Ringkasan Khotbah

26
Jul 2020
Kejadian 16:1
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
Ada ungkapan: Watak asli seseorang akan Nampak saat ia menghadapi masalah. Ketika dalam keadaan baik-baik saja orang dapat menutupi watak aslinya. Dalam Kejadian 16 kita bisa melihat ada 3 tokoh dengan watak mereka masing-masing. Ketika menghadapi masalah, watak asli mereka terlihat jelas. Raja Abram dan Ratu Sarai memiliki budak bernama Hagar. Kedudukan budak jauh berbeda dengan karyawan. Ketika Abram berumur 75 tahun dan Sarai berumur 65 tahun, Tuhan berjanji kepada Abram dan Sarai bahwa Tuhan akan mengaruniakan seorang anak/putra mahkota kepada mereka berdua melalui rahim Sarai. Sebenarnya situasi mereka adalah sebuah kemustahilan, mengingat saat itu Sarai sebenarnya sudah menopause. Mereka telah menunggu selama 10 tahun, namun janji Tuhan belum juga digenapi. Kisah selanjutnya:  Kejadian 16:2-9. Dari kisah itu mari kita lihat watak asli ketiga tokoh tersebut.
ABRAM: Tidak percaya penuh kepada Tuhan, tidak memimpin keluarganya dengan baik, abai/lepas tangan terhadap masalah
SARAI: Tidak percaya penuh kepada Tuhan, bertindak dengan cara sendiri, emosional, balas dendam, menyalahkan orang lain atas kesalahan sendiri.
HAGAR: Lupa daratan tidak tahu berterimakasih, lari dari masalah.
Kita bisa melihat rusaknya beberapa relasi dalam kisah tersebut sebagai akibat watak yang belum diperbaiki: A. Antara manusia dengan Tuhan. Kegagalan Abram dan Sarai mempercayai Tuhan sepenuhnya mengakibatkan timbulnya masalah antar manusia. B. Antara Abram dan Sarai. Sarai menyalahkan Abram atas kesalahannya sendiri. C. Antara Sarai dan Hagar. Hagar menghina Sarai ketika ia tahu bahwa dirinya mengandung, oleh karena penghinaan itu maka Sarai menindas Hagar.
Hikmah apa yang dapat kita petik dari kisah tersebut?
1. Watak menentukan kualitas sebuah relasi (Amsal 21:9, 1 Samuel 25:25, Kidung Agung 7:1). Cermin diperlukan agar kita dapat melihat keadaan diri kita yang sebenarnya. Demikian pula relasi bisa menjadi sebuah cermin untuk melihat watak, baik watak diri kita sendiri ataupun watak orang lain. Relasi yang rusak bisa terjadi karena watak buruk dari diri kita maupun dari orang lain.
2. Jika ingin membangun relasi yang harmonis, milikilah watak yang baik. Apakah watak bisa diperbaiki? Jika mau, pasti bisa. Masalahnya adalah pada "mau atau tidak". Abram dan Sarai wataknya berubah menjadi lebih baik, ini ditandai dengan perubahan nama mereka menjadi Abraham dan Sarah. Hagar menurut ketika Tuhan memerintahkannya untuk kembali kepada Sarai meskipun ditindas. Kita bisa melihat pertobatan dan perubahan hidupnya, rela menanggung konsekuensi dari tindakannya. Memperbaiki watak dengan bantuan sesame (Amsal 27:17). Membuka hati bagi nasIhat. Amin!
2
Agu 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
26
Jul 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
19
Jul 2020
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
12
Jul 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.