Ringkasan Khotbah

6
Des 2020
Filipi 2:5
Bp. Bambang Sulistyo

Ketika kita memperhatikan hiidup kita, dalam mata kuliah psikologi Kristen, diterangkan bahwa manusia memiliki dimensi/unsur-unsur dalam hidupnya. Secara ringkas, ada yang dinamakan dimensi sosial, dimensi psikologis, dan dimensi rohani. Struktur hidup manusia, pada realitanya, seringkali tidak seimbang dalam ketiga dimensi tersebut. Misal, ada orang yang dimensi sosialnya lebih besar daripada dimensi psikologis maupun rohaninya, maka ia bisa jadi merupakan orang yang sangat dermawan dan suka menolong (sosial), tapi jarang sekali berdoa dan beribadah (rohani), dan ketika menghadapi fitnah atau hal-hal lain bisa jadi gampang stress dan kehilangan sukacita (psikologis). Lalu bagaimana dengan realita  struktur hidup kita masing-masing? Realita ini hanya diri kita sendiri yang bisa mengukur, karena wujudnya tidak hanya berupa tindakan tetapi juga termasuk motivasi di dalamnya. Lalu sesungguhnya apa yang Allah inginkan dalam hidup kita? Allah tentu saja ingin agar struktur dimensi dalam hidup kita adalah struktur dimensi kehidupan yang ideal, yaitu yang seimbang, masing-masing dimensi sama besar. Untuk mencapai hal tersebut, maka kita akan menemui proses dalam hidup kita.

Proses adalah jalan alami untuk kita menuju kepada keadaan ideal yang dikehendaki oleh Allah. Jatuh bangun ketika proses bukan menjadi alasan untuk tidak melewati proses. Proses juga bukan alasan untuk seseorang tidak bertumbuh. Allah menyukai proses lebih daripada tujuan itu sendiri. Contoh: murid yang ingin berhasil dan pintar dalam sekolah, proses yang harus dilalui: konsisten dlm belajar, cukup waktu untuk tidur, disiplin dalam mengerjakan tugas, dll. Allah bisa saja dengan mudah memberikan kepada kita kepandaian maupun kekayaan. Tapi Allah lebih menyukai ketika kita berproses.

Dalam proses yang kita tempuh, ada ketakutan, kekuatiran, dan hal-hal lain yang mungkin akan menyelinap. Itulah yang menjadi tantangan ketika menghadapi proses. Ketika ada tantangan, jangan cepat-cepat menyalahkan orang lain maupun situasi. Tuhan izinkan hal-hal tersebut ada dalam kehidupan kita dengan tujuan yang baik bagi hidup kita. Proses hidup harus kita menangkan. Dalam Filipi 2:5, kita tahu bahwa Yesus adalah Allah yang dimuliakan. Ia punya kemegahan sebagai Allah yang disembah dan diagungkan. Namun Yesus memilih jalan turun. Ia lahir sebagai manusia biasa dan mengosongkan diri-Nya. Inilah yang Tuhan kehendaki, agar kita meneladani-Nya, mempunyai  hati dan pikiran yang sama seperti Kristus. Bagaimana caranya? Belajarlah pada Tuhan untuk menjadi rendah hati, maka kita akan mendapat kelegaan (Mat. 11: 28-29).

Apa maksud dari mengambil jalan turun? Mengambil tempat/posisi yang paling rendah.

1. Itu adalah sikap rendah hati (belajar pada Yesus).

2. Kunci proses yaitu menikmati hidup.

Yusuf diproses 13 tahun. Bukan dengan proses yang Yusuf mau, tetapi dengan proses yang sudah Allah tetapkan bagi dia. Dan ketika Yusuf berhasil melalui setiap proses tersebut bersama Tuhan, maka ia dimampukan, ia kuat, dan hidupnya diberkati oleh Tuhan. Amin. Tuhan memberkati!

28
Feb 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
21
Feb 2021
Pdt. Johan Chrisdianto
14
Feb 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
7
Feb 2021
Bp. Bambang Sulistyo