Ringkasan Khotbah

15
Nov 2020
Bilangan 11:4
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Dua bulan ini kita belajar tentang core values/nilai-nilai inti gereja kita yang ke 6, yaitu Excellence. Di dalam bahasa aslinya excellence berarti extremely good, berkualitas sangat baik, atau berkualitas tinggi! Tuhan menghendaki umat-Nya menjadi orang-orang yang berkualitas tinggi. Untuk itulah Tuhan mengajar mereka melalui bimbingan nabi Musa. Namun dalam Bilangan 11 kita melihat bahwa bangsa itu bersungut-sungut atau mengomel/mengeluh tentang kesukaran-kesukaran yang mereka hadapi di tengah perjalanan mereka menuju Tanah Perjanjian. Padahal kenyataan yang terjadi adalah mereka menerima berkat-berkat Tuhan yang luar biasa: A. Dibebaskan dari perbudakan yang sangat berat di Mesir, tadinya mereka menjerit meminta pertolongan Tuhan. B. Melihat pembelaan Tuhan berupa 10 hukuman terhadap bangsa Mesir yang memperbudak mereka. C. Mengalami mujizat Tuhan membelah laut Merah. D. Selama berjalan melalui padang gurun menuju Tanah Perjanjian, Tuhan melindungi dengan tiang awan dan tiang api sehingga tidak kepanasan pada waktu siang dan tidak kedinginan pada waktu malam. E. Mereka tidak pernah kekurangan makanan dan air selama melintasi padang gurun menuju Tanah Perjanjian, Tuhan memberi makanan enak yang dicurahkan dari langit secara cuma-cuma setiap hari. Apa yang mereka keluhkan? Sulitnya perjalanan yang mereka lalui, bosan pada makanan yang diberikan oleh Tuhan, padahal merekalah yang malas atau tidak kreatif mengolahnya. Namanya juga sedang dalam keadaan darurat, di padang gurun masih bisa makan minum, itu sudah sangat baik. Mereka masih memiliki ternak yang bisa mereka olah di sepanjang perjalanan. Tetapi mereka tidak bersyukur bahwa mereka bisa menikmati berkat dan pemeliharaan Tuhan di sepanjang perjalanan. Seharusnya mereka memperhatikan dan menghargai semua berkat yang mereka dapatkan di sepanjang perjalanan, bukan mengeluh karena berkat yang belum diberikan kepada mereka, yang sebenarnya dapat mereka nikmati sepenuhnya ketika sudah sampai di Tanah Perjanjian.

Hikmah yang kita petik dari kisah ini:

1. Tuhan mendidik kita agar kita menjadi pribadi yang berkualitas tinggi. Jika Israel tidak dididik maka merska tidak dapat memiliki dan menikmati berkat Tuhan, yaitu Tanah Perjanjian untuk selamanya. Sama halnya ketika orang tua mendidik anak-anaknya, tujuan mereka adalah agar anak-anak mereka dapat menikmati berkat Tuhan.Semua orang tua mendidik anak-anaknya agar mereka memiliki watak yang baik, ketrampilan dan pengetahuan yang baik, kerohanian yang baik, agar mereka dapat meraih keberhasilan dan kebahagiaan sepenuhnya. Bayangkan orang dengan watak yang buruk, apakah ia dapat memiliki kebahagiaan yang sejati? Dapatkah ia menikmati hubungan yang tulus dan berkualitas dengan orang lain? Ibrani 12:7-11.

2. Berhati-hatilah dengan orang-orang yang beracun. Orang-orang asing yang disebut di dalam ayat Firman Tuhan tadi berasal dari istilah Ibrani "aspasuf" yang berarti orang-orang non Israel dengan watak jelek yang ikut dalam rombongan mereka ketika keluar dari Mesir. Kita menyebut mereka sebagai toxic person. Seseorang dianggap toksik atau “beracun” bila menebarkan hal-hal, perilaku, atau perasaan negatif ke orang-orang di sekitarnya. Keluhan mereka rupanya mencelakai bangsa Israel dalam segala lapisan. Musa hampir saja terpengaruh dengan hal ini. Miryam dan Harun mempermasalahkan ras istri Musa di pasal selanjutnya, istri Musa boleh saja tinggal sebagai orang Midian, tetapi secara darah ia orang Kush. Sepuluh orang dari 12 pengintai juga terpengaruh. Hampir rakyat terpengaruh dengan ketidakpuasan orang-orang itu terhadap Tuhan dan hamba-hamba-Nya. Kemudian Korah, Datan, Abiram, On, dan 250 orang ternama, belum lagi belasan ribu orang yang memberontak menantang kenabian Musa dan Harun. Ada banyak pasal setelah Bilangan 11 yang menunjukkan akibat dari spirit bersungut-sungut tadi. 1 Korintus 15 mengingatkan kita mengenai: Dengan siapa kita bergaul erat? Tulisan apa yang kita baca? Siapakah yang kita dengar? Itu semua akan sangat mempengaruhi kita. Tuhan merancang kita menjadi orang-orang yang berkualitas tinggi, jadi berhati-hatilah dengan pergaulan kita, itu sangat mempengaruhi pola pikir kita.Apa yang ditonton oleh anak-anak kita? Itu dapat mempengaruhi pola pikir mereka (Amsal 22:24-25). Amin. Tuhan memberkati.

28
Feb 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
21
Feb 2021
Pdt. Johan Chrisdianto
14
Feb 2021
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
7
Feb 2021
Bp. Bambang Sulistyo