketika Bangsa Israel dalam penindasan bangsa-bangsa lain karena mereka berdosa, Tuhanlah yang berperang untuk mereka sehingga mereka ditolong oleh Tuhan. Namun ingat, Tuhan tidak selalu melakukan yang kita inginkan.  Tuhan menolong kita sesuai waktu dan cara-Nya. Tuhan berperang untuk masa depan Yusuf dan Maria. Ketika Yusuf dan Maria terancam nyawanya karena Herodes memerintahkan pembunuhan bayi-bayi orang Yahudi, Tuhan menyelamatkan mereka. Tuhan menyediakan semua keperluan mereka untuk pergi ke Mesir (Matius 2:13). Mungkin Anda berpikir bahwa Tuhan hanya berperang untuk tokoh-tokoh hebat di Alkitab. Tetapi tidak demikian. Tuhan bahkan berperang untuk orang yang tidak dianggap oleh masyarakat. Yesus mengajak murid-murid-Nya untuk berangkat ke seberang danau Galilea. Untuk apa? Dalam perjalanan itu mereka tiba-tiba diserang oleh badai yang dahsyat, tetapi Tuhan tidak pernah mundur, Ia berkata diam dan tenanglah, maka badai itu pun tenang. Ia berperang untuk menyelamatkan dua orang yang dirasuk kuasa gelap di daerah Gadara atau Gerasa. Meskipun hanya satu yang akhirnya mengikuti Tuhan Yesus namun Tuhan tetap berperang menolong mereka berdua. Tuhan baik pada orang yang tahu berterima kasih dan yang tidak tahu berterima kasih pada-Nya. Orang yang sedang dirasuk itu tinggal jauh dari orang-orang yang lain, di antara waktu-waktu ia tersiksa karena keadaannya, mungkin ia sedang berdoa kepada Tuhan, dan Tuhan menyelamatkan-Nya manakala orang lain tidak bisa melakukannya. Tuhan memiliki masa depan yang indah bagi orang itu. Ia kembali hidup normal, dan memberitakan kasih serta kebaikan Tuhan kepada banyak orang (Markus 5:18-20). Ia mengikut Yesus dengan cara pulang ke rumahnya, ke kampungnya dan menyaksikan segala kebaikan Tuhan dalam hidupnya. Nama orang itu tidak disebutkan di dalam Alkitab. Ia tidak terkenal, tetapi Tuhan berperang untuknya. Meskipun dalam pandangan masyarakat ia "bukan siapa-siapa" tetapi di mata Tuhan ia sangat berharga dan dikasihi, Tuhan berperang untuknya. Bagaimana dengan Anda? Tuhan sangat mengasihimu dan Ia berperang bagimu. Kadang mungkin Anda merasa sendiri, karena Anda tidak selalu bisa menceritakan beban Anda kepada orang yang terdekat sekalipun. Kadang itu disebabkan karena orang lain tidak bisa memahami apa yang Anda alami. Bayangkan ketika dalam waktu warasnya ketika sendirian, orang Gerasa itu merenungkan nasibnya, ia tidak akan menyangka bahwa sebenarnya waktu itu Tuhan mendengar doanya dan berperang untuknya. Hanya soal menunggu waktu Tuhan saja yang harus ia lakukan, sambil ia tetap percaya dan berharap. Minggu lalu Anda menemukan alasan untuk tetap bertahan dan berjuang, yaitu karena Anda tahu bahwa Tuhan sangat mengasihi Anda dan karena Anda mengasihi orang-orang untuk siapa Anda berjuang. Hari ini Anda tahu bahwa Anda tidak berjuang sendiri untuk masa depanmu, tetapi Tuhan berjuang untuk masa depanmu. Mungkin setan berusaha untuk menjatuhkan Anda melalui banyak hal, tetapi Anda perlu tahu bahwa Tuhan sedang berperang untukmu.

2. Lakukan bagian kita dengan setia. Yang Tuhan kehendaki dari umat-Nya adalah unat Tuhan tetap melakukan bagiannya dengan sungguh-sungguh, yaitu taat dan berbakti kepada Tuhan dengan sepenuh hati. Yosua dan Israel tetap harus menghadapi aneka macam peperangan di depan mereka, tetapi dalam perjuangan mereka ada Tuhan yang menyertai. Ketika mereka taat kepada Tuhan, pertolongan Tuhan selalu tersedia bagi mereka. Bahkan ketika mereka berdosa dan di tengah kesulitan mereka bertobat, Tuhan mengampuni dan menolong mereka (Yosua 7:12). Tuhan tidak menyertai Hofni dan Pinehas dalam peperangan melawan Kanaan karena mereka tidak mau bertobat (1 Samuel 4:10-11). Lakukan bagian kita dengan setia. Tuhan menolong orang-orang yang mau menolong dirinya sendiri! Adakah kita perlu bertobat dalam satu atau dua hal? Dari dua orang yang dibebaskan dari kerasukan Legion, hanya satu yang benar-benar memberi diri bagi pekerjaan Tuhan. Dua-duanya menerima kemerdekaan dari roh jahat, tetapi satu saja yang menerima berkat lebih yaitu menjadi seorang hamba Tuhan yang hebat. Mari pergunakan kemerdekaan dan berkat yang kita peroleh untuk memuliakan Tuhan (Galatia 5:13, Yosua 23:10-11). Amin. Tuhan memberkati!

28
Feb 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
21
Feb 2021
Pdt. Johan Chrisdianto
14
Feb 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
7
Feb 2021
Bp. Bambang Sulistyo