Ringkasan Khotbah

3
Jan 2021
Matius 24:35
Bp. Bambang Sulistyo

Kalau kita berbicara tentang pameran, tentu kita tahu kalau pameran seringkali diadakan di beberapa kota dan dalam beberapa kali. Dalam pameran, biasanya disuguhkan barang-barang yang dianggap menarik dan terbaik oleh si penyelenggara, harapannya agar pengunjung dan yang melihat pameran tersebut akan terpesona dan tertarik, yang akhirnya mau membeli barang tersebut, misalnya di pameran otomotif, rumah, dll. Begitu pula dengan Allah, Allah mempunyai pameran dan dalam pameran tersebut tentu Allah telah memikirkan dan menilainya sebagi produk/hasil karya yang terbaik untuk dipamerkan. Harapan Allah adalah agar hasil karya yang dipamerkan tersebut dapat menjadi bagian dalam hidup manusia. Lalu apakah produk dan hasil karya yang dipamerkan Allah? Jawabannya adalah Gereja.

Yesus adalah pendiri gereja (Mat. 16:18). Kalau Yesus sendiri yang telah mendirikan gereja, siapa yang dapat membantah bahwa itu adalah sebuah produk cacat/gagal? Tentu gereja adalah produk terbaik yang dari Allah sendiri. Kita sebagai gereja Tuhan adalah orang dunia yang dipanggil oleh Allah, yang dilatih, dididik, dan diperlengkapi oleh Allah untuk dikembalikan ke dunia, memamerkan kita pada dunia, agar dunia tahu apa yang harus dilakukan sesuai dengan standar Allah dan tertarik sehingga akhirnya dunia menjadi bagian dari gereja. Dengan demikian, kata gereja (Ekklesia) memiliki 2 arti ganda, yaitu organisasi dan organisme. Sebutan sebagai organisasi gereja muncul setelah Yesus naik ke Surga. Sebelum itu, gereja artinya adalah organisme: orang yang percaya. Allah ingin agar gereja memberi tahu firman Tuhan kepada dunia (Mat. 24:35).

Pada waktu Allah memberi tahu gereja untuk memberitakan firman kepada dunia, Allah menggunakan ilustrasi tentang seorang penabur (Matius 13:2-3). Kita sebagai seorang penabur, maka mimbar hidup kita adalah tempat di mana kita berada sehari-hari. Seorang pedagang di pasar, dosen di kelas, pengusaha di toko atau restoran, dll. itulah mimbar dalam kehidupan. Semua orang percaya adalah gereja dan semuanya punya mimbar dalam kehidupan masing-masing. Ketika menabur, kita akan menemui 4 model tanah, tapi yang perlu kita ingat adalah bahwa Tuhan ingin agar kita tetap menabur meski kita tidak tahu akan menemui tanah yang seperti apa (Mat. 13:3-8). Sikap mental seseorang akan menentukan apakah ia akan menjadi tanah yang baik untuk ditabur. Orang yang punya sikap mental yang baik akan menerima taburan dengan penuh percaya dan bukan mengandalkan pemahamannya saja (Mat. 13:18-23). Pastikan diri kita memiliki tanah hati yang baik, agar kita menerima taburan firman Tuhan dengan baik dan kita dapat menyampaikannya kepada dunia dari mimbar hidup kita masing-masing. Amin. Tuhan memberkati!

28
Feb 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
21
Feb 2021
Pdt. Johan Chrisdianto
14
Feb 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
7
Feb 2021
Bp. Bambang Sulistyo