Ringkasan Khotbah

13
Des 2020
Ulangan 3:21-22
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Musa sedang mengajar bangsa Israel generasi baru, yang sedang berkemah di sebelah barat sungai Yordan, mereka sedang bersiap untuk menyeberang sungai Yordan untuk meraih Tanah Perjanjian yang diberikan oleh Tuhan bagi mereka secara total. Bangsa itu sedang bersiap-siap untuk menyeberangi sungai Yordan untuk menaklukkan wilayah yang di seberangsungai Yordan. Musa memastikan sebelum bangsa itu bergerak menyeberang sungai Yordan, ia telah mempersiapkan penggantinya untuk menjadi pemimpin bangsa Israel, yaitu Yosua.Yosua akan bekerja bersama dengan para imam untuk memimpin bangsa tersebut meraih keberhasilan. Tetapi Musa menyadari bahwa perjuangan meraih keberhasilan itu bukanlah sebuah perjuangan tanpa tantangan. Bangsa itu akan menghadapi orang-orang Amori yang sangat kuat. Israel harus menghadapi bangsa-bangsa dengan banyak kota yang berkubu, persenjataan lengkap, alat perang yang memadai, padahal mereka tidak memiliki persenjataan selengkap itu. Tetapi Musa mengajar bangsa itu bahwa mereka memiliki Tuhan, yang jauh lebih besar daripada semua itu.Fakta yang terlihat adalah Israel sedang menghadapi tantangan yang berat. Tetapi ada sebuah fakta lain yang tidak terlihat tetapi nyata, bahwa Tuhan ada di pihak mereka untuk membuat mereka berhasil.Jika hanya fokus pada fakta yang terlihat, bangsa itu ada di bawah bahaya yang besar, yaitu: A. Terpaku pada persoalan yang mereka lihat hingga mereka melupakan Tuhan. B. Dikuasai ketakutan yang bisa melumpuhkan mereka. Contoh: Dalam film kadang digambarkan bahwa ketika orang dikuasai ketakutan, untuk lari pun ia tidak bisa, ia terpaku di tempatnya dan tidak bisa ke mana-mana.Ketakutan yang dibiarkan dapat menyebabkan banyak kerugian: A. Membuat mereka tidak dapat melihat penyertaan Tuhan. B. Melumpuhkan kekuatan mereka, menghalangi potensi mereka. C. Menyebabkan mereka rentan dihancurkan oleh musuhnya. D. Merusak mental juang seluruh pasukan. E. Merugikan kesehatan, dll.Itulah sebabnya Musa melakukan tindakan yang hebat. Ia menguatkan hati bangsa itu agar tidak dikuasai ketakutan.

Dalam Ulangan 3, Musa menceritakan kembali pengalaman mereka ketika menikmati pertolongan Tuhan di masa lalu.Musa menceritakan bagaimana Tuhan menolong mereka untuk mengalahkan dua raja Amori yang sangat kuat, dan bahkan termasuk bangsa raksasa dengan ukuran tubuh di atas rata-rata. Rajanya bahkan memiliki tinggi badan kurang lebih 3 meter (Ulangan 3:11). Kemenangan dalam sebuah pertempuran bukan hanya bermodalkan jumlah tentara yang besar dan alat-alat perang yang memadai, tetapi juga tergantung mental tentara yang ada. Musa mempersiapkan mental bangsa Israel agar mereka siap dipakai Tuhan untuk mendapatkan kemenangan.Jika jiwa kita rapuh seperti kaca, ketika masalah menghantam, kita akan mudah hancur. Sebaliknya jika kita bermental baja, kita akan tetap tangguh di tengah deraan masalah yang berat. Karakter dan mentalitas semacam itulah yang harus kita punyai atau miliki dalam mengikut Kristus di dunia ini.

Bagaimana kita menemukan kekuatan di tengah perjuangan?

1. Ingat berkat dan pertolongan Tuhan di masa lampau dan masa depan. Musa memerintahkan bangsa itu untuk mengingat kembali bahwa mereka melihat dengan mata mereka sendiri kekuasaan Tuhan yang luar biasa. Tuhan dapat menolong kita juga di masa kini maupun masa depan. Tuhan yang pernah melepaskan mereka dari tangan Sihon dan Og, dua raja yang ditakuti, juga sanggup melepaskan mereka dari tangan bangsa-bangsa di seberang sungai Yordan. Di tengah perjuangan ingatlah pada pertolongan Tuhan yang pernah kita alami. Interlude adalah jeda atau sela ketika menyanyikan lagu, diiringi alunan musik. Kesempatan untuk merenungkan kata-kata lagu tersebut sambil mengingat pengalaman menerima mujizat atau pertolongan Tuhan yang pernah kita alami.Contoh: Nyanyian ketika Daud lari dari Absalom (Mazmur 3:4). Ambil waktu jeda untuk mengingat kebaikan dan pertolongan Tuhan, untuk merenungkan jalan hidup kita dan memberi diri dipulihkan Tuhan.

2. Ingat Tuhan menyertai kita dalam perjuangan. Kita tetap harus berjuang dengan mengingat penyertaan Tuhan. Jaga pikiran kita fokus pada hal yang benar. Jangan fokus pada kelemahan kita dan besarnya masalah yang kita hadapi, ingatlah kita punya Tuhan yang hebat (Mazmur 34:1-7). Kekuatan kita terbatas, tetapi kita memiliki Allah yang kuasa-Nya tidak terbatas. Ketika pandangan kita terfokus kepada-Nya, ketakutan kita pun memudar, dan kita percaya bahwa Dia memegang kendali. Tuhan Maha Kuasa, tidak ada yang dapat menandingi Tuhan. Bagaimana mengingat Tuhan? A. Merenungkan danmemperkatakan firman Tuhan. Memperkatakan firman akan menolong kita mengingat firman dengan sebaik-baiknya. B. Menyanyikan lagu-lagu pujian. Biasakan menyanyikan lagu pujian dengan sepenuh hati. C. Mendengarkan kesaksian yang membangun. Kita tetap berjuang, dan di tengah perjuangan harus terus mengingat Tuhan. Pujian penyembahan, merenungkan dan memperkatakan firman Tuhan harus menjadi gaya hidup kita. Lakukan setiap hari.Jangan berhenti berjuang. Teruslah berjuang melakukan bagian kita, tetapi ingat penyertaan Tuhan. Untuk meraih keberhasilan yang sangat baik (excellent), kita harus memiliki kekuatan di tengah perjuangan. Amin. Tuhan memberkati!

28
Feb 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
21
Feb 2021
Pdt. Johan Chrisdianto
14
Feb 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
7
Feb 2021
Bp. Bambang Sulistyo