Ringkasan Khotbah

29
Nov 2020
Bilangan 25:2
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Raja Balak dan rakyat Moab mengupah Bileam untuk mengirimkan tenungan/teluh/kutukan kepada Israel, tujuannya adalah untuk mencelakai bangsa itu. Mereka membenci Israel tanpa alasan. Balak menjanjikan upah yang sangat besar kepada Bileam jika ia mengucapkan kutukan yang mencelakai Israel. Tetapi Tuhan mengubah rencana jahat Raja Balak menjadi berkat bagi umat Tuhan. Bileam dipaksa oleh tangan Tuhan untuk justru mengucapkan berkat bagi Israel, bahkan hingga beberapa kali. Manakala orang Israel tidak menyadari bahaya yang mengancam mereka, Tuhan melindungi mereka. Tetapi apakah Bileam benar-benar rela kehilangan harta yang melimpah yang dijanjikan oleh Balak? Hati Bileam telah terpikat oleh iming-iming harta yang banyak yang dijanjikan oleh Balak. Jadi meskipun ia mengucapkan berkat, tetapi hatinya tetap jahat, ia tidak bisa menenung/ mengutuk Israel. Bileam menyadari bahwa ia tidak bisa melawan Tuhan, tidak bisa menembus perlindungan Tuhan atas Israel. Ia tidak tinggal diam, demi memperoleh harta yang melimpah, ia mengajarkan sebuah strategi kotor untuk menghancurkan Israel, di mana kehancuran itu memanfaatkan kelemahan dari bangsa Israel itu sendiri. Ia menasihati Balak untuk mengirimkan perempuan-perempuan cantik ke perkemahan orang Israel, untuk menggoda dan menjatuhkan Israel dengan menggunakan nafsu seksual. Tujuannya agar Israel dimurkai oleh Tuhan, dan Tuhan sendiri yang menghukum mereka. Perempuan-perempuan itu mengundang para pria Israel untuk ikut terlibat dalam pesta penyembahan berhala mereka. Di dalam pesta itu,mereka ditawari untuk mengadakan hubungan seksual dengan para wanita penggoda tersebut. Akibatnya puluhan ribu orang mengikuti ritual penyembahan berhala yang menarik nafsu mereka, mereka melupakan kasih dan kebaikan Tuhan. Salah satu wanita yang dikirim untuk merayu orang-orang Israel adalah putriddari salah seorang kepala suku di Kerajaan Moab. Wanita itu bernama Kozbi. Kata Kozbi memiliki arti tipu daya. Cantik, menarik, tetapi mematikan!

Perlu diketahui bahwa secara umum bangsa-bangsa di daerah sana memiliki budaya penyembahan berhala. Ritual ibadah pada dewa Baal mengenal budaya pelacuran bakti dan semburit bakti. Pelacur bakti melayani para pria dalam kuil-kuil ibadah dewa-dewi, sedangkan semburit bakti melayani para wanita. Tujuan dari ritual tersebut adalah untuk mendapatkan berkat dari dewa-dewi kesuburan. Anehnya, bangsa-bangsa yang melakukan praktek amoral seperti itu justru menghormati profesi prostitusi dalam kuil-kuil berhala.Pelacur bakti (qadeshah), semburit bakti (qadesh) memiliki akar kata yang sama dengan kata qadosh (suci), yang artinya dikhususkan untuk Tuhan. Kalau dua golongan tadi artinya dikhususkan untuk dewa Baal. Profesi itu dianggap suci dan terhormat. Mereka mempercayai bahwa dengan mengadakan hubungan seksual dengan para pelacur dan semburit itu mereka akan mendapatkan kesuburan dan panen berlimpah. Belum lagi mereka memiliki ritual menjadikan anak-anak mereka menjadi tumbal bagi para berhala mereka untuk mendapatkan kekayaan. Bisa Anda bayangkan orang tua yang kejam dan egois seperti itu? Seharusnya di mana-mana orang tua berjuang dan bahkan rela berkorban bagi anak-anak mereka. Dalam budaya penyembahan berhala manusia diperbudak nafsu dan ego nya sendiri dan berpikir bahwa tindakan mereka benar. Mengerikan sekali. Kedua contoh itu baru dua dari aneka macam perilaku menyimpang yang dimiliki bangsa-bangsa di daerah sana pada zaman itu.

Nilai kebenaran yang mereka anut dalam hidup mereka jelas bertolak belakang dari firman Tuhan (Ulangan 23:17-18). Banyak di antara rakyat dan para pemimpin dalam suku-suku Israel yang terpikat dan turut serta dalam praktek amoral seperti itu. Apa akibatnya? Tuhan menghukum mereka (Bilangan 25:9).Raja Balak, rakyat Moab, dan Bileam, semuanya senang melihat hal itu. Orang Moab merasa bahwa mereka berhasil memulai kehancuran dengan menggunakan nafsu bangsa itu, Bileam mendapatkan upah yang besar atas nasihatnya itu. Itulah sebabnya Tuhan memerintahkan Musa untuk mengadakan pembersihan total dalam bangsa Israel. Tuhan memerintahkan Musa dan Israel memerangi bangsa yang jahat itu hingga musnah. Dalam Perjanjian Lama, dosa digambarkan sebagai kenajisan, siapapun dan apapun yang tersentuh sesuatu atau seseorang yang najis menjadi najis. Kitab Imamat menggambarkan hal ini dengan sangat jelas. Dosa digambarkan melalui perlambang penyakit yang sangat mudah menular. Sehingga sumber penularannya harus dijauhkan dari perkemahan Israel. Contoh: Imamat 13:45. Aturan tersebut menunjukkan kasih sayang Tuhan yang besar untuk melindungi umat-Nya dari wabah. Sekaligus kasih sayang Tuhan yang besar untuk memulihkan orang-orang yang sakit dengan menunjukkan tempat di luar perkemahan di mana mereka dapat mendapat pelayanan para imam dan dipulihkan

Apa hikmah yang dapat dipetik?

1. Godaan dosa kadang datang dalam rupa cantik dan menarik, tetapi mematikan. Sebagian dari bangsa Israel tidak menyadari bahwa Kozbi dan perempuan-perempuan Moab yang lain ternyata sangat mematikan.Tampak cantik dan menarik, tetapi mematikan. Ingat Simson, dia bukan dikalahkan oleh pria berotot kekar dan kuat, tetapi oleh belaian seorang wanita yang membujuknya (Hakim-hakim 16:19, Matius 26:41). Ingat Gehazi, calon nabi yang kehilangan berkat Tuhan karena ketamakan (2 Raja-raja 5:26-27, 2 Korintus 11:13-14).

2. Hiduplah sesuai nilai kebenaran Kerajaan Allah. Kozbi dan para pelacur bakti serta semburit bakti dari antara orang Moab sebenarnya tidak hanya memberi sebuah nilai kebenaran yang salah, tetapi mereka sedang mencuri nilai kebenaran Kerajaan Allah dari bangsa itu (Yohanes 10:10). Coba kita renungkan, nilai kebenaran bangsa-bangsa yang amoral pada zaman itu sangatlah mengerikan. Bukankah hari-hari ini setiap orang hidup berdasarkan nilai kebenaran mereka? Jika itu bukan nilai kebenaran Kerajaan Allah maka Anda dapat membayangkan betapa mengerikan hal itu. Kebenaran diputarbalikkan berdasarkan kepentingan. Jika baik-buruk, benar-salah tergantung kepentingan manusia maka kekacauan akan terjadi.Jangan biarkan iblis mencuri nilai kebenaran Allah dari hidup kita. Tuhan Yesus datang untuk memberikan kehidupan yang benar-benar berkualitas, kehidupan yang sejati dan sesungguhnya. Orang yang dikuasai nafsu sebenarnya sudah mati selagi ia masih hidup (1 Timotius 5:6). Yesus datang untuk melepaskan manusia dari perbudakan dosa, dan memberikan kehidupan di langit dan bumi yang baru.Sebuah kehidupan yang excellent. Amin! Tuhan memberkati.

28
Feb 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
21
Feb 2021
Pdt. Johan Chrisdianto
14
Feb 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
7
Feb 2021
Bp. Bambang Sulistyo