Ringkasan Khotbah

27
Des 2020
Yesaya 7:10-16
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Ratusan tahun sebelum kedatangan Tuhan Yesus yang pertama melalui rahim Maria, pada zaman Raja Ahas dan Nabi Yesaya, terbentuklah koalisi antara Kerajaan Israel dan Aram untuk menyerang Kerajaan Yehuda. Sebuah persepakatan militer yang kuat. Raja Yehuda yaitu Ahas merasa ketakutan. Ia merasa lemah dan merasa tidak mampu mengalahkan koalisi militer tersebut.Tuhan mengenal hati manusia. Ia mengenal hati Ahas (Yesaya 7:1-3). Tuhan memerintahkan Nabi Yesaya untuk menguatkan hati Ahas, bahwa koalisi tersebut akan gagal karena ada tangan Tuhan yang menolong Yehuda (Yesaya 7:7-9). Tuhan menghendaki Ahas menguatkan hatinya. Tuhan memerintahkan Ahas meminta tanda yang spektakuler agar ia bisa meyakinkan dirinya bahwa Tuhan benar-benar serius dengan janji-Nya.Tetapi akhirnya Ahas sadar bahwa jikaTuhan telah berbicara kepadanya melalui Nabi Yesaya maka ia tidak perlu meragukan Tuhan, itulah sebabnya ia tidak mau meminta tanda apapun dari Tuhan. Ahas mempercayai janji Tuhan melalui Nabi Yesaya.Tuhan menghargai tanggapan Ahas tersebut.Tuhan berkata bahwa ia akan memberi tanda kepada Ahas dan seluruh orang Yehuda, bahwa sebelum kedatangan-Nya ke dunia melalui seorang perawan, dua kerajaan yang bersekongkol untuk menyerang Yehuda akan terlebih dahulu dihancurkan. Tuhan akan memberi tanda yang spektakuler kepada orang-orang Yahudi, bahwa akan ada seorang perawan/gadis muda yang tidak pernah tersentuh oleh laki-laki tetapi secara ajaib melahirkan seorang Anak yang disebut Imanuel. Anak itu adalah inkarnasi/penjelmaan Tuhan dalam Wujud Manusia. Imanuel artinya Tuhan beserta kita.Kalau dibahasakan dalam bahasa sehari-hari sebenarnya Tuhan sedang menyampaikan maksud-Nya kepada Ahas:Menjelma menjadi manusia untuk menebus dosa manusia dan mengalahkan setan dan tentaranya saja Tuhan sanggup, apalagi dalam hal menolong Ahas menghadapi koalisi Israel dan Aram. Sangat Mudah! Tidak ada yang sukar untuk Tuhan! Tanda kelahiran Juruselamat melalui seorang gadis diberikan kepada Ahas untuk menguatkan hatinya. Tujuannya agar Ahas tetap hidup dalam jalan Tuhan. Kedatangan Tuhan yang pertama kalinya untuk menebus dosa manusia disertai dengan tanda ajaib tersebut. Pada masa Maria, nubuatan ini digenapi. Tuhan Yesus berinkarnasi menjadi manusia melalui rahim Maria. Juruselamat memiliki gelar Imanuel (Allah menyertai kita). Setelah Tuhan Yesus menyelesaikan karya penebusan, Ia naik ke surga untuk menyediakan tempat bagi umat-Nya (Yohanes 14:1-3). Hari Jumat lalu dalam Praise & Worship Natal secara online kita sudah belajar tentang tanda ajaib yang diberikan Tuhan pada Ahas, yang mengingatkan kita pada tanda-tanda yang diberikan Tuhan menjelang kedatangan-Nya yang kedua di akhir zaman untuk membawa kita semua tinggal di langit dan bumi yang baru. Hari ini kita bersama sedang merayakan kedatangan Tuhan Yesus yang pertama kali, yaitu untuk menebus dosa kita.Mari kita fokus pada kata "Imanuel". Tuhan berkata bahwa Allah menyertai umat-Nya. Seakan-akan Tuhan sedang berkata pada Ahas: Jangan takut, aku menyertai engkau seperti Aku menyertai seluruh umat manusia yang memerlukan Sang Penebus. Jadi jika dalam hal keselamatan kekal manusia tidak perlu takut sebab ada Tuhan yang peduli dan menolong, maka dalam pergumulan yang dialami Ahas dan Yehuda pun mereka tidak perlu dikuasai ketakutan. Janji yang Tuhan ucapkan ribuan tahun sebelumnya kepada Adam bahwa Ia akan datang menebus umat-Nya tidak pernah dilupakan oleh Tuhan. Itulah sebabnya Ahas bisa mempercayai Tuhan yang akan menolongnya.

Apa hikmah yang dapat kita petik dari janji Tuhan ini?

1. Tuhan memandang kita berharga dan mengasihi kita. Mengapa Tuhan datang menyelamatkan umat-Nya? Imam Besar menghadap Tuhan dengan menggunakan pakaian khusus dengan 12 permata di dadanya. Ini melambangkan 12 suku Israel.Padahal berapa kali umat Tuhan memberontak dan melawan Tuhan? Menyedihkan hati Tuhan? Keluaran 28:21, 29. Artinya: Umat Tuhan adalah Permata hati Tuhan. Ahas sebenarnya tergolong raja yang baik atau jahat? 2 Tawarikh 28:21-22. Betapapun demikian kelakuan raja Ahas, Tuhan mengampuninya dan memberinya kesempatan untuk bertobat dan menerima pertolongan Tuhan. Bongkahan permata yang sangat kotor ketika dibersihkan, dipotong dan dipoles akan menjadi sangat indah. Demikian cara Tuhan memandang kita. Masalahnya adalah apakah kita bersedia diproses dan dioles atau tidak? Itulah sebabnya Tuhan datang menyelamatkan umat-Nya. Kita akan selalu mempunyai waktu untuk sesuatu atau seseorang yang penting bagi kita. Tuhan datang ke dunia untuk menyelamatkan kita, karena kita penting di mata Tuhan (Yesaya 43:4).

2. Andalkan Tuhan dalam setiap pergumulan yang kita hadapi. Seperti Ahas dan rakyat Yehuda mengalami kesesakan berat menghadapi tekanan kekuatiran karena ancaman serangan Israel dan Aram, bukankah hari-hari ini umat manusia dicekam tekanan yang berat karena pandemi ini? Yesaya 7:2. Ketika Ahas dikuasai kepanikan, ia bukan bertobat dan mencari Tuhan, tetapi ia melakukan hal-hal yang semakin merusak. Demikian respon orang yang panik biasanya demikian. Itulah sebabnya menolong orang kadang harus menunggu waktu yang baik, agar tindakannya tidak merusak pertolongan yang diberikan (2 Tawarikh 28:21-22). Firman Tuhan hari ini kembali mengingatkan kita bahwa kita tidak dapat hidup mengandalkan kekuatan, keahlian atau pengalaman hidup kita. Kita perlu merendahkan diri kita dan belajar untuk taat sepenuhnya mengandalkan Tuhan. Bagaimana caranya? Caranya sederhana, mulailah membangun mezbah doa dengan rutin. Rendahkan hati, akui bahwa Anda tidak bisa menjalani semuanya tanpa Tuhan. Undanglah Tuhan ke dalam hati Anda untuk bertahta atas hidup Anda dan menuntun seluruh hidup Anda. Percayalah, ketika Anda hidup sungguh-sungguh mengandalkan Tuhan, maka Tuhan akan memberkati hidup Anda semakin hari semakin luar biasa. Taati firman dalam segala keadaan (Yesaya 30:15-16). Miliki waktu berdoa dan merenung. Meminta pimpinan Tuhan dan membuat perencanaan yang baik. Lalu berjuang dengan sabar. Amin. Tuhan memberkati!

28
Feb 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
21
Feb 2021
Pdt. Johan Chrisdianto
14
Feb 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
7
Feb 2021
Bp. Bambang Sulistyo